Home / Kota Ambon

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Pemkot Fasilitasi UNIKA Soegijapranata Gelar FGD Ambon Smart City

AMBON,PT – Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapratama – Semarang, menggandeng Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Focus Grup Discusion (FGD) terkait penelitian berjudul “Peran Teori Komunikasi Massa dan Transformasi Birokrasi Digital Dalam Membangun Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Smart City di Kota Ambon”.

 

Kegiatan yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon lewat Dinas Kominfo dan Persandian, dilaksanakan Kamis (20/8/26) di Ruang Vlissingen Balai Kota, dan dibuka secara resmi oleh kepala Dinas, Ronald H. Lekransy yang juga sebagai salah satu keynote speaker.

 

Lekransy dalam paparannya tentang Ambon Smart City menjelaskan berbagai permasalahan yang dihadapi di kota Ambon antara lain kepadatan penduduk yang tinggi, pelayanan Kesehatan yang overload, tata ruang yang buruk, persoalan sampah dan kemacetan, hingga integrasi layanan digital antar OPD masih lemah.

 

Guna menjawab semua permasalahan tersebut, maka Pemkot Ambon dalam pengembangan Smart City bukan sekadar membangun aplikasi, tetapi bagaimana mewujudkan perubahan tata kelola pemerintahan dengan memanfaatkan teknologi.

 

“Implementasinya melalui tahapan seleksi, perencanaan, implementasi, evaluasi dan transformasi, dengan prinsip Technology, Governance , Data , People, Sustainability,” ujarnya.

 

Lebih jauh Kepala Dinas Kominfo ungkapkan, Program Ambon Smart City yang telah dimulai sejak 2017 hingga saat ini mencakup enam dimensi utama yakni Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society serta Smart Environment.

Baca Juga  Perkuat Pengangkutan Sampah di Collection Point, DLHP Ambon Tambah Satu Unit Mobil Comparator

 

Pada tahun 2025, Kota Ambon masuk sebagai 10 besar Kota yang dievaluasi secara nasional dan berdasarkan hasil evaluasi Smart City tersebut Kota Ambon mendapatkan nilai 3,6 (skala 4).

 

“Ini menjadi motivasi untuk terus meningkatakan pelayanan publik berbasis teknologi,” imbuhnya.

 

Lekransy menegaskan Ambon Smart City diarahkan menjadi model transformasi tata kelola pemerintahan berbasis teknologi, data, SDM, pelayanan publik, dan keberlanjutan.

 

“Enam dimensi Smart City menjadi kerangka untuk mengintegrasikan berbagai program OPD sehingga teknologi tidak berhenti pada aplikasi, tetapi menghasilkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, aman, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” bebernya.

 

Sementara itu, Keynote Speaker lainnya yakni Guru Besar Ilmu Administrasi Publik FISIP Unpatti, Prof. Jusuf Madubun, dalam paparannya menjelaskan Smart City bukan sekadar kota yang menggunakan teknologi cerdas, tetapi kota yang mampu mengubah data menjadi pengetahuan, pengetahuan menjadi keputusan, keputusan menjadi pelayanan, dan pelayanan menjadi kepercayaan publik.

Baca Juga  Wali Kota Ambon: Sinergi Pemuda Katolik dan Pemerintah Jadi Kunci Mewujudkan Ambon Manise

 

Menurut Madubun, Ambon Smart City tidak cukup dibangun dengan teknologi, karena itu Transformasi birokrasi digital Kota Ambon, harus memperkuat kapasitas dan budaya birokrasi yang berakar pada nilai dan kearifan loka Ambon dan Maluku.

 

“Birokrasi digital bukan tujuan akhir, tetapi yang dibutuhkan adalah transformasi dari Birokrasi Konvensional, ke Digital, dan Terintegrasi, Data-Driven, menuju Kota Cerdas yang Citizen-Centered,” tandasnya.

 

Ditempat yang sama, Ketua Tim Peneliti UNIKA Soegijapranata, Andreas Pandiangan mengungkapkan Penelitian Peran Teori Komunikasi Massa Dan Transformasi Birokrasi Digital Dalam Membangun Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Smart City Di Kota Ambon yang didanai hibah BIMA dari Kementerian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI di tahun 2026.

 

Dijelaskan,Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali dan merumuskan pengembangan teori dan strategi komunikasi massa dan transformasi birokrasi digital sebagai bagian penting Smart City di Kota Ambon.

 

“Penelitian ini juga bertujuan untuk bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pemerintahan dengan menyediakan platform untuk masyarakat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan Pemkot Ambon, serta menggali dan merumuskan karakteristik birokrasi digital sebagai pendukung Smart City di Kota Ambon,” pungkas Andreas (PT)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

Perpanjangan Piagam Kesepakatan Bersama: Sinergi Pemerintah Kota Ambon dan Kejaksaan Negeri Ambon

Kota Ambon

Wali Kota: Pendampingan KPK Jadi Kunci Wujudkan Pemerintahan yang Bersih

Economy

Kominfo, Dorong Manfaatkan Media Digital untuk Ekonomi Kreatif

DPRD Kota Ambon

Wali Kota Ambon Sampaikan Nota Kesepakatan Perubahan APBD 2025: Fokus pada Efisiensi dan 17 Program Prioritas

Kota Ambon

Festival Santa Claus Ambon 2025: Wujud Sukacita Natal dan Promosi Pariwisata Kota Ambon

Kota Ambon

70 Peserta Kafillah Aru Tiba di Kota Ambon

Kota Ambon

Dubes Belanda Hadiri Nobar Piala Dunia di Ambon, Walikota: Momentum Persaudaraan

Kota Ambon

Pemkot Ambon dan BPN Percepat Sertifikasi 350 Bidang Tanah, Didampingi KPK