Home / Kota Ambon

Jumat, 5 Desember 2025 - 16:35 WIB

Wali Kota Ambon: Integritas ASN Kunci Sukses

Oplus_131072

Oplus_131072

Ambon, PT- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan pentingnya integritas, etika, dan tanggung jawab Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Hal ini disampaikan saat melantik 94 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Ambon, Jumat (5/12/2025).

Ia  mengingatkan, sumpah jabatan bukan hanya formalitas, tetapi mengandung konsekuensi moral dan spiritual. “Sumpah itu tidak hanya didengar oleh kita yang hadir, tetapi juga oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Ada beban besar dan tanggung jawab yang menyertainya,” ujarnya.

Ia menyampaikan, ASN telah mengikat diri dalam aturan negara, etika profesi, serta Panca Prasetya Korpri. Karena itu, setiap ASN wajib memahami tugas, kewajiban, dan batasan yang melekat pada profesinya. “Kita tidak lagi sama seperti masyarakat pada umumnya. Begitu memilih menjadi ASN, maka kita terikat oleh sumpah, etika, dan aturan kepegawaian,” tegasnya.

Baca Juga  Pemkot Ambon Perkuat Digitalisasi Bansos, 650 Agen Dilatih Pendataan Penerima

Ia  menjelaskan, jabatan fungsional memiliki karakteristik berbeda dari jabatan struktural. Setiap pejabat fungsional memiliki keahlian tertentu yang tidak dimiliki semua ASN. Ia mencontohkan profesi seperti apoteker, dokter, atau guru yang memiliki kompetensi spesifik untuk mendukung pelayanan publik.

Menurutnya, banyak ASN kini memilih beralih dari jabatan struktural ke jabatan fungsional karena ingin mengoptimalkan keahlian masing-masing. “Keahlian itu harus memberi dampak dan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia secara tegas menyoroti sejumlah perilaku ASN yang dinilai tidak etis, termasuk penyalahgunaan media sosial. Ia mencontohkan kasus ASN yang menolak pemotongan gaji padahal telah mengambil kredit bank, serta ASN yang kerap mem-posting komentar menyerang pimpinan atau sesama rekan kerja di media sosial.

“Saya minta semua ASN yang berperilaku tidak etis di media sosial diproses sesuai ketentuan. Media sosial bukan tempat untuk menyerang pimpinan atau menjelekkan teman,” tegasnya.

Baca Juga  DANREM 151/BINAIYA MENJADI IRUP UPACARA 17AN DILANJUTKAN PEMBAGIAN BINGKISAN TALI ASIH MENJELANG NATAL DAN TAHUN BARU 2025

Ia menambahkan, jika ada ASN yang ingin bebas berbicara tanpa batas di media sosial, maka sebaiknya keluar dari ASN terlebih dahulu. “Kalau mau bebas, silakan keluar dari ASN. Tapi kalau masih terikat sebagai ASN, maka etika dan aturan harus ditaati,” tambahnya.

Dalam situasi ekonomi dan regulasi yang terus berubah, Wali Kota mengajak ASN untuk mampu beradaptasi dan tidak mudah berkecil hati. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan pemerintah selalu mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan terbaik bagi ASN maupun masyarakat.

“Belum kiamat kalau ada penyesuaian kebijakan. ASN harus memahami situasi yang berubah-ubah dan menyesuaikan diri. Yang mampu beradaptasi akan bertahan,” ujarnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Kab.Maluku Barat Daya

How to Give Your 2016 Resolutions Staying Power

Kab.Kep.Tanimbar

How One Furniture Manufacturer Goes ‘Beyond Sustainability’

Kota Ambon

Pemkot Ambon Gandeng FST Unpatti Perkuat Pembangunan Berbasis Sains dan Teknologi

Kota Ambon

Pangdam Apresiasi GPM yang Hampir Satu Abad Jadi Mitra Strategis TNI

Kota Ambon

Wali Kota Ambon Tegaskan Keterbatasan Lahan Bukan Hambatan Dukung Swasembada Pangan Nasional

Kota Ambon

Wali Kota Ambon Berlakukan WFH dan PJJ, Antisipasi Dampak Kabut Asap 

Hukum dan Kriminal

Kuasa Hukum Laporkan Proses Pemilihan Raja Negeri Soya ke Ombudsman RI

Kota Ambon

Pemkot Fasilitasi UNIKA Soegijapranata Gelar FGD Ambon Smart City