Home / Hukum dan Kriminal

Kamis, 5 Juni 2025 - 18:06 WIB

Bandara Pattimura Ambon Gagalkan Penyelundupan 33,5 Kg Merkuri

Ambon, PT – Bandara Pattimura Ambon berhasil menggagalkan penyelundupan 33,5 Kg Merkuri.

Pernyataan ini diakui General Manager Bandara Pattimura, Shively Sansouchi kepada media saat konferensi Pers yang berlangsung, Kamis 5 Juni 2025.

Ia mengungkapkan adanya penemuan dan upaya pengiriman ilegal bahan berbahaya,  yang terjadi berulang kali antara 24 Mei hingga 2 Juni 2025. Total terdapat 7 percobaan pengiriman dengan berat keseluruhan 33,5 kilogram, dibungkus dalam 7 kardus. Barang-barang tersebut terdeteksi melalui sistem keamanan dan ditahan karena mengandung cairan korosif berbahaya, yang dikhawatirkan dapat merusak struktur logam pesawat.

Koordinasi Lintas Instansi: Menindak Tegas Pengiriman Bahan Berbahaya

Barang yang diamankan kemudian dianalisis secara teknis bersama instansi terkait, yakni Dinas ESDM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku, dan Lanud Pattimura. Hasil uji laboratorium menyatakan bahwa cairan tersebut positif merupakan merkuri, suatu zat berbahaya yang dilarang beredar bebas di Indonesia.

Baca Juga  PT DSA dan Pemkot Ambon Tanam Pohon untuk Lindungi Sumber Air Bersih Wai Ruhu

Dukungan Penegakan Hukum dan Komitmen Penghapusan Merkuri

Kolonel Pnb Sugeng Sugiharto, S.Sos., MM dari Lanud Pattimura menegaskan bahwa keamanan bandara akan terus dijaga ketat dari segala bentuk penyelundupan barang berbahaya. Ia juga mengimbau agar seluruh pihak menghentikan upaya mengedarkan bahan berbahaya melalui jalur udara.

Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Roy Siauta, mengapresiasi kinerja pengamanan bandara. Ia menekankan bahwa kasus ini harus segera ditindak oleh aparat hukum, karena peredaran merkuri secara ilegal merupakan pelanggaran serius terhadap Perpres No. 21 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri, yang menargetkan penghapusan merkuri 100% pada tahun 2025.

Baca Juga  Dugaan Korupsi Dana BOS SMAN 3 SBB, Singerin: Saya Tidak Kasih Ampun Kalau Ada yang ‘Pencuri’ Uang Negara

Asal Usul dan Bahaya Merkuri: Penjelasan dari Dinas ESDM

Kadis ESDM Provinsi Maluku, Abdul Haris, menjelaskan bahwa merkuri biasanya berasal dari batu sinabar, yang kemudian diolah menjadi zat cair beracun. Meskipun bahan bakunya tergolong mineral, hasil olahannya dalam bentuk merkuri dilarang keras untuk diproduksi maupun diedarkan karena sangat membahayakan kesehatan dan lingkungan. (PT)

Share :

Baca Juga

Hukum dan Kriminal

KAJATI MALUKU AGOES SP, SAMBUT BAIK KUNJUNGAN SILATURAHMI KEPALA CABANG PT. ASDP AMBON

Hukum dan Kriminal

WASPADAI AKSI BULLYING, KEJATI MALUKU TURUN SOSIALISASI KE SMA XAVERIUS AMBON.

Hukum dan Kriminal

KEJAKSAAN TINGGI MALUKU BERSAMA KEJARI MBD BERHASIL TUNTASKAN KASUS 351 LEWAT JALUR KEADILAN RESTORATIF

Hukum dan Kriminal

Diduga Cacat Hukum, Bupati Maluku Tengah Diminta Tunda Pelantikan KPN Tuhaha

Hukum dan Kriminal

KEJATI MALUKU-CABJARI WAHAI BERHASIL MENGHENTIKAN PERKARA 351 BERDASARKAN KEADILAN RESTORATIF

Hukum dan Kriminal

Majelis Hakim Tipikor Putuskan 3 Terdakwa Perkara Korupsi DD/ADD Negeri Haya

Hukum dan Kriminal

PTUN Ambon Panggil Reno Rehatta Terkait Eksekusi Putusan Sengketa dengan Wali Kota Ambon

Hukum dan Kriminal

Wartawan dan Narasumber Berita Tak Dapat Dipidana Atas Delik Pencemaran Nama Baik