Home / DPRD Kota Ambon

Selasa, 9 Desember 2025 - 18:30 WIB

Komisi II DPRD Ambon Minta Pemkot Sediakan Lokasi Permanen untuk Pedagang Terminal

Oplus_131072

Oplus_131072

Ambon, PT-  Anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Hadiyanto Junaidi, menegaskan bahwa persoalan pedagang terminal tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan menjelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), tetapi merupakan masalah jangka panjang yang memerlukan solusi permanen dari Pemerintah Kota Ambon.

Hal ini diakuinya kepada pusartimur.com di Ambon, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya,  para pedagang yang selama ini berjualan di Terminal A dan Terminal B membutuhkan lokasi berjualan yang tetap, bukan hanya kebijakan sementara pada momentum-momentum tertentu seperti Natal, Lebaran, atau bulan puasa.

“Mereka bukan pedagang musiman. Mereka butuh tempat berjualan yang disediakan pemerintah kota untuk jangka panjang,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sebenarnya para pedagang sudah pernah direlokasi ke Pasar Gedung Putih (Pasar Baru) lantai 4. Namun lokasi tersebut dinilai tidak layak karena minim pembeli. Kondisi ini menyebabkan pedagang kembali turun dan memilih berjualan di area terminal.

Baca Juga  Perkuat Ketahanan Lingkungan, Indosat Gandeng UNPATTI Wujudkan Digitalisasi Konservasi Mangrove Berbasis IoT

“Tujuan orang berdagang adalah mencari keuntungan. Jika ditempatkan di lokasi yang tidak ada pembeli, mereka malah rugi. Ini menyangkut kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Karena itu, para pedagang mendatangi DPRD untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta Komisi II membantu mencari solusi bersama Pemkot Ambon.

Ia menegaskan, persoalan ini harus diselesaikan secara cepat, baik, dan bijaksana. Ia menyebut bahwa DPRD mendukung program penataan kota, namun pemerintah juga perlu mempertimbangkan kondisi riil pedagang yang hingga kini belum memiliki lokasi yang dapat menampung mereka secara keseluruhan.

Untuk jangka pendek, para pedagang hanya meminta izin berjualan di terminal hingga perayaan Nataru dan Tahun Baru Islam. Masa tersebut dinilai sebagai puncak tingginya transaksi jual beli, sehingga menjadi momen penting bagi pedagang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.

Baca Juga  DPRD-Pemprov Maluku Diminta Fokus ke Pulau-Pulau, Yermias : Stok Sembako & BBM Terancam Menipis Jelang Idul Fitri

“Setelah Nataru dan Lebaran, mereka siap ditata kembali. Mereka siap ditempatkan di mana saja, asalkan jelas,” tambah Junaidi.

Para pedagang juga meminta kebijakan agar dapat berjualan di terminal mulai pukul 18.00 WIT, karena pada jam tersebut aktivitas kendaraan di terminal sudah mulai longgar.

Ia menegaskan, terminal pada dasarnya adalah fasilitas untuk aktivitas transportasi, sehingga persoalan ini perlu dibahas bersama instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

“Kami akan melakukan rapat koordinasi dengan stakeholder terkait untuk mempercepat keputusan pemerintah kota,” tandasnya. (PT)

Share :

Baca Juga

DPRD Kota Ambon

Dorong Pemerataan Ekonomi dan Atasi Kemacetan, Fraksi Golkar Dukung Penuh Pemindahan Kantor Walikota

DPRD Kota Ambon

DPRD Kota Ambon Desak Pemindahan Kepala Sekolah SD Negeri 90 Demi Stabilitas Pendidikan

DPRD Kota Ambon

Pormes : Fraksi Partai Golkar Apresiasi Kinerja Penjabat Walikota Ambon dan Suksesnya Pemilukada

DPRD Kota Ambon

DPRD Kota Ambon Dukung Penuh Kebijakan Kepala Daerah, Targetkan Perbaikan Pengelolaan Keuangan Kota

DPRD Kota Ambon

Menanggapi Isu Ketidakhadiran Anggota DPRD, Tamaela : Perspektif Internal dan Regulasi Yang Berlaku

DPRD Kota Ambon

DPRD Kota Ambon Dukung Keberlanjutan Program SoG Lewat Kebijakan dan Penganggaran

DPRD Kota Ambon

Nikijuluw Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal dan Tiga Ranperda Strategis

DPRD Kota Ambon

DPRD Kota Ambon Dorong Digitalisasi Pajak dan Retribusi, Zeth Pormes: Transaksi Elektronik Kurangi Kebocoran PAD