Home / DPRD Maluku

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:12 WIB

DPRD Maluku Minta BKD Buka Data Penempatan ASN dan PPPK Pendidikan Secara Transparan

Oplus_131072

Oplus_131072

AMBON, PT- Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Eddyson Sarimanela, meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku untuk membuka secara transparan seluruh data penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di sektor pendidikan.

Permintaan tersebut disampaikan Eddyson Sarimanela saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor DPRD Provinsi Maluku, Rabu (14/1/2026).

Menurut Eddyson, data yang diminta harus disajikan secara rinci dengan format “by name by address”, mencakup nama setiap tenaga pendidik hingga lokasi penugasan mereka di seluruh wilayah Maluku.

“Kami membutuhkan data yang jelas dan lengkap untuk memastikan bahwa penempatan guru dilakukan secara adil dan tepat sasaran. Transparansi sangat penting guna menjaga kepercayaan publik,” ujar Eddyson.

Eddyson menegaskan bahwa penempatan tenaga pendidik merupakan bagian penting dari tanggung jawab negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, proses penugasan harus mengedepankan keadilan, objektivitas, dan profesionalisme, tanpa dipengaruhi kepentingan pribadi atau hubungan tertentu.

Baca Juga  Pemprov Papua Tengah Dukung 100 Persen Kehadiran Maskapai TransNusa

“Ini bukan soal suka atau tidak suka. Penempatan guru adalah tanggung jawab negara yang harus dilakukan secara adil untuk semua pihak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Eddyson berharap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku yang baru nantinya dapat membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan sektor pendidikan.

Ia mengakui bahwa hingga saat ini, perkembangan pendidikan di Maluku masih belum menunjukkan kemajuan yang optimal.

“Kita harus jujur mengakui bahwa pendidikan di Maluku masih membutuhkan banyak perbaikan. Kami berharap kepemimpinan baru di Disdikbud mampu menghadirkan kemajuan nyata,” katanya.

Eddyson juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap penempatan ASN dan PPPK menjadi tanggung jawab DPRD, karena berkaitan langsung dengan kebijakan pemerintah daerah serta penggunaan anggaran publik.

Baca Juga  Komisi III DPRD Maluku Soroti Penurunan Pendapatan Daerah dalam Pembahasan APBD 2026

Permintaan pembukaan data ini, lanjutnya, merupakan respons atas banyaknya keluhan masyarakat terkait penempatan dan pengelolaan tenaga pendidik.

“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat. Karena itu, kami meminta klarifikasi menyeluruh agar persoalan ini menjadi terang,” jelasnya.

Selain data penempatan, Eddyson meminta penjelasan terkait mekanisme pengangkatan PPPK di sektor pendidikan, termasuk sistem kontrak serta prosedur perpanjangan kontrak.

Ia juga menyoroti nasib tenaga honorer yang telah mengabdi puluhan tahun, namun belum mendapat kesempatan diangkat menjadi PPPK atau ASN.

“Mereka yang sudah mengabdi lama harus mendapat perhatian serius. Jangan sampai dedikasi puluhan tahun tidak dihargai. Karena itu, data lengkap menjadi sangat penting,” tandas Eddyson. (PT)

Share :

Baca Juga

DPRD Maluku

Gubernur Maluku Serahkan Dokumen KUA-PPAS Perubahan APBD 2025 ke DPRD

DPRD Maluku

Fraksi PDIP DPRD Maluku Tegas Tolak PT Batu Licin Beroperasi di Kei Besar

DPRD Maluku

DPRD Maluku Soroti Dugaan Kebohongan PT BKP- BTR soal Tenaga Kerja Lokal

DPRD Maluku

Minim Dukungan Disdik, DPRD Maluku Bantu SMN 12 Ambon

DPRD Maluku

DPRD Maluku Apresiasi Sikap Tegas Gubernur Putus Kontrak PT BPT sebagai Pengelola Ruko Mardika

DPRD Maluku

Ketua Komisi III DPRD Maluku Soroti Ketidakhadiran Kadis PUPR Malteng dan MBD dalam Rapat Sinkronisasi Kebijakan

DPRD Maluku

Mahasiswa Kepung Kantor DPRD Maluku, Tolak Efisiensi Anggaran Presiden Prabowo

DPRD Maluku

Fakta Sebenarnya: Guru SRMA 40 Ambon Tidak Menyetrika Siswa, Hoaks Viral Diluruskan Komisi IV DPRD Maluku