Home / Hukum dan Kriminal

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:32 WIB

KAJATI, PIMPIN UPACARA HUT KE-75 PERSATUAN JAKSA INDONESIA

Ambon, PT – Kejaksaan Tinggi Maluku dalam rangka Upacara Memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) tahun 2026, dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Rudy Irmawan, S.H.,M.H dan dihadiri oleh para Pejabat Utama dan seluruh Pegawai Jaksa dan Tata Usaha, di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, pada Rabu (6/5/2026).

HUT ke-75 Persaja tahun 2026 ini, mengusung tema “PERSAJA sebagai Hiposentrum Penguatan Kejaksaan RI dalam Mengawal Kedaulatan dan Stabilitas Nasional.” Tema tersebut sebagai motivasi untuk merefleksikan tekad serta komitmen bersama untuk menempatkan PERSAJA sebagai pilar utama dalam memperkuat peran dan fungsi Kejaksaan sebagai garda terdepan dalam penegakan hukum.

Selaku Inspektur Upacara, Kajati Maluku Rudy Irmawan membacakan amanat Jaksa Agung RI yang diawali dengan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyelenggarakan kegiatan hari ini hingga berjalan dengan tertib dan lancar.

“Tujuh puluh lima tahun yang lalu, para pendahulu Kejaksaan mendirikan organisasi PERSAJA dengan satu semangat, yaitu mempersatukan korps Adhyaksa dalam satu ikatan batin dan kesamaan pola pikir untuk membela kepentingan negara dan masyarakat,” Ungkap Kajati dalam amanat Jaksa Agung.

Ia menambahkan, PERSAJA wajib berperan aktif sebagai motor penggerak dalam memajukan profesi Jaksa, serta melaksanakan kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh seluruh anggota, baik di tingkat pusat maupun di daerah, sehingga akan bermuara pada kemajuan institusi yang kita cintai.

Baca Juga  TIM TABUR KEJAKSAAN TINGGI MALUKU, BERHASIL AMANKAN DPO TERPIDANA KASUS NARKOTIKA

Oleh karena itu, keberadaan PERSAJA sangat strategis dalam mendukung terbentuknya Jaksa yang profesional, responsif, berintegritas, andal serta menjadi bekal utama dalam mewujudkan kedaulatan dan stabilitas nasional.

Lebih lanjut, Kajati Maluku menyebut bahwa Jaksa Agung sangat mengapresiasi seluruh jajaran atas dedikasi, kerja keras, konsistensi, dan komitmen seluruh insan Adhyaksa dalam menegakkan hukum secara profesional dan berintegritas sehingga berdasarkan hasil survei Kejaksaan telah menempati posisi sebagai lembaga penegak hukum yang paling dipercaya oleh masyarakat.

“Kepercayaan ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan melalui kinerja, transparansi, serta akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan tugas, agar Kejaksaan tetap menjadi institusi yang dipercaya oleh masyarakat,” Pinta Jaksa Agung.

Menindaklanjuti pemberlakuan KUHP dan KUHAP yang baru sebagai tonggak pembaruan sistem hukum nasional, Jaksa Agung menjelaskan bahwa Transformasi sistem hukum pidana nasional tentu bukan sekadar perubahan norma, tetapi perubahan paradigma dari pendekatan yang cenderung prosedural dan normatif menuju pendekatan yang lebih humanis, restoratif, dan berorientasi pada keadilan substantif.

“Kita harus mampu adaptif dan meningkatkan sense of crisis khususnya pada setiap penanganan perkara, agar setiap tugas yang dilaksanakan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” Ujarnya.

Kompleksitas dan luasnya tugas serta fungsi Kejaksaan saat ini, menjadi tantangan yang harus diperhitungkan dengan matang. Olehnya itu, Jaksa Agung melalui amanatnya menegaskan bahwa PERSAJA harus tampil sebagai pemberi gagasan utama bagi Institusi dalam mewujudkan transformasi sistem hukum yang menjadi cerminan kedaulatan dan stabilitas nasional. Selain itu, PERSAJA juga harus menjadi garda terdepan dalam menjaga etika profesi dan marwah institusi.

Baca Juga  KEJATI MALUKU-CABJARI WAHAI BERHASIL MENGHENTIKAN PERKARA 351 BERDASARKAN KEADILAN RESTORATIF

“Momentum ulang tahun berlian (Diamond Anniversary) ini, harus kita maknai sebagai ajang untuk mempererat jiwa korsa, memperkuat soliditas, dan meneguhkan solidaritas di antara seluruh insan Adhyaksa,” Ucapnya.

Dalam konteks ini, PERSAJA memiliki peran sentral sebagai pemersatu yang menumbuhkan dan menjaga nilai-nilai kebersamaan yang mampu menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar Jaksa lintas wilayah, lintas generasi, dan lintas bidang penugasan.

“Saya menegaskan bahwa kekompakan bukan berarti kita tidak peduli terhadap kekurangan, melainkan menjadi kekuatan untuk saling mengingatkan dan memperbaiki. Jadilah seperti rantai yang saling menguatkan, kokoh karena bersama, kuat karena bersatu!,” Tegas Jaksa Agung.

Mengakhiri amanatnya, Jaksa Agung mengajak kepada seluruh Warga Adhyaksa untuk menjadikan momentum hari ini sebagai sarana evaluasi sekaligus langkah strategis untuk memajukan organisasi dan institusi dengan memperkuat komitmen dalam meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, dan mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

“Mari kita jadikan PERSAJA sebagai hiposentrum yang memberikan energi positif bagi seluruh insan Adhyaksa. Saya yakin, dengan semangat kebersamaan dan dedikasi yang tinggi, kita akan mampu menjawab setiap tantangan dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia,” Tutup Jaksa Agung melalui amanat yang dibacakan Kajati Maluku Rudy Irmawan. (PT)

Share :

Baca Juga

Hukum dan Kriminal

Begal Motor Disertai Kekerasan terhadap Perempuan di Lateri Ambon Dilaporkan ke Polsek Baguala

Hukum dan Kriminal

KEJAKSAAN TINGGI MALUKU, KEMBALI BERHASIL TUNTASKAN PENANGANAN PERKARA MELALUI JALUR RESTORATIF JUSTICE

Hukum dan Kriminal

KASUS TANIMBAR ENERGI : REPLIK DIBACAKAN, DALIL DIBONGKAR, DAN PEMBELAAN KEHILANGAN WAJAHNYA

Hukum dan Kriminal

Penetapan Tersangka Tak Sesuai Prosedur, Kuasa Hukum JJ Ajukan Praperadilan

Hukum dan Kriminal

Dugaan Pelanggaran Pemilu di Pulau Buru, Ternate : Kinerja Bawaslu Perlu Dievaluasi

Headline

DPO “GS” TERSANGKA DUGAAN KORUPSI PROYEK JALAN INAMOSOL – SBB, BERHASIL DIRUNGKUS KEJAKSAAN

Hukum dan Kriminal

Kemenkumham Maluku Dorong Perlindungan KI Lewat Pengembangan SDM

Hukum dan Kriminal

KEJAKSAAN TINGGI MALUKU GELAR RAPAT KOORDINASI TIM ALIRAN KEPERCAYAAN DAN KEAGAMAAN