Home / Hukum dan Kriminal

Rabu, 8 April 2026 - 11:56 WIB

DIUJI DI RUANG SIDANG : PEMERIKSAAN VERBALISAN JAKSA UNGKAP DINAMIKA TEKNIS, TEGASKAN SUBSTANSI PERKARA TETAP UTUH

Ambon, PT – Persidangan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada PT Tanimbar Energi kembali menghadirkan dinamika penting. Pada Selasa (7/4/2026), Jaksa Penyidik, Garuda Cakti Vira Tama, menjalani pemeriksaan sebagai saksi verbalisan di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Ambon.

Pemeriksaan ini menjadi ruang klarifikasi terhadap berbagai isu yang sebelumnya berkembang, khususnya terkait teknis penyidikan dan penyusunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Sejumlah hal yang sempat dipersoalkan di luar persidangan kini dibedah secara terbuka, dengan penekanan bahwa aspek prosedural harus dilihat secara utuh, bukan sepotong-sepotong.

Salah satu isu yang mencuat adalah terkait lokasi pemeriksaan saksi, termasuk pelaksanaan pemeriksaan di luar kantor seperti di Excelso. Dalam keterangannya, Jaksa menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi psikologis saksi, khususnya adanya penyampaian mengenai keadaan traumatik dari saksi Rofina Kelitadan, A.Md. Oleh karena itu, pemeriksaan dilakukan secara lebih humanis agar saksi dapat memberikan keterangan secara bebas, jujur, dan tanpa tekanan. Langkah tersebut, ditegaskan memiliki dasar dalam praktik hukum acara sebagaimana diatur dalam Pasal 119 KUHAP lama.

Selain itu, isu mengenai ketidaksesuaian hari maupun tanggal pemeriksaan, termasuk narasi adanya pemeriksaan di tanggal yang sama di lokasi berbeda seperti Malang dan Manado, turut menjadi perhatian. Dalam persidangan dijelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari dinamika administratif dan teknis yang terjadi dalam proses penyidikan lintas daerah. Pada prinsipnya, pemeriksaan tetap dilakukan secara langsung kepada pihak-pihak terkait.

Baca Juga  Kejari Aru Sita Aset Terpidana ENGELBERTUS ALS KIONG

Hal penting lainnya yang dikonfirmasi adalah pemeriksaan terhadap sejumlah saksi pada tanggal 21 November 2025, termasuk Ricky Jauwerisa, Rofina Kelitadan, A.Md, Ruben Benharvioto moriolkossu, dan Petrus Masela. Seluruh proses tersebut ditegaskan berlangsung tanpa paksaan maupun tekanan, dengan setiap keterangan telah dibaca ulang, dipahami, dan ditandatangani langsung oleh para saksi yang bersangkutan.

Dalam konteks pemeriksaan ahli, mobilitas lintas daerah yang meliputi Ambon, Manado, hingga Malang juga menjadi sorotan. Namun, Garuda Cakti Vira Tama menegaskan bahwa seluruh rangkaian tersebut benar dilakukan secara langsung sebagai bagian dari upaya menghadirkan keterangan ahli yang komprehensif. Pergerakan antar kota yang padat, bahkan dalam waktu yang berdekatan, merupakan konsekuensi dari jadwal pemeriksaan yang intens, di mana Jaksa harus berpindah dari satu kota ke kota lain dalam hari yang sama demi memastikan seluruh ahli dapat diperiksa secara langsung.

Baca Juga  Mahasiswa KKN UKIM Didorong Jadi Agen Perubahan di Kota Ambon

Di sisi lain, dijelaskan pula bahwa dalam praktiknya, dokumen BAP kerap dikirimkan terlebih dahulu kepada saksi dan ahli untuk mempermudah dan mempercepat proses pemeriksaan. Namun demikian, penandatanganan tetap dilakukan setelah pemeriksaan berlangsung, sebagai bentuk konfirmasi atas kebenaran isi keterangan yang telah diberikan.

Jaksa juga menyinggung keterbatasan jumlah personel di daerah seperti Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang menuntut strategi kerja yang efektif dan efisien tanpa mengurangi kualitas pembuktian. Hal ini menjadi latar belakang berbagai langkah teknis yang diambil selama proses penyidikan.

Pada akhirnya, ditegaskan kembali prinsip mendasar dalam hukum acara pidana : bahwa keterangan yang sah dan memiliki kekuatan pembuktian adalah keterangan yang disampaikan di persidangan. Sementara itu, keterangan dalam BAP berfungsi sebagai bagian dari alat bukti awal yang membantu penyidik dalam menentukan arah penanganan perkara.

Melalui pemeriksaan verbalisan ini, ruang sidang kembali memperlihatkan fungsinya sebagai arena pengujian fakta. Di tengah berbagai isu teknis yang sempat mencuat, substansi perkara tetap berdiri sebagai inti bahwa proses hukum harus berjalan secara transparan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan publik maupun hukum itu sendiri. (PT)

Share :

Baca Juga

Hukum dan Kriminal

Soal Proses Hukum Dana BOSSMAN. 3 SBB, Lewakabessy: Perlu Ditindak Sesuai Ketentuan Hukum Yang Berlaku

Hukum dan Kriminal

KAJATI MALUKU BUKA RUANG KERJASAMA SAAT KUNJUNGAN DANKODAERAL IX AMBON

Hukum dan Kriminal

Upayakan Peningkatan Layanan KI, Kumham Maluku bersama DJKI Gelar FGD dan In-Depth Interview Survey IKM

Hukum dan Kriminal

KEJATI MALUKU BERSAMA KEJARI SBB BERHASIL MENGHENTIKAN PENUNTUTAN PERKARA BERDASARKAN KEADILAN RESTORATIF

Hukum dan Kriminal

KAJATI AGOES SP, LANTIK 11 CPNS CALON JAKSA DALAM FORMASI PENELAAH PENUNTUTAN DAN PENEGAKAN HUKUM DI WILAYAH MALUKU

Hukum dan Kriminal

14 Warga Binaan Lapas Perempuan Ambon Diusulkan Terima Remisi Khusus Natal 2025

Hukum dan Kriminal

Dugaan Tipikor dana desa Laikat capai 350 juta rupiah, Ketua 2PAM3 apresiasi kinerja pihak Insopektorat dan Kejari Minut

Hukum dan Kriminal

DPD PJS Sumut Desak Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Wartawan di Toba