Home / DPRD Kota Ambon

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:57 WIB

Tamaela :  Konsulat Belanda di Ambon, Anugerah dan Peluang Baru untuk Kerja Sama Strategis

Ambon, PT- Ketua DPRD Kota Ambon, Moritz Tamaela, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas diresmikannya Kantor Konsulat Kerajaan Belanda di Kota Ambon.

Ia menegaskan bahwa kehadiran kantor perwakilan diplomatik ini merupakan tonggak penting dalam sejarah hubungan bilateral Indonesia – Belanda, terutama bagi Provinsi Maluku dan Kota Ambon secara khusus.

“Tentunya sebagai warga Kota Ambon, kita patut bersyukur atas peresmian Kantor Konsulat Duta Besar Belanda di kota ini. Ini merupakan catatan sejarah yang tidak semua daerah di Indonesia miliki,” ujar Tamaela kepada media, Kamis 10 Juli 2025.

Ia menyoroti bahwa Kota Ambon menjadi satu dari hanya empat daerah di Indonesia yang memiliki Konsulat Kerajaan Belanda, bersama dengan Bali, Surabaya, dan Sumatera.

Hal ini dianggap sebagai bentuk pengakuan atas hubungan panjang, historis, dan produktif antara Belanda dan Maluku, khususnya Kota Ambon.

“Ini adalah anugerah yang besar. Hubungan dan kerja sama dengan Belanda bukan hal baru bagi kita. Mulai dari bidang air bersih melalui program DSA hingga kerja sama medis dengan Rumah Sakit Vlissingen di bidang kesehatan mata, semua itu sangat bermanfaat bagi masyarakat Ambon dan Maluku,” tambahnya.

Baca Juga  DLHP Ambon Bahas Pengelolaan BBM Persampahan Bersama Pertamina

Selain itu, Ia juga menyampaikan bahwa komunikasi yang telah terbangun antara pemerintah daerah dan perwakilan Konsulat Belanda di Ambon akan terus ditingkatkan. Ke depan, kerja sama akan menyentuh sektor-sektor strategis lainnya seperti pengelolaan sampah, pariwisata, dan pengembangan wilayah berbasis potensi lokal.

“Dengan hadirnya kantor perwakilan resmi seperti ini, kita bisa melakukan komunikasi yang lebih intens dan terarah. Kerja sama akan berkembang lebih sistematis dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kehadiran langsung perwakilan pemerintah Kerajaan Belanda dan parlemen Belanda dalam peresmian kantor konsulat di Ambon. Ia menyebut momen ini sebagai simbol keseriusan dan keistimewaan hubungan diplomatik antara kedua negara.

“Tidak semua daerah bisa merasakan kehadiran parlemen luar negeri dalam acara seperti ini. Ini adalah simbol dari hubungan yang saling menghargai dan membangun,” jelasnya.

Baca Juga  DPRD Kota Ambon Umumkan Perubahan Komposisi Alat Kelengkapan Dewan Tahun 2025

Lanjutnya,  pentingnya membangun hubungan timbal balik yang saling memperkuat. Kota Ambon, kata dia, memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan dalam kerja sama kota saudara dengan kota-kota di Belanda, khususnya Vlissingen.

“Kita ingin kerja sama ini memberikan manfaat timbal balik. Kota Ambon dan kota-kota di Belanda saling berbagi keunggulan untuk kemajuan bersama. Ini bukan hanya kerja sama simbolik, tapi strategis dan saling menguntungkan,” pungkas Tamaela.

Ia berharap, dengan optimisme dan komitmen untuk terus membangun komunikasi yang intensif bersama pihak Konsulat Belanda demi menghasilkan kerja sama yang lebih spesifik dan strategis ke depan.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih. Lewat kehadiran kantor perwakilan ini, mari kita rumuskan strategi baru untuk pembangunan Ambon dan memperkuat hubungan diplomatik kita dengan Belanda,” tutupnya. (PT)

Share :

Baca Juga

DPRD Kota Ambon

Esok, Komisi I DPRD Kota Ambon Akan On The Spot Terkait Sengketa Tanah di Halong dan Batu Merah

DPRD Kota Ambon

Tamaela: Kota Ambon Optimis Pertahankan Juara

DPRD Kota Ambon

Tamaela Tegaskan Dua Perda Resmi Ditetapkan, Tiga Lainnya Menyusul

DPRD Kota Ambon

Polemik Penggunaan Ruang Kelas, Laturiuw Angkat Suara

DPRD Kota Ambon

Mendorong Pembangunan Inklusi di Kota Ambon, Laturiuw : Peran Data dan Kolaborasi Multi-Pihak

DPRD Kota Ambon

Prioritas Program 2025, Nikijuluw: Pembentukan Perda Kota Ambon Fokus pada Anak Jalanan, Smart City, dan Pengawasan Depot Air Minum

DPRD Kota Ambon

DPRD Kota Ambon Setujui Ranperda RPJMD 2025–2029, 9 Fraksi Sampaikan Catatan Penting

DPRD Kota Ambon

DPRD Kota Ambon Dorong Percepatan Pembangunan Rumah Singgah untuk Gelandangan, Pengemis, dan Anak Jalanan