Home / Economy

Jumat, 28 November 2025 - 16:27 WIB

Melayani Sepenuh Hati, Jasa Raharja Perkuat Edukasi Keselamatan dari Lingkungan Korban

Jakarta, PT – Jasa Raharja terus menghadirkan pendekatan baru dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan menggandeng aparatur kecamatan dan desa di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui program kampanye keselamatan yang dilaksanakan serentak di 52 loket, Jasa Raharja mendorong terbentuknya agen-agen keselamatan di tingkat akar rumput yang mampu memperkuat budaya tertib berlalu lintas di komunitas masing-masing.

Program ‘Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban melalui Pemberdayaan Aparatur Kecamatan dan Desa’ ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan bertema ‘Keselamatan untuk Indonesia Maju’.

Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat strategi keselamatan transportasi berbasis domisili korban, sebagai pendekatan baru yang lebih menyasar perubahan perilaku masyarakat.

Selama ini, program keselamatan banyak berfokus pada penanganan 10 titik rawan kecelakaan teratas. Namun dominasi faktor human error menunjukkan perlunya langkah yang lebih komprehensif dan menyentuh tataran komunitas.

Aparatur kecamatan dan desa memiliki posisi strategis dalam pendekatan ini. Dengan kedekatan sosial dan pemahaman terhadap karakteristik wilayah, mereka dinilai mampu menjadi Agen Keselamatan Transportasi yang efektif.

Kehadiran mereka memungkinkan terjadinya proses edukasi, pengawasan, dan pendampingan yang lebih intensif serta berkelanjutan.

Pendekatan socio engineering melalui aparatur lokal ini juga membuka peluang multiplier effect, di mana satu aparatur dapat menjangkau ratusan warga di wilayahnya.

Baca Juga  Gerak Cepat, Jasa Raharja Terbitkan Jaminan Biaya Perawatan bagi 11 Korban KMP Batumandi

Plt. Direktur Utama Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana menjelaskan bahwa langkah ini merupakan aksi nyata kami melayani sepenuh hati, melaksanakan kampanye keselamatan yang berdampak dan menjadi bagian dari upaya pencegahan kecelakaan yang lebih tepat sasaran.

“Kami ingin memastikan program keselamatan berjalan dari tingkat komunitas, dipimpin oleh figur yang dihormati masyarakat setempat.  Pendekatan berbasis domisili korban membantu kami melihat pola risiko secara lebih jelas, sehingga intervensi dapat diberikan di tempat yang paling membutuhkan,” ujar Dewi.

Program ini difokuskan pada peringkat 3 teratas dari kecamatan domisili korban kecelakaan di 10 wilayah pareto nasional, meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatra Utara, DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Banten, Sumatra Barat, dan Sumatra Selatan.

Total terdapat 156 kecamatan sasaran dengan estimasi 10.920 aparatur kecamatan dan desa yang terlibat dan akan berperan sebagai Agen Keselamatan Transportasi.

Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak November hingga Desember 2025, menghadirkan narasumber dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepolisian dan pakar keselamatan transportasi.

Setiap sesi mencakup sejumlah tahapan kunci, yaitu:

Baca Juga  Hadirkan Pelayanan Publik yang Optimal, Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi Untuk tingkatkan Kepatuhan Masyarakat

1. Sosialisasi data oleh Jasa Raharja untuk meningkatkan kesadaran risiko.

2. Edukasi solusi oleh kepolisian, Jasa Raharja, dan para ahli untuk memperkuat pemahaman.

3. Diskusi interaktif guna menghasilkan ide konkret di wilayah masing-masing.

4. Deklarasi komitmen sebagai penguatan moral untuk menjalankan peran sebagai agen keselamatan.

Dewi menegaskan pentingnya memahami pola risiko dan kondisi sosial masyarakat sebelum melakukan intervensi keselamatan.

“Pendekatan keselamatan harus berangkat dari pemahaman yang utuh tentang pola risiko dan kondisi sosial masyarakat. Karena itu, keterlibatan aparatur kecamatan dan desa menjadi kunci agar pesan keselamatan tidak hanya disampaikan, tetapi benar-benar dihidupi oleh warga dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Dewi.

Dengan pendekatan berbasis domisili korban dan pemberdayaan aparatur kecamatan serta desa, program ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem keselamatan yang lebih menyentuh perilaku masyarakat secara langsung.

Jasa Raharja menargetkan tercapainya peningkatan pemahaman peserta, terlaksananya rencana aksi yang berkelanjutan, serta penurunan angka kecelakaan di wilayah-wilayah prioritas.

Melalui kolaborasi yang lebih intensif dengan pemangku kepentingan lokal, Jasa Raharja optimistis bahwa transformasi budaya keselamatan dapat berkembang lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Telkomsel Papua dan Maluku Melayani Sepenuh Hati di Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Economy

Wattimena Dukung Penuh Pemberdayaan UMKM Perempuan Lewat SheHacks Indosat 2025

Economy

Sinergi Jasa Raharja, Ditjen Hubdar Kemenhub, dan Jasa Marga Hadirkan Inovasi untuk Keselamatan Transportasi Darat

Economy

Jasa Raharja Perkuat Wawasan Global Insan Jasa Raharja

Economy

Wali Kota Ambon Apresiasi Rans Carnival dan Telkomsel, Dorong UMKM serta Gerakkan Ekonomi Kota

Economy

Perkembangan Sistem Pembayaran Non Tunai dan QRIS di Indonesia, Ini Manfaat dan Tips Keamanannya

Economy

Telkomsel Bagikan Hewan Kurban ke 600 Titik Prioritas di Seluruh Penjuru Indonesia

Economy

Pemprov Maluku Dorong Kepatuhan Pajak Kendaraan Lewat Program Pemutihan