Home / DPRD Maluku

Kamis, 20 November 2025 - 06:26 WIB

Komisi III DPRD Maluku Soroti Penurunan Pendapatan Daerah dalam Pembahasan APBD 2026

Oplus_131072

Oplus_131072

Ambon, PT- Komisi III DPRD Provinsi Maluku menggelar rapat pembahasan APBD 2026 di Ruang Komisi III, Rabu (19/11/2025), dengan fokus pada kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan signifikan pada pendapatan tahun 2025.

Anggota Komisi III, Halimun Saulatu, mengungkapkan  pendapatan Provinsi Maluku turun dari Rp3,1 triliun menjadi Rp2,4 triliun untuk tahun anggaran 2026. Penurunan tersebut diperkirakan akan mempengaruhi pagu anggaran bagi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam rapat, Halimun menegaskan bahwa meski anggaran OPD berpotensi menurun, pelayanan dasar dan pelayanan publik tidak boleh dikorbankan. OPD diminta melakukan reorientasi program agar kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga  DPRD Maluku Dorong Pengakuan Resmi Maluku sebagai Provinsi Kepulauan: Kunci Pemerataan Kesejahteraan

Komisi III juga menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai langkah strategis menghadapi penurunan pendapatan. BUMD seperti BPDM Pancakarya dan Maluku Energi diharapkan mampu mandiri dan menghasilkan PAD, bukan menjadi beban pemerintah.

“Tidak boleh lagi ada setoran modal kepada BUMD. Mereka harus berdiri sendiri dan berkontribusi bagi pendapatan daerah,” tegas Halimun.

Isu lain yang menjadi sorotan adalah potensi defisit anggaran yang melebar, sehingga memungkinkan pemerintah provinsi melakukan pinjaman. Namun, Halimun mengingatkan bahwa pinjaman harus diarahkan pada proyek bermanfaat dan berdampak luas.

Baca Juga  DPRD Maluku Nyatakan Dukungan Penuh Pemekaran Kota Lease sebagai DOB Baru

Ia mencontohkan, proyek hasil pinjaman tidak boleh hanya terfokus pada Dinas Pekerjaan Umum, tetapi harus turut menyentuh sektor lain seperti kehutanan, pertanian, perikanan, dan perhubungan yang berpotensi meningkatkan PAD maupun kesejahteraan masyarakat.

Rapat tersebut menghasilkan tiga poin penting sebagai landasan penyusunan APBD Maluku 2026, yaitu:

1. Pelayanan dasar dan pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama.

2. Peningkatan PAD, terutama perbaikan mekanisme retribusi daerah.

3. Kemandirian BUMD untuk mendukung pendapatan daerah tanpa tambahan setoran modal. (PT)

Share :

Baca Juga

DPRD Maluku

Fraksi PDIP DPRD Maluku Tegas Tolak PT Batu Licin Beroperasi di Kei Besar

DPRD Maluku

Ketua DPRD Maluku Apresiasi HIM dan Bulan Literasi Keuangan 2026, Minta OJK Ungkap Modus Penipuan

DPRD Maluku

DPRD Maluku Tindak Lanjuti Dugaan Penolakan Pasien di RSUP Leimena Ambon

DPRD Maluku

DPRD Maluku Desak Evaluasi Kenaikan Tarif Tiket Kapal Cepat Tulehu – Masohi

DPRD Maluku

Soal Revitalisasi SMA Negeri 29 SBB yang Telah Masuk Ranah Hukum, Rimaniar: Jangan Mengadu Domba Sesama Komisi IV DPRD Maluku

DPRD Maluku

Afifuddin: Pemeriksaan Harta Pejabat Bukan Kewenangan DPRD, Ada Mekanisme KPK

DPRD Maluku

Ketua Komisi III DPRD Maluku Soroti Ketidakhadiran Kadis PUPR Malteng dan MBD dalam Rapat Sinkronisasi Kebijakan

DPRD Maluku

Bulog Siap Penuhi Kebutuhan Pangan Jelang Idul Fitri, Sahertian: Petani Lokal Dapat Kepastian Harga