Home / DPRD Maluku

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:41 WIB

Watubun Tegaskan Proses Hukum Kematian Veronika Rahanyanat Harus Tetap Berjalan

Oplus_131072

Oplus_131072

Ambon, PT- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku (DPRD Maluku) menegaskan bahwa proses hukum atas kasus kematian tragis karyawati Perusahaan Mutiara Lik, Veronika Rahanyanat, harus terus berjalan tanpa terpengaruh adanya santunan dari pihak perusahaan.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua DPRD Maluku, Benhur George Watubun, saat diwawancarai dari Ambon, Kamis (5/3/2026), menyusul informasi pemberian santunan sebesar Rp50 juta kepada keluarga korban.

Ia menegaskan, kompensasi finansial tidak dapat menggantikan keadilan hukum dalam kasus yang diduga melibatkan tindak kekerasan.

“Meskipun ada upaya damai melalui santunan, proses hukum wajib tetap dilaksanakan,” tegasnya.

Menurutnya, kematian Veronika yang diduga akibat penganiayaan merupakan tindakan tidak manusiawi dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Ia mengingatkan bahwa nyawa manusia tidak bisa dinilai dengan uang, apalagi jika terdapat dugaan tindak pidana.

Baca Juga  Raih 50 Besar ADWI, Pemneg Laha Siap Suport Sarana Prasarana

Ia  juga mencurigai adanya motif tertentu di balik pemberian santunan tersebut. Ia menilai, langkah itu berpotensi menjadi upaya untuk menghentikan investigasi lebih lanjut.

“Terkesan ada upaya menutupi ketidakberesan yang dilakukan pihak perusahaan dengan mencoba jalur kekeluargaan agar proses hukum mandek,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika kasus serius seperti ini tidak ditangani secara tuntas, maka akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Maluku.

“Jika dibiarkan, ini bisa menormalisasi hilangnya nyawa. Padahal ini menyangkut martabat dan hak asasi manusia yang seharusnya dilindungi negara,” ungkapnya.

Baca Juga  Terjatuh dari Perahu Katinting Seorang Nelayan Desa Haria dalam Pencarian Tim SAR Gabungan

Kasus ini bermula dari dugaan penganiayaan terhadap Veronika Rahanyanat, karyawati Perusahaan Mutiara Lik, di wilayah Kecamatan Kei Besar Barat, Kabupaten Maluku Tenggara. Korban dilaporkan meninggal dunia pada 19 Februari 2026.

Untuk itu, pihaknya mendesak agar perusahaan bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut serta mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini.

Desakan  ini menjadi angin segar bagi keluarga korban dalam memperjuangkan keadilan dan memastikan bahwa setiap tindakan kekerasan yang merenggut nyawa tidak luput dari jerat hukum.

Share :

Baca Juga

DPRD Maluku

DPRD Maluku Soroti ASN Tersangka Korupsi Proyek Air Bersih Haruku, Minta Pemprov Perketat Seleksi Pejabat

DPRD Maluku

DPRD Maluku Apresiasi Mie Gacoan Ambon, Serap 80 Tenaga Kerja Mayoritas Warga Lokal

DPRD Maluku

DPRD Maluku Mulai Pengawasan Tahap II ke Sejumlah Daerah Sejak April 2026

DPRD Maluku

Noach Soroti Program Irigasi Pompa, Minta Pemerintah Sesuaikan dengan Kondisi Maluku

DPRD Maluku

Komisi IV DPRD Maluku Jadwalkan Pengawasan Pendidikan hingga 1 Maret 2026

DPRD Maluku

Puluhan Sopir Dump Truck Protes Penutupan Galian C di DPRD Maluku, Tolak Kebijakan Pemprov

DPRD Maluku

DPRD Maluku Dorong Revisi Regulasi Bagi Hasil Laut

DPRD Maluku

Sahertian Minta Pengawasan Ketat Kebakaran Hutan di Maluku, Warga Diimbau Tidak Membakar Lahan