Home / Economy

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:15 WIB

Pelindo Regional 4 Ambon Jelaskan Aturan Pembatasan Jam Operasional Truk Kontainer di Pelabuhan

oplus_0

oplus_0

Ambon, PT-  General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Ambon, Zahlan, memberikan penjelasan terkait penerapan aturan pembatasan jam operasional kendaraan angkutan barang, khususnya truk kontainer, yang keluar masuk kawasan pelabuhan di Ambon.

Menurut Zahlan, pihak pelabuhan berkomitmen untuk menjalankan aturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah, termasuk ketentuan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait pembatasan jam operasional kendaraan berat di dalam kota.

Ia menjelaskan, berdasarkan aturan tersebut, kendaraan angkutan barang yang keluar dari pelabuhan menuju dalam kota pada umumnya baru diperbolehkan beroperasi setelah pukul 22.00 WIT.

“Pada dasarnya kami berusaha konsisten menjalankan aturan pembatasan tersebut. Kendaraan yang keluar dari pelabuhan menuju kota biasanya diatur agar keluar setelah pukul 10 malam,” jelas Zahlan dalam buka puasa bersama Insan pers di Kantor Pelindo Regional 4 Ambon, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga  Bantuan TJSL InJourney Airports untuk Negeri Hatu dan Tawiri

Namun demikian, ia mengakui bahwa tidak semua kendaraan yang terlihat di jalan pada jam tersebut sepenuhnya berada dalam kendali pihak pelabuhan. Hal ini karena sebagian kendaraan berasal dari luar daerah atau dari luar kota yang menuju ke pelabuhan.

Menurutnya, kendaraan yang datang dari luar kota menuju kawasan pelabuhan seringkali melintas pada jam yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh pihak pelabuhan.

Selain itu, Zahlan menegaskan bahwa tidak semua kendaraan yang keluar dari kawasan pelabuhan merupakan milik atau berada di bawah kendali langsung PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Sebagian kendaraan merupakan milik perusahaan jasa transportasi atau pihak ketiga yang mengangkut barang dari dan ke pelabuhan.

“Kendaraan yang keluar dari pelabuhan itu sebagian merupakan milik perusahaan jasa transportasi, sehingga tidak semuanya berada di bawah kendali langsung pihak pelabuhan,” katanya.

Baca Juga  Pertamina Himbau Konsumen BBM Pertalite Wajib Daftar QR Code

Meski demikian, pihak pelabuhan tetap berupaya melakukan pengaturan agar aktivitas distribusi barang tidak menimbulkan kemacetan di dalam kota.

Zahlan juga menjelaskan bahwa terdapat pengecualian untuk beberapa jenis barang tertentu, seperti barang berbahaya atau barang kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Dalam kondisi tersebut, kendaraan dapat keluar dari pelabuhan di luar jam yang telah ditentukan dengan tetap memperhatikan prosedur yang berlaku.

Ia berharap penjelasan ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait mekanisme pengaturan kendaraan logistik di kawasan pelabuhan.

“Kami tetap berkomitmen untuk menjalankan aturan yang berlaku serta mendukung kelancaran distribusi logistik tanpa mengganggu aktivitas masyarakat di kota,” pungkasnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Jasa Raharja dan Korlantas Polri Dorong Masyarakat Tertib Berlal Lintas lewat Acara Retrospeksi Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Economy

Back to Root: Mini Pagelaran Hotel Santika Premiere Ambon  Ajak Menyelami Akar Budaya Indonesia dan Maluku

Economy

Lewat Harmoni Musik dan Tari, Hotel Santika Premiere Ambon Rayakan HUT ke- 81 Maluku

Economy

OJK, Kemendagri, dan Kemenko Perekonomian Gelar Rakornas TPAKD 2025

Economy

Sentuh 5,6 Juta Pendaftar, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Terus Dorong Masyarakat Daftar QR Code Pertalite

Economy

OJK Maluku Hadiri Rapat Pleno Bahas Capaian Program Kerja Triwulan III 2025 dan Penyusunan TPKAD 2026

Economy

Karyawan PT Jasa Raharja dan PT Jasaraharja Putera Mendapatkan Motivasi dari DR. Aqua Dwipayana

Economy

Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota Jumbo hingga 2.000 GB