Home / Kota Ambon

Rabu, 8 April 2026 - 16:50 WIB

PKK Kota Ambon Tegaskan Peran Kolaboratif Tekan Stunting, Dorong Generasi Emas 2045

Ambon, PT- Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Ambon terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stunting yang dihadiri pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa/negeri, kepala puskesmas, tokoh agama,di Ambon Rabu 8/4/2025.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kota Ambon Lisa Wattimena menyampaikan bahwa stunting masih menjadi isu prioritas pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis akibat kekurangan gizi, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak.

“Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, tetapi ancaman serius bagi masa depan bangsa karena berdampak pada kecerdasan, kesehatan, hingga produktivitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan PKK Kota Ambon bersama pemerintah dalam menekan angka stunting. Di antaranya melalui sosialisasi pola asuh, edukasi gizi seimbang dengan konsep “Isi Piringku”, penguatan posyandu, serta kunjungan lapangan untuk memantau tumbuh kembang anak.

PKK juga menggandeng berbagai dinas terkait dalam intervensi lintas sektor, seperti Dinas Pertanian dengan program B2SA, Dinas Kesehatan terkait imunisasi dan layanan posyandu, Dinas Perikanan melalui kampanye gemar makan ikan, hingga Dinas Sosial dalam edukasi kepesertaan BPJS. Selain itu, Dinas DP3MD dan Dinas PPKB turut dilibatkan dalam isu perlindungan perempuan dan anak serta penguatan keluarga.

Baca Juga  Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Nasional, KPw BI Maluku Gelar PTBI 2024

Dalam pelaksanaannya, bantuan nutrisi berupa susu dan bahan makanan juga diberikan kepada balita stunting. Bantuan tersebut bersumber dari dana “orang tua asuh” yang dikumpulkan secara sukarela oleh anggota PKK.

“Memang idealnya kita menyediakan makanan bergizi siap saji, tetapi karena keterbatasan fasilitas dapur yang memenuhi standar, saat ini bantuan masih berupa susu yang diberikan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Data terbaru per Februari 2026 menunjukkan jumlah kasus stunting di Kota Ambon sebanyak 271 kasus, terdiri dari 80 balita sangat pendek dan 191 balita pendek, dengan prevalensi 1,58 persen. Angka ini menunjukkan adanya penurunan, meskipun dinilai belum signifikan.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan bukti bahwa kerja sama dan kolaborasi yang dilakukan telah memberikan dampak, namun masih perlu ditingkatkan.

Baca Juga  Wali Kota Ambon Ikuti Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial di Kemendagri

Ia juga menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab PKK semata, melainkan seluruh perangkat daerah yang memiliki program dan anggaran terkait. PKK, kata dia, berperan sebagai mitra pemerintah yang fokus pada edukasi dan pendampingan masyarakat di lapangan.

“PKK tetap semangat membantu pemerintah, meskipun dengan keterbatasan. Bahkan sering kali kader turun ke lapangan dengan biaya sendiri demi memastikan anak-anak mendapat perhatian yang layak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa masa depan anak-anak Kota Ambon berada di tangan semua pihak. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Melalui forum Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026 ini, diharapkan terjadi penyelarasan data, penetapan prioritas intervensi, serta penguatan konvergensi lintas sektor agar program penanganan stunting lebih tepat sasaran.

“Kita ingin Ambon turut melahirkan generasi emas Indonesia 2045. Ini harus dimulai dari sekarang, dari kerja bersama dan kepedulian kita semua,” tutupnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

Pemkot Ambon Gelar Assessment dan ProASN untuk Pengisian Jabatan Eselon II

Kota Ambon

Wali Kota Ambon Ikuti Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial di Kemendagri

Kota Ambon

Tasso :  Klarifikasi Dugaan Belanja Barang di SD Negeri 15 Ambon

Kota Ambon

Sukses dan Lancar: Posko Monitoring Arus Mudik Nataru di Bandara Pattimura Ambon Resmi Ditutup

DPRD Kota Ambon

Wali Kota Ambon Sampaikan Nota Kesepakatan Perubahan APBD 2025: Fokus pada Efisiensi dan 17 Program Prioritas

Kota Ambon

DANREM 151/BINAIYA MENJADI IRUP UPACARA 17AN DILANJUTKAN PEMBAGIAN BINGKISAN TALI ASIH MENJELANG NATAL DAN TAHUN BARU 2025

Kota Ambon

Wisuda Sekolah Lansia BKL Ceria Kota Ambon 2025, Wujudkan Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif

Economy

Koperasi Merah Putih Resmi Berdiri di Desa Wayame, Menur : Fokus Kembangkan Ekonomi Lokal Berbasis Pertanian