Home / Hukum dan Kriminal

Selasa, 15 September 2026 - 10:41 WIB

Bakarbessy Bantah Tuduhan Korupsi ADD Rp8 Miliar, Tempuh Jalur Hukum

Oplus_131072

Oplus_131072

AMBON, Pusartimur.com – Raja Negeri Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Deki Bakarbessy, membantah tudingan sekelompok warga yang menyebut dirinya melakukan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) Negeri Waai hingga mencapai Rp8 miliar.

Saat ditemui di Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Senin, (14/9/2026), Ia menilai tudingan tersebut tidak masuk akal jika dibandingkan dengan besaran anggaran yang diterima Negeri Waai setiap tahunnya.

“ADD Negeri Waai dalam satu anggaran senilai Rp1,3 miliar. Logikanya, selama lima tahun berjalan, mana ada uang senilai Rp8 miliar yang saya korupsi,” tegasnya.

Atas tudingan tersebut, ia mengaku telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan persoalan itu ke Mapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

Baca Juga  PELAKU KEKERASAN YANG MENGAKIBATKAN ANAK MENINGGAL DUNIA KINI DISIDANGKAN, KAJARI SBT HADIR SEBAGAI PENUNTUT UMUM

Ia berharap laporan tersebut dapat segera diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, sehingga persoalan dugaan pencemaran nama baik tersebut dapat diselesaikan secara hukum.

“Untuk itu, saya selaku pimpinan di Negeri Waai telah melaporkan hal ini ke jalur hukum, yakni di Mapolresta Pulau Ambon dan Pulau- Lease, untuk segera diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Deki mengatakan dirinya siap memberikan keterangan kepada penyidik apabila nantinya dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

Ia menegaskan tidak keberatan untuk memberikan kesaksian dan menjelaskan seluruh persoalan yang berkaitan dengan tudingan tersebut.

Baca Juga  Camat Nusaniwe Komit Kawal 17 Program Prioritas Pemkot Ambon hingga ke Masyarakat

“Mungkin dalam waktu dekat saya sudah dipanggil untuk memberikan keterangan. Saya siap untuk bersaksi,” katanya.

Menurutnya, langkah hukum tersebut ditempuh karena dirinya tidak ingin tudingan yang dinilai mencemarkan nama baiknya terus berkembang di tengah masyarakat tanpa adanya pembuktian.

“Saya tidak ingin pencemaran nama baik saya diolok-olokan,” tegasnya.

Ia berharap proses hukum di Polda Maluku dapat memberikan kejelasan mengenai tudingan korupsi ADD Rp8 miliar yang dialamatkan kepadanya, sekaligus menjadi ruang pembuktian bagi semua pihak. (PT)

Share :

Baca Juga

Hukum dan Kriminal

KEJAKSAAN TINGGI MALUKU DAN PELINDO REGIONAL 4 TANDATANGANI MOU PENANGANAN MASALAH HUKUM BIDANG PERDATA DAN TATA USAHA NEGARA

Hukum dan Kriminal

TERDAKWA KORUPSI PT. POS INDONESIA KCP. WERINAMA, DI VONIS 3 TAHUN PENJARA

Hukum dan Kriminal

KAJATI AGOES SP, PIMPIN UPACARA PERINGATAN HARKITNAS KE-117 TAHUN 2025

Hukum dan Kriminal

Dugaan Penipuan Proyek Dinas Pendidikan Maluku, Korban Laporkan Rustam Rumadaul ke Polda

Hukum dan Kriminal

WASPADAI AKSI BULLYING, KEJATI MALUKU TURUN SOSIALISASI KE SMA XAVERIUS AMBON.

Hukum dan Kriminal

Diduga PT Adira “ Pencuri “ Mobil, Kapolsek Diminta Amankan Mobil 

Hukum dan Kriminal

SUKSES BERI EDUKASI HUKUM, TIM PENKUM KEJATI MALUKU AJAK PERANGKAT PEMERINTAH NEGERI SULI SALING MENDUKUNG MEMBANGUN NEGERI

Hukum dan Kriminal

SINERGI KANWIL BEA CUKAI MALUKU TINDAK LEBIH DARI 1 JUTA BATANG ROKOK ILEGAL