Ambon, PT- Kota Ambon resmi masuk kategori “Dalam Pembinaan” dalam hasil Penilaian Kinerja Pengelolaan Sampah Kabupaten/Kota Tahun 2025 yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Nomor 126 Tahun 2026.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries B. Gaspersz, Senin (2/3/2026) mengungkapkan bahwa Ambon meraih skor 45,80.
“Dengan skor tersebut, Kota Ambon masuk dalam kelompok 253 kabupaten/kota di Indonesia yang memerlukan pembinaan intensif,” ujarnya.
Penilaian ini berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2025 dan diikuti oleh 420 kabupaten/kota se-Indonesia dengan standar yang lebih ketat melalui pendekatan “Adipura Baru”.
Sistem “Adipura Baru” menitikberatkan evaluasi teknis dan terukur sehingga hasilnya dinilai lebih objektif dan komprehensif.
Konsekuensinya, pada tahun 2025: Tidak ada daerah yang meraih predikat Adipura Kencana, Tidak ada daerah yang meraih Adipura, Hanya 35 kabupaten/kota yang mendapatkan Sertifikat Menuju Kota/Kabupaten Bersih.
Penilaian kinerja pengelolaan sampah nasional ini mencakup beberapa komponen utama: Pengelolaan Sampah Komprehensif (50%), Kebijakan dan Dukungan Anggaran (20%), SDM dan Fasilitas (30%).
Selain itu, terdapat syarat mutlak yang harus dipenuhi, yaitu: Tidak adanya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar Pengelolaan TPA minimal menggunakan sistem controlled landfill
Di tingkat regional, Ambon tercatat sebagai satu-satunya daerah di Maluku yang masuk kategori “Dalam Pembinaan” dengan skor di bawah 60.
Sementara kabupaten/kota lain di Maluku berada dalam kategori “Dalam Pengawasan” dengan skor di bawah 30.
Hasil ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kota Ambon untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah, mulai dari: Pengurangan sampah dari sumber, Optimalisasi sistem pengangkutan, Pembenahan pengelolaan TPA agar sesuai standar nasional KLH/BPLH.
Perbaikan menyeluruh dinilai penting agar Ambon dapat meningkatkan skor pada penilaian berikutnya dan keluar dari kategori pembinaan.










