Home / Economy

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Sukun Jadi Produk Terlaris, Tak Sampai 30 Menit Langsung Habis

JAKARTA, PT – Produk unggulan Maluku, mulai dari mutiara, kain tenun, hingga pangan lokal seperti sagu dan sukun, mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta yang berlangsung dari tanggal 20-23 Agustus 2026.

Kehadiran pelaku usaha Maluku dalam KKI 2026 mendapat dukungan Bank Indonesia sebagai bagian dari komitmen mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif daerah agar mampu memperluas pasar hingga tingkat nasional.

Salah satu pelaku usaha yang turut memperkenalkan produk unggulan Maluku adalah Santo Jewellery. Ia mengatakan, keikutsertaannya dalam ajang KKI 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih jauh kualitas mutiara Maluku kepada masyarakat Indonesia.

“Bagi saya, mutiara Maluku untuk Indonesia. Mutiara Maluku merupakan salah satu yang terbaik, khususnya dari sisi kualitas,” ujar Santo.

Menurutnya, usaha mutiara yang digeluti saat ini merupakan usaha keluarga yang telah dilanjutkan sejak 2005. Produk yang ditampilkan lebih banyak merupakan mutiara laut Indonesia, termasuk mutiara berwarna hitam.

Ia menilai kualitas mutiara tidak hanya ditentukan oleh warna, tetapi juga karakter dan kualitas mutiara itu sendiri. Selama mengikuti KKI 2026, produk mutiara yang dibawa mendapat perhatian dari pengunjung, termasuk salah satu produk dengan nilai jual mencapai sekitar Rp200 juta.

Baca Juga  PT Jasa Raharja Mengikuti Pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2025 di Surabaya

Sementara itu, mantan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Maluku, Rawindra Ardiansah, mengatakan keikutsertaan UMKM Maluku dalam KKI 2026 merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk mendukung pengembangan UMKM sekaligus memperkuat ekonomi kreatif Indonesia.

oplus_32

“Ini komitmen Bank Indonesia untuk mendukung UMKM dan memajukan ekonomi, terutama dari sisi ekonomi kreatif. Di sini ada wastra, kopi, craft dan berbagai produk ekonomi kreatif dari seluruh Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan, KKI 2026 berlangsung selama empat hari dan menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM dari berbagai daerah, termasuk Maluku, untuk membuka pangsa pasar baru serta memperluas jejaring usaha.

Menurut Rawindra, produk Maluku memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar nasional. Selain mutiara dan kain tenun, pangan lokal seperti sukun dan sagu juga memiliki daya tarik tersendiri.

“Sukun Maluku itu, jujur, menurut saya salah satu sukun paling enak di Indonesia. Kemarin saya datang, sukun yang tersedia tidak sampai setengah jam sudah habis dan harus didatangkan lagi,” ungkapnya.

Baca Juga  Sejumlah Prasarana Fisik SMP Negeri 9 Ambon Jadi Perhatian Publik

Ia menambahkan, sagu juga memiliki potensi besar karena dapat menjadi alternatif pangan sekaligus mendukung diversifikasi konsumsi masyarakat. Produk berbasis sagu juga dinilai memiliki kandungan gizi yang dapat mendukung upaya peningkatan kualitas pangan masyarakat.

Di sisi lain, kain tenun Maluku dinilai memiliki karakter dan keunikan yang berbeda dengan produk wastra dari daerah lain seperti Jawa dan Sumatera.

“Kalau kita bicara mutiara, sudah jelas mutiara Maluku merupakan salah satu yang paling bagus. Tinggal bagaimana cara marketing-nya dibuat lebih baik, kemudian kualitas dan desainnya disesuaikan dengan keinginan pasar,” jelasnya.

Menurutnya, KKI 2026 menjadi momentum strategis bagi UMKM Maluku untuk tidak hanya memasarkan produk, tetapi juga membangun citra dan memperkenalkan identitas produk lokal kepada konsumen dari berbagai daerah.

Ia berharap keikutsertaan UMKM Maluku dalam Karya Kreatif Indonesia 2026 tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memperluas pengenalan produk lokal serta membuka akses pasar baru di luar Maluku.

Dengan kekayaan produk unggulan seperti mutiara, wastra, kerajinan dan pangan lokal, Maluku dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Jasa Raharja Dukung Penguatan Kompetensi SDM Lewat Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Tahun 2025

Economy

Harmoni Energi Kebaikan, Pertamina Bersama Hiswana Migas Berikan Santunan Anak Yatim 

Economy

Pertamina Patra Niaga Bersama Instansi Lintas Sektoral Pantau Langsung Penyaluran BBM Subsidi di Kota Ambon

Economy

Pastikan Kelancaran Pasokan BBM, Komisaris Pertamina Lakukan Management Walkthrough

Economy

CSR Pertamina AFT Babullah Gandeng Kelompok Binaan Gelar Pelatihan Inovasi Pengelolaan Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis

Economy

Kerja Sama Strategis PT Jasa Raharja dengan Universitas Gadjah Mada: Dari Kampus Tertib Lalu Lintas hingga Inovasi Keselamatan Transportasi

Economy

Komitmen Pada Pendidikan, PAUD Darling Mitra Binaan CSR AFT Pattimura Berhasil Luluskan 32 Anak Negeri Laha

Economy

Terpilih Duta Muda BPJS Nasional, Agent of Change JKN