Home / Economy / Kota Ambon

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:46 WIB

BPJS Kesehatan Dorong Ambon Capai Universal Health Coverage, Tingkat Keaktifan Peserta Masih Perlu Ditingkatkan

AMBON, PT-  BPJS Kesehatan terus mendorong peningkatan cakupan dan keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Maluku, khususnya di Kota Ambon.

Hal tersebut disampaikan Deputi Direksi BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah IX, Asyraf Mursalina, saat melakukan rangkaian kunjungan kerja di Ambon, Kamis (25/6/2026).

Menurut Asyraf, pencapaian Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan semesta jaminan kesehatan di suatu daerah harus memenuhi dua syarat utama. Pertama, minimal 98 persen penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN, dan kedua, tingkat keaktifan peserta harus mencapai minimal 80 persen.

“Kalau kita bicara Provinsi Maluku, tingkat keaktifan peserta saat ini sudah mencapai sekitar 85 persen. Angka ini melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 80 persen,” ujarnya.

Namun, ia mengungkapkan bahwa kondisi di Kota Ambon masih memerlukan perhatian karena tingkat keaktifan peserta JKN masih berada di bawah target 80 persen. Meski demikian, Pemerintah Kota Ambon telah menunjukkan komitmen untuk bersama-sama meningkatkan angka keaktifan tersebut.

Baca Juga  PASCA PUNCAK MUDIK 15 MARET, BANDARA INTERNASIONAL PATTIMURA AMBON ANTISIPASI HADAPI LONJAKAN ARUS BALIK 29 MARET

“Kami sudah berdiskusi dengan Ibu Wakil Wali Kota Ambon. Pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya peningkatan keaktifan peserta JKN di Kota Ambon,” katanya.

Dalam kunjungannya, Asyraf juga menghadiri Forum Komunikasi dan Forum Kemitraan yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Maluku bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Pertemuan tersebut membahas berbagai kebutuhan pelayanan kesehatan di Maluku, mulai dari penambahan fasilitas kesehatan hingga kebutuhan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan.

Menurutnya, sejumlah daerah masih membutuhkan tambahan fasilitas kesehatan dan tenaga medis untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Baca Juga  OJK- BPS Umumkan SNLIK 2024

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku juga menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk kesulitan mempertahankan dokter spesialis di daerah.

“Pemprov ingin menyediakan dokter spesialis, tetapi sering kali dokter yang sudah ditempatkan harus melanjutkan pendidikan atau pindah tugas sehingga mencari penggantinya sangat sulit. Ini menjadi tantangan yang perlu dicarikan solusi bersama,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, BPJS Kesehatan bersama pemerintah daerah akan melakukan inventarisasi berbagai persoalan yang dihadapi untuk kemudian disampaikan kepada para pembuat kebijakan di tingkat pusat.

“Kondisi di Maluku memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Karena itu diperlukan kebijakan yang mempertimbangkan kondisi geografis dan kebutuhan daerah kepulauan,” tambahnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Akibat Cuaca Buruk Pesawat Garuda Tujuan Ambon Mendarat di Sorong

Economy

Tim Pembina Samsat Provinsi Maluku Gelar Rapat Pembahasan Rencana Kerja Tahun 2025

Economy

Pertamina Patra Niaga Pastikan Pertalite Tetap Disalurkan Sesuai Penugasan Pemerintah

Economy

Dari Acara ‘Mudik Aman, Keluarga Nyaman’: Korlantas POLRI Bersama PT Jasa Raharja dan Stakeholder Lainnya Siap Kawal Arus Mudik dan Balik Idulfitri 2025

Kota Ambon

Kemkomdigi: Tata Kelola Jadi Fokus Baru Transformasi Digital Pemerintah Daerah

Economy

Kapolri dan  Stakeholder Operasi Ketupat 2025 Resmikan Pelaksanaan One Way Nasional di KM 414 Kalikangkung

Economy

OJK Maluku, IAKN dan Pemkot Ambon Gelar Music Fiesta dan Pameran Pendidikan

DPRD Maluku

Diduga Lakukan Penimbunan dan Penjualan BBM Ilegal, DPRD Maluku Desak Pertamina Tutup  Sementara SPBU Tepa Pulau Babar