Home / DPRD Maluku

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:59 WIB

DPRD Maluku Minta Kebutuhan Tenaga Kerja Blok Masela Disosialisasikan Sejak Dini

Ambon –PT – Anggota Komisi IV DPRD Maluku, Yan Zamora Noach, meminta pemerintah daerah dan pihak investor lebih terbuka dalam menyampaikan kebutuhan tenaga kerja untuk proyek strategis nasional, termasuk proyek migas Blok Masela, sehingga masyarakat Maluku dapat mempersiapkan diri sesuai kompetensi yang dibutuhkan.

Kepada wartawan di Kantor DPRD Maluku, Kamis (4/6/2026), Noach mengaku hingga saat ini belum melihat adanya informasi yang jelas mengenai kebutuhan tenaga kerja dari operator proyek tersebut.

“Sampai sejauh ini saya belum bisa banyak bicara soal kesiapan pemerintah daerah menyiapkan tenaga kerja, karena saya belum melihat ada informasi yang jelas mengenai kebutuhan tenaga kerja di sana.

Kalau kita bicara kebutuhan operator, harus ada informasi yang disampaikan sehingga kompetensi yang dibutuhkan benar-benar diketahui,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum pelaksanaan proyek berjalan lebih jauh, investor dan operator perlu melakukan sosialisasi melalui diskusi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta masyarakat.

Langkah itu penting agar masyarakat memperoleh gambaran mengenai jenis pekerjaan dan kompetensi yang dibutuhkan.

Baca Juga  DPRD Maluku Soroti ASN Tersangka Korupsi Proyek Air Bersih Haruku, Minta Pemprov Perketat Seleksi Pejabat

Ia mencontohkan, informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja seperti tukang las, teknisi pipa, maupun berbagai profesi lainnya harus disampaikan secara terbuka.

Dengan demikian, pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan industri.

“Yang paling penting adalah sertifikat kompetensi. Kalau masyarakat sudah tahu kebutuhan tenaga kerja apa saja, mereka bisa mengikuti pelatihan yang tepat sehingga saat dibutuhkan mereka sudah siap,” katanya.

Noach juga menilai perlu ada pemetaan kebutuhan tenaga kerja sejak tahap konstruksi hingga tahap produksi. Menurutnya, informasi mengenai jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan serta jenis kompetensinya harus diketahui sejak awal agar program pelatihan yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran.

“Harus dijelaskan berapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan pada masa konstruksi, kemudian saat produksi, dan kompetensi apa saja yang diperlukan pada masing-masing tahap itu,” ujarnya.

Baca Juga  Benhur Watubun: Fakultas Hukum UKIM Jadi Fondasi Penting Cetak SDM Hukum Berkualitas

Ia menambahkan, tenaga kerja dari luar daerah umumnya telah memiliki informasi dan kesiapan yang lebih baik karena dekat dengan sumber informasi dari investor maupun operator proyek. Karena itu, masyarakat Maluku tidak boleh tertinggal akibat minimnya akses informasi.

Terkait persentase tenaga kerja lokal yang akan terserap dalam proyek tersebut, Noach mengaku DPRD Maluku belum memperoleh data resmi. Namun demikian, pihaknya akan terus memantau perkembangan proyek agar masyarakat Maluku mendapat kesempatan kerja yang optimal.

“Pengangguran di Maluku masih cukup tinggi. Karena itu, setiap informasi terkait pelatihan pasti diminati masyarakat. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah pelatihan yang diikuti benar-benar sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang nantinya tersedia,” katanya.

DPRD Maluku, lanjut Noach, akan terus mengawasi proses penyiapan tenaga kerja lokal agar manfaat proyek strategis nasional dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Maluku, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.(PT)

Share :

Baca Juga

DPRD Maluku

Jelang Sidang Sinode ke-39, Ketua DPRD Maluku: GPM Mitra Strategis Bangun Maluku

DPRD Maluku

Rapat Paripurna DPRD Maluku Tetapkan 12 Rancangan Perda Prioritas Tahun 2025

DPRD Maluku

Kasus Hilangnya Dokumen Dinas Pendidikan Maluku: DPRD Desak Penegakan Hukum dan Disiplin ASN

DPRD Maluku

DPRD Maluku Soroti Perubahan Trayek Kapal Perintis 2026, Pelabuhan Kroin dan Luan Terancam Terisolasi

DPRD Maluku

DPRD Maluku Lanjutkan Pengawasan Tahap II Proyek Fisik yang Didanai APBD dan APBN

DPRD Maluku

Komisi III DPRD Maluku Soroti Penurunan Pendapatan Daerah dalam Pembahasan APBD 2026

DPRD Maluku

Farhatun Rabiah Samal Layak Jabat Sekretaris DPRD Maluku

DPRD Maluku

Rutasouw Fokus Tingkatkan Ekonomi Masyarakat SBB Lewat Hasil Reses