Home / DPRD Maluku

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:20 WIB

DPRD Maluku Desak Transparansi Audit Dugaan Fraud Kredit Kece BRI

Oplus_131072

Oplus_131072

Ambon, PT- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku mempertanyakan hasil audit internal terkait dugaan fraud pada Program Kredit Cepat (Kece) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pasahari yang hingga kini belum diumumkan secara resmi kepada publik.

Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, menegaskan bahwa pihaknya belum menerima informasi resmi mengenai hasil audit yang dilakukan oleh tim BRI wilayah Makassar. Padahal, kejelasan hasil audit sangat dinantikan para nasabah yang terdampak.

Dalam keterangannya di Gedung DPRD Maluku, Senin (2/3/2026), Alhidayat menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada informasi terbaru mengenai hasil audit tersebut.

Menurutnya, sebagai bank milik negara, BRI harus menjunjung tinggi prinsip keterbukaan kepada masyarakat, khususnya para nasabah yang menjadi korban dugaan penyimpangan.

Baca Juga  Rencana Alih Fungsi Pasar Wainitu dan Pasar Air Kuning di Ambon, Berikut Penjelasan Wali Kota

“BRI ini bank negara, harus terbuka kepada warga negara yang menjadi nasabah. Masyarakat menunggu nasib mereka. Mereka tidak terlibat, tetapi justru menjadi korban,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa transparansi menjadi hal mendasar untuk memberikan kepastian hukum serta melindungi hak-hak nasabah Program Kredit Kece di Unit Pasahari.

Meski hasil audit internal dari tim BRI Makassar belum dipublikasikan, DPRD Maluku memastikan bahwa hasil pemeriksaan awal dugaan fraud telah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Masohi.

Proses hukum kini berada dalam penanganan aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami pertanyakan kapan hasil audit dari tim BRI Makassar itu keluar. Namun untuk hasil pemeriksaan awal sudah masuk di Kejaksaan Negeri Masohi,” ujar Alhidayat.

Baca Juga  DPRD Maluku Soroti Pengeboman Ikan di Wetar Barat dan Timur

DPRD Maluku berharap manajemen BRI segera menyampaikan hasil audit internal secara terbuka dan akuntabel guna mencegah spekulasi serta meredam keresahan di tengah masyarakat.

Transparansi dinilai penting untuk:

Memulihkan kepercayaan publik terhadap BRI

Memberikan kepastian kepada nasabah terdampak

Mendukung proses penegakan hukum yang objektif dan profesional

Menghindari polemik berkepanjangan

Kasus dugaan fraud Program Kredit Kece di BRI Unit Pasahari kini menjadi perhatian publik di Maluku, terutama bagi para nasabah yang menunggu kejelasan atas hak dan tanggung jawab mereka. (PT)

Share :

Baca Juga

DPRD Maluku

Ketua DPRD Maluku Salurkan Hewan Kurban di Tiga Masjid Saat Idul Adha

DPRD Maluku

Komisi II DPRD Maluku Mulai Pengawasan ke Daerah, Fokus SPBU, BBM, dan Realisasi APBD

DPRD Maluku

Gubernur Maluku Serahkan Dokumen KUA-PPAS Perubahan APBD 2025 ke DPRD

DPRD Maluku

Irawadi: Fraksi NasDem Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Provinsi Maluku

DPRD Maluku

Soal Revitalisasi SMA Negeri 29 SBB yang Telah Masuk Ranah Hukum, Rimaniar: Jangan Mengadu Domba Sesama Komisi IV DPRD Maluku

DPRD Maluku

Anos Yeremias Imbau Warga Waspada Kabut Asap, Minta Siapkan Masker Secara Mandiri

DPRD Maluku

Benhur Watubun Dukung Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Provinsi Maluku

DPRD Maluku

Watubun Ajak Masyarakat Maluku Dukung Program Presiden Prabowo Demi Kemajuan Bersama