Ambon, PT – Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Provinsi Maluku, Esty P.H, mencatatkan kinerja positif Kanwil Bea Cukai Maluku sepanjang tahun 2025 dalam mendukung penerimaan negara dan pembangunan daerah di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
Melalui penguatan pengawasan, peningkatan penerimaan negara, perbaikan kualitas layanan publik, serta kontribusi aktif bagi masyarakat, Bea Cukai Maluku berhasil menunjukkan kinerja yang solid dan berkelanjutan.
Di bidang penegakan hukum, Kanwil Bea dan Cukai Maluku berhasil melakukan 186 penindakan, dengan rincian: 151 penindakan cukai, 9 penindakan kepabeanan, 26 penindakan narkotika, psikotropika, dan prekursor.
Dari hasil penindakan tersebut, barang hasil penindakan (BHP) yang diamankan antara lain: 773.862 batang hasil tembakau ilegal, 32,96 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA), Penerimaan Negara dari Penindakan Naik 154,64 Persen.
Melalui mekanisme ultimum remedium, penerimaan negara dari penindakan mengalami peningkatan signifikan sebesar 154,64 persen dibandingkan tahun 2024, dengan nilai mencapai Rp678.834.000.
Sementara itu, penindakan di bidang kepabeanan berhasil memulihkan penerimaan negara sebesar Rp5.018.049.000. Dengan demikian, total penerimaan negara dari sektor penindakan mencapai Rp5.796.883.000.
Capaian ini mencerminkan efektivitas pendekatan penegakan hukum yang tidak hanya tegas, tetapi juga mengedepankan prinsip keadilan restoratif.
Dari sisi penerimaan kepabeanan dan cukai, Kanwil Bea Cukai Maluku membukukan realisasi penerimaan tahun 2025 sebesar Rp613.851.530.000 atau 122,90 persen dari target, serta tumbuh 35,01 persen dibandingkan realisasi tahun 2024.
Untuk Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI), penerimaan negara tercatat mencapai Rp6,912 triliun, mencerminkan pengawasan dan pelayanan yang semakin optimal serta sinergi yang kuat dengan para pemangku kepentingan di daerah.
Devisa Ekspor Rp14,8 Miliar
Di bidang pelayanan impor dan ekspor, Bea Cukai Maluku berhasil menghimpun: Devisa ekspor sebesar USD 14.812.525,16, Devisa impor sebesar USD 5.231.318.668.
Capaian ini menegaskan peran strategis Bea Cukai dalam mengawal arus perdagangan internasional dari wilayah Maluku dan Maluku Utara.
Hingga akhir 2025, Bea Cukai Maluku telah memberikan fasilitas kepabeanan dan cukai berupa izin Kawasan Berikat kepada 16 perusahaan, dengan total investasi mencapai Rp365 triliun.
Selain itu, pembinaan terhadap 35 UMKM di Maluku dan Maluku Utara terus dilakukan melalui program UMKM naik kelas ekspor serta asistensi langsung kepada pelaku usaha.
Indeks Kepuasan Layanan Sempurna
Dalam bidang pelayanan publik, Kanwil Bea Cukai Maluku meraih Indeks Kepuasan Pengguna Layanan (IKPL) sebesar 5 dari skala 5, menandakan tingkat kepuasan yang sangat tinggi dari pengguna jasa.
Raih Berbagai Penghargaan Nasional
Selain capaian kinerja utama, Bea Cukai Maluku juga menorehkan berbagai prestasi kelembagaan, antara lain:
Penghargaan Gedung Ramah Lingkungan kategori Platinum di lingkungan Kementerian Keuangan
Peringkat 1 Satker dengan nilai IKPA tertinggi dari KPPN Ambon
Apresiasi dari Kantor Pusat DJBC sebagai satker dengan capaian tertinggi dan predikat sangat konsisten dalam analisis media Edukasi Masyarakat dan Generasi Muda Sepanjang 2025, Bea Cukai Maluku aktif melaksanakan berbagai kegiatan edukasi dan pembinaan masyarakat, termasuk:
Sosialisasi pengusaha barang kena cukai ilegal.
Program pembinaan UMKM ekspor
Penguatan koordinasi lintas instansi
Edukasi generasi muda melalui program Customs Goes to Campus, Customs Goes to School, dan Kemenkeu Mengajar ke-10.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kepabeanan dan cukai serta kesadaran hukum masyarakat.
Optimis Hadapi Tantangan 2026
Memasuki tahun 2026, Bea Cukai Maluku menyadari akan menghadapi berbagai tantangan strategis, mulai dari dinamika kebijakan fiskal, meningkatnya kompleksitas pengawasan, tuntutan percepatan ekspor, hingga ekspektasi publik yang semakin tinggi terhadap kualitas layanan dan integritas aparatur.
Kondisi geografis wilayah kepulauan Maluku dan Maluku Utara juga menuntut penguatan sinergi lintas instansi serta pemanfaatan teknologi secara optimal.
Dengan fondasi kinerja yang kuat dan dukungan para pemangku kepentingan, Bea Cukai Maluku optimistis mampu menghadapi tantangan tersebut secara profesional dan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen terus bertransformasi menjadi institusi yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pelayanan, sekaligus konsisten mengawal ekspor daerah dan menjaga penerimaan negara,” tutupnya. (PT)










