Home / Kota Ambon

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:59 WIB

Launching Program Tenun.in di Ambon, Pemkot Dorong Kain Tenun Jadi Branding Maluku

Oplus_131072

Oplus_131072

Ambon, PT – Pemerintah Kota Ambon melalui Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, resmi melaunching Program Pemberdayaan Tenun.in di Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Rabu (4/3/2026).

Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong kain tenun sebagai branding unggulan Provinsi Maluku.

Ia menyampaikan, selama ini pengrajin kain tenun identik dengan perempuan berusia 40 hingga 50 tahun. Namun, pada saat peluncuran program, terlihat anak-anak tingkat SD dan SMP juga memiliki minat belajar menenun.

“Tenun sudah menjadi bagian dari masyarakat Tanimbar dan bahkan menjadi ikon daerah tersebut,” ujarnya.

Ia berharap, ke depan tidak hanya masyarakat Tanimbar yang mengembangkan tenun, tetapi juga masyarakat Pulau Ambon sehingga bisa menjadi identitas atau branding Maluku secara luas.

Baca Juga  Pembangunan Rumah Sakit Mata di Ambon: Menuju Pusat Layanan Kesehatan Mata di Indonesia Timur

Ia menegaskan, pentingnya dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam membina generasi muda agar keterampilan menenun tetap berkelanjutan.

“Warisan budaya ini jangan sampai hilang. Anak-anak harus dibina agar tradisi tenun tetap hidup,” tegasnya.

Sementara itu, CEO Tenun.in, Anggara Sutisna, menjelaskan bahwa Tenun.in telah berjalan sejak 2018 hingga 2026.

Pada lima tahun pertama, Tenun.in memulai pemberdayaan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya memproduksi kain tenun tradisional, tetapi juga mengembangkan produk turunan seperti: Fashion berbahan tenun, Aksesori, Produk kreatif bernilai tambah.

Tujuannya agar tenun mampu menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

“Kami berharap kolaborasi dari berbagai pihak dapat mempercepat akses tenun menuju pasar global,” ujarnya.

Baca Juga  Peserta KPPD Jakarta: Agenda hingga Penutupan Besok

Program Tenun.in di Ambon merupakan hasil kolaborasi antara: PT Sarana Multi Infrastruktur sebagai pendonor program CSR, Yayasan Insan Bumi Mandiri sebagai pelaksana program.

Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata dukungan sektor swasta terhadap pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi kreatif di Maluku.

Dengan peluncuran Program Tenun.in di Kota Ambon, Pemerintah Kota berharap kain tenun tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jika pembinaan generasi muda berjalan konsisten, bukan tidak mungkin kain tenun Maluku akan menjadi branding daerah yang dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional. (PT)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

Walikota Ambon: Penguatan Kapasitas Penanggulangan Bencana Jadi Prioritas Pemerintah 

Kota Ambon

Bodewin Wattimena – Mus Mualim (BOMM) viral di media sosial

Kota Ambon

Tiga Ruas Jalan Tak Dipungut Dishub Ambon Mempengaruhi PAD

Economy

Indosat Resmikan Mini Gerai IM3 dan 3Kiosk Pertama di Kota Ambon

Kota Ambon

Komite III DPD RI Gelar Rapat Dengar Pendapat dengan Jasa Raharja, Bahas Integrasi Jaminan Sosial bagi Korban Kecelakaan

Kota Ambon

Nasib 77 Pegawai Honorer Pemkot Ambon Masih Menggantung, BKPSDM Tunggu Jawaban Menpan-RB

Kota Ambon

Tegaskan Profesionalisme dan Tanggungjawab Jabatan, Walikota Lantik 7 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Kota Ambon

DP3AMD Kota Ambon dan TP PKK Gelar FAKOTA Berbagi “Piring Emas”, Edukasi Gizi Seimbang untuk Anak