Home / Hukum dan Kriminal / Kab. Seram Bagian Barat

Rabu, 29 Oktober 2025 - 14:54 WIB

Dugaan Korupsi Dana BOS SMAN 3 SBB, Singerin: Saya Tidak Kasih Ampun Kalau Ada yang ‘Pencuri’ Uang Negara

AMBON, PT – Dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA Negeri 3 Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, tahun anggaran 2023 dan 2024 yang diduga dikelola sendiri oleh Kepala Sekolah Welmina Tomtala, mendapat tanggapan serius dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd., M.Pd.

Singerin menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ampun kepada siapa pun yang menyelewengkan dana BOS.

“Kalau ada yang terindikasi korupsi, saya akan tindak sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” tegas Singerin kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (27/10/2025).

Menurutnya, Dinas Pendidikan telah menyampaikan surat kepada seluruh kepala sekolah agar menyiapkan administrasi yang berkaitan dengan pengelolaan dan penggunaan dana BOS di masing-masing sekolah.

“Tujuannya adalah menjaga kepercayaan pemerintah terhadap bantuan anggaran dana BOS agar digunakan dengan baik dan benar, untuk peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, serta mencerdaskan anak bangsa di Provinsi Maluku,” ujarnya.

Baca Juga  PJ. Bupati SBB Instruksikan Tutup Gerbang Bagi ASN Yang Malas Berkantor

Ia menambahkan, penggunaan dana BOS sudah diatur dengan jelas, yakni untuk membiayai kebutuhan pendidikan di sekolah. Karena itu, pengelolaannya harus transparan dan diketahui oleh komite sekolah serta dewan guru, melalui rapat mufakat sebelum dilakukan penggunaan.

Lebih lanjut Singerin menjelaskan, pihaknya terus memberikan pemahaman kepada kepala sekolah melalui rapat koordinasi bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan di 11 kabupaten/kota di Maluku.

“Kami sedang melakukan pemetaan terhadap kepala sekolah untuk mengetahui status, karakter, dan lama masa tugasnya — apakah sudah tiga tahun, dua tahun, satu tahun, atau baru diangkat. Ini sedang kami data,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan, dirinya baru dua bulan menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, dan saat ini tengah mempelajari kondisi internal dinas.

“Saya belum menggelar pertemuan dengan kepala sekolah maupun kepala cabang dinas. Dua bulan ini saya masih melihat apa yang harus dibenahi,” jelasnya.
“Harus ada kontrol yang ketat agar tidak memberi ruang bagi penyalahgunaan dana BOS,” tambahnya.

Menurut Singerin, Kepala Cabang Dinas Pendidikan memiliki kewenangan untuk melaporkan kondisi guru maupun kepala sekolah di wilayahnya kepada Dinas Pendidikan Provinsi.

Baca Juga  Mantan Sekda SBB Jadi Ketua Tim Relawan Paslon HATI

“Jika ada laporan dari cabang dinas terkait dugaan kecurangan penggunaan dana BOS, maka akan dikoordinasikan dengan Inspektorat untuk dilakukan audit. Bila terbukti ada penyimpangan, tentu akan ditindak sesuai aturan,” paparnya.

Lebih lanjut, Singerin menyebut pihaknya juga akan memeriksa keberadaan sekolah, jumlah murid, dan tenaga pengajar. Saat ini, katanya, pihaknya masih menunggu laporan resmi terkait kepala sekolah yang bersangkutan.

“Semua langkah ini dilakukan demi perubahan dan peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Maluku,” pungkas Kadis Pendidikan Maluku. (PT)

Share :

Baca Juga

Kab. Seram Bagian Barat

Sekda SBB Buka Sosialisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

Hukum dan Kriminal

KAJATI MALUKU SAMBUT KEDATANGAN TIM INSPEKSI BIDANG PENGAWASAN KEJAKSAAN AGUNG

Hukum dan Kriminal

KAJATI MALUKU SAMBUT KEDATANGAN KEPALA BPKP PERWAKILAN MALUKU, BANGUN SINERGITAS ANTAR LEMBAGA

Hukum dan Kriminal

KEJAKSAAN BERHASIL LAKUKAN PENGHENTIAN PENUNTUTAN BERDASARKAN KEADILAN RESTORATIF ATAS PERKARA 351 DI TEON NILA SERUA, WAIPIA

Kab. Seram Bagian Barat

Iringan Hadrat dan Tarian Cakalele Antarkan Paslon AMANUSA Daftar di KPUD SBB

Kab. Seram Bagian Barat

Harga satuan barang tidak sesuai : proses pencairan pihak ketiga tertunda 

Hukum dan Kriminal

Soal Dugaan Korupsi Dana BOS SMAN 3 SBB, Kepsek Dinilai Pembohong Publik

Hukum dan Kriminal

KEJARI SBB TAHAN 2 TERSANGKA KASUS KORUPSI BANSOS COVID-19 SENILAI RP 5,5 MILIAR