AMBON, PUSARTIMUR.COM – Pemerintah Kota Ambon mengapresiasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-IV Tingkat Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Tahun 2026. Kegiatan keagamaan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun generasi Qurani sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dan toleransi antarumat beragama.
Apresiasi tersebut disampaikan Staf Ahli Pemerintah Kota Ambon, Fenly Masaowoy yang mewakili Walikota Ambon, Bodewin Wattimena saat menghadiri acara penutupan MTQ ke-IV Tingkat Negeri Laha Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Masaowoy mengatakan, selama tiga hari pelaksanaan MTQ, masyarakat telah disuguhkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh para qari dan qariah terbaik.
Menurutnya, kegiatan MTQ bukan sekadar perlombaan untuk mencari peserta terbaik dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana menghidupkan budaya membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya bagi generasi muda umat Islam di Kota Ambon.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Ambon, kami mengapresiasi dan menyambut positif Pemerintah Negeri Laha bersama seluruh masyarakat yang untuk kesekian kalinya turut membantu pemerintah dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia serta meningkatkan nilai-nilai spiritualitas umat beragama di Kota Ambon,” ungkapnya, Minggu (8/11/2026).
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Ambon memiliki komitmen untuk terus mendorong dan mendukung berbagai kegiatan keagamaan melalui 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon.
Dalam kesempatan tersebut, Masaowoy juga menyampaikan tiga pesan Wali Kota Ambon kepada seluruh peserta dan masyarakat, terutama generasi muda Muslim di Negeri Laha.
Pertama, ilmu pengetahuan merupakan identitas generasi Qurani.
Ia berharap generasi muda Muslim di Kota Ambon, khususnya Negeri Laha, dapat menjadikan ilmu pengetahuan sebagai landasan dalam membangun karakter dan meningkatkan kualitas diri.
Kedua, generasi Qurani tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkan kandungannya.
Menurutnya, para qari dan qariah tidak seharusnya hanya menjadikan kemenangan atau gelar juara sebagai tujuan utama dalam mengikuti MTQ.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan, melatih diri, serta memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an.
Dengan demikian, para peserta diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang unggul, berakhlak mulia, dan mampu menjadi teladan bagi sesama.
Ketiga, Al-Qur’an harus menjadi inspirasi dalam membangun toleransi, kerukunan, dan persaudaraan.
Masaowoy menekankan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an harus mampu menjadi pedoman dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis, sekaligus menjadi solusi atas berbagai persoalan umat dan bangsa.
Ia berharap generasi muda Islam di Negeri Laha, khususnya para qari dan qariah, dapat mengambil peran sebagai agen perdamaian serta penjaga kerukunan umat beragama di lingkungan masing-masing.
“Harapan kami, generasi muda Islam, khususnya para qari dan qariah kebanggaan kita, dapat menjadi agen-agen perdamaian dan penjaga kerukunan umat beragama di lingkungan masing-masing,” pesannya.
Menutup sambutannya, Masaowoy berharap pelaksanaan MTQ Negeri Laha dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi pembinaan generasi muda, penguatan nilai keagamaan, serta pemeliharaan kerukunan antarumat beragama di Kota Ambon.
Pelaksanaan MTQ ke-IV Negeri Laha Tahun 2026 ini diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. (PT)








