Home / Kota Ambon

Senin, 8 Desember 2025 - 13:50 WIB

Pemkot Ambon Tekankan Pentingnya RDTR untuk Penataan Kota yang Teratur, Modern, dan Berkelanjutan

Ambon, PT – Untuk Penataan Kota yang Teratur, Modern, dan Berkelanjutan, Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) menggelar kegiatan Konsultasi Publik Pertama penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk kawasan Baguala, Leitimur Selatan, serta Semenanjung Nusaniwe–Soya.

Kegiatan ini berlangsung di salah satu Hotel di Kota Ambon, Senin (8/12/2025).

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan RDTR menjadi instrumen penting dalam membentuk arah pembangunan kota menuju tata ruang yang lebih teratur, berkelanjutan, dan melindungi hak masyarakat adat.

Ia menyampaikan,  kondisi faktual Kota Ambon saat ini menunjukkan bahwa: Pertumbuhan kota tidak diiringi perencanaan yang matang sejak awal, Ruang-ruang kota berkembang tanpa pengaturan yang jelas, Fungsi ruang bercampur secara tidak tertib, Kawasan ekonomi, pemukiman, dan gedung pemerintahan berada dalam satu area tanpa zonasi yang tepat.

Baca Juga  PKK Kota Ambon Tegaskan Peran Kolaboratif Tekan Stunting, Dorong Generasi Emas 2045

Ia menilai, situasi ini menyebabkan kesemrawutan tata ruang, yang perlu segera diperbaiki melalui RDTR sebagai acuan baru pembangunan kota.

Ia menekankan beberapa manfaat utama RDTR, antara lain:

1. Mengatur ruang secara terukur dan teknis untuk pembangunan Kota Ambon.

2. Menjadi pedoman hukum penerbitan izin pembangunan, termasuk penentuan kesesuaian lokasi.

3. Mencegah pembangunan semrawut dan tidak teratur seperti yang terjadi saat ini.

4. Menetapkan pengaturan detail seperti: ketinggian bangunan, kepadatan bangunan, luas bangunan, ketentuan daerah rawan bencana, serta zonasi sepadan pantai dan kawasan berbukit.

5. Mengintegrasikan kepentingan pembangunan dengan perlindungan hak ulayat masyarakat adat.

RDTR dan KLHS juga memastikan bahwa pembangunan kota mempertimbangkan aspek keselamatan, lingkungan, dan keberlanjutan.

Ia berharap, seluruh raja negeri, kepala desa, dan pemangku kepentingan ikut hadir dalam konsultasi publik.

Tujuannya agar: Tidak muncul keberatan setelah RDTR disahkan, Semua kebutuhan wilayah adat terwakili, Pemerintah dan masyarakat memiliki pemahaman yang sama terhadap rencana penataan ruang.

Baca Juga  Wali Kota Ambon Dukung Investasi dan Pengembangan Sektor Kuliner

“Jangan sampai RDTR sudah ditetapkan, baru muncul komplain sana-sini,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pembangunan tidak lagi akan dipusatkan di wilayah kota lama.

Saat ini, perencanaan diarahkan ke: Kawasan Baguala hingga Leitimur Selatan, Kawasan Semenanjung Nusaniwe hingga Soya, Termasuk rencana pembangunan pusat pemerintahan baru di Passo.

Hal ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan wilayah dan pemerataan pembangunan.

Ia mengingatkan, penataan ruang harus dilakukan secara konsisten agar pembangunan tidak berubah-ubah sesuai pergantian kepemimpinan.

“Jangan sampai hari ini Wali Kota mau bangun di sini, besok Wali Kota berikutnya bangun di tempat lain. Itu tidak berkelanjutan,” ujarnya.

Karena itu, RDTR harus menjadi pedoman tetap jangka panjang, sehingga Ambon dapat berkembang modern, tertata, dan berdaya saing. (PT)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

Ambon Car Free Night 2026 Resmi Digelar, Walikota Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif

Headline

Gubernur Lantik Tiga Penjabat Daerah di Maluku

Hukum dan Kriminal

Kejati Maluku Terima Kunker dan Silaturahmi Danlantamal IX Ambon

Kota Ambon

20 Februari 2026, Pemkot Akan Gelar Festival Ramadhan

Kota Ambon

Wali Kota Ambon: Integritas ASN Kunci Sukses

Economy

Pemerintah Kota Ambon Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok & Stabilitas Harga Menjelang Idul Fitri

Kota Ambon

InJourney Airports Sukses Layani Keberangkatan 216 Ribu Calon Jemaah Haji

Kota Ambon

Wali Kota Ambon Ajak Warga Jaga Toleransi dan Kondusivitas Kota di Tengah Berbagai Tantangan Keamanan