Home / Kota Ambon

Rabu, 7 Januari 2026 - 14:02 WIB

Wali Kota Ambon Tegaskan Keterbatasan Lahan Bukan Hambatan Dukung Swasembada Pangan Nasional

Ambon, PT- Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang bagi Kota Ambon untuk berkontribusi dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Pernyataan ini disampaikan Wattimena usai menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Kementerian Pertanian RI yang berlangsung di Balai Diklat Pertanian Provinsi Maluku, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kota Ambon telah menjalin kerja sama strategis dengan TNI dan Polri dalam pengembangan padi gogo (padi ladang). Melalui kolaborasi tersebut, sekitar 12 hektare lahan di Kota Ambon telah dimanfaatkan untuk pertanian, dan sebagian lokasi telah memasuki masa panen.

“Ini membuktikan bahwa meskipun lahan terbatas, dengan sinergi TNI, Polri, penyuluh pertanian, dan petani, Kota Ambon tetap mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung swasembada pangan nasional,” ujar Wattimena.

Baca Juga  DLHP Kota Ambon Bersihkan Lapangan Merdeka Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Wattimena berharap, para pemilik lahan kosong, termasuk pemerintah desa atau negeri, dapat membuka diri untuk bekerja sama dengan Pemkot Ambon.

Ia menegaskan, pemerintah tidak mengambil alih kepemilikan lahan, melainkan hanya memanfaatkannya untuk kegiatan pertanian produktif.

“Penyuluh pertanian siap mendampingi petani mulai dari pengolahan lahan, penyediaan sarana produksi, pemberdayaan petani, hingga masa panen,” jelasnya.

Selain padi, Wali Kota Ambon juga menyoroti tingginya harga cabai yang menjadi salah satu pemicu utama inflasi di Kota Ambon. Harga cabai di pasaran kerap mencapai Rp80.000 hingga Rp120.000 per kilogram.

Kebutuhan cabai Kota Ambon tercatat mencapai 1.080 ton per tahun, sementara produksi lokal baru berkisar 40–50 ton. Artinya, lebih dari 1.030 ton cabai masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Baca Juga  Pekan QRIS Nasional Maluku 2026 Dibuka dengan Pemeriksaan Kesehatan Anak dan Donor Darah

“Ini seharusnya menjadi peluang bagi masyarakat. Menanam cabai, bahkan di pekarangan rumah, dapat memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan,” ungkap Wattimena.

Ia menambahkan, harga cabai di tingkat petani berkisar Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram, sehingga memberikan potensi keuntungan yang cukup besar.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kota Ambon pada tahun 2026 akan menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian kepada seluruh kelompok tani. Bantuan ini ditujukan untuk menekan biaya produksi, meningkatkan hasil panen, serta menjaga stabilitas harga pangan di pasaran.

“Tugas pemerintah adalah mendorong dan memfasilitasi. Produksi harus meningkat, biaya ditekan, dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” tutup Wattimena. (PT)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

Proses Penetapan dan Pelantikan Walikota Baru, Tahapan dan Persiapan Terbaru

Kota Ambon

Indeks Pelayanan Publik Tahun 2025, Kota Ambon Tinggi Se Maluku

Kota Ambon

Walikota Ambon: Penguatan Kapasitas Penanggulangan Bencana Jadi Prioritas Pemerintah 

Kota Ambon

Dubes Belanda Hadiri Nobar Piala Dunia di Ambon, Walikota: Momentum Persaudaraan

Kota Ambon

PT API Bandara Pattimura Ambon Raih Penghargaan “Best Airpots Under 2 Million Passenger in Asia-Pacific

Kota Ambon

Pemkot Gelar Upacara Harkitnas, Menkomdigi: Pemerintah Batasi Medsos Untuk Anak 16 Tahun Kebawah

Economy

OJK Maluku Perkuat Literasi Keuangan Pelajar melalui Hari Indonesia Menabung 2026

Kota Ambon

Wali Kota Ambon Dukung Peningkatan Pendidikan dan Kewirausahaan Mahasiswa UT Ambon