Home / Kab. Seram Bagian Barat

Sabtu, 12 September 2026 - 15:40 WIB

Kapolda Maluku dan Pangdam XV/Pattimura Turun Langsung ke Taniwel, Redam Konflik Dua Desa di SBB

PIRU, Pusartimur.com – Konflik antarwarga dua desa di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, pada Jumat (11/9/2026), mendapat perhatian serius dari jajaran TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten SBB, Edy Pentury, mendampingi Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., serta Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama, S.Pd., turun langsung ke lokasi konflik untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus mendorong penyelesaian secara damai.

Setelah meninjau kondisi di lapangan, Pangdam XV/Pattimura dan Kapolda Maluku kemudian menuju Kantor Kecamatan Taniwel. Di tempat tersebut, mereka menghadirkan kepala desa, tokoh pemuda, tokoh agama, serta perwakilan masyarakat dari kedua desa yang bertikai.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk mencairkan suasana, membangun komunikasi antarpihak, sekaligus mencari solusi dan langkah-langkah perdamaian bagi kedua desa yang selama ini hidup berdampingan sebagai masyarakat bertetangga.

Dalam keterangannya kepada media, Pangdam XV/Pattimura dan Kapolda Maluku mengimbau seluruh pihak agar tidak mudah terpancing oleh kesalahpahaman yang terjadi.

Keduanya menegaskan bahwa aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, siap menjamin keamanan masyarakat serta menjaga situasi agar tetap kondusif.

Selain pengamanan, Pangdam dan Kapolda juga berharap adanya dukungan Pemerintah Kabupaten SBB untuk bersama-sama TNI dan Polri membantu proses pemulihan pascakonflik, termasuk perbaikan dan renovasi bangunan warga yang mengalami kerusakan maupun terbakar.

Baca Juga  Bangun Hubungan "Ade Kaka", FT Siap Kawal Bodewin Wattimena Pimpin Kota Ambon

Berdasarkan penelusuran di lapangan, konflik tersebut mengakibatkan 28 unit rumah warga dan satu unit pastori atau rumah pendeta di Desa Patahue hangus terbakar.

Sementara itu, dari Desa Lisabata, tercatat empat warga mengalami luka-luka akibat konflik tersebut.

Kondisi ini mendapat perhatian dari Ketua Komisi I DPRD SBB, Edy Pentury. Menurutnya, kejadian tersebut sangat disayangkan karena persoalan yang dinilai sepele justru berkembang menjadi konflik yang berdampak besar terhadap hubungan sosial masyarakat.

Pentury mengatakan, masyarakat kedua desa selama ini telah hidup berdampingan dan memiliki hubungan persaudaraan yang baik. Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan penyelesaian secara damai.

Sebagai wakil rakyat, Pentury juga menyatakan akan mendorong Pemerintah Kabupaten SBB agar segera memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban.

Menurutnya, bantuan dan perhatian pemerintah sangat dibutuhkan agar masyarakat yang terdampak dapat segera memulihkan kondisi kehidupan mereka sekaligus menghilangkan rasa tegang dan ketidaknyamanan akibat konflik.

Sebelum kembali dari Taniwel, Edy Pentury bersama rombongan menyempatkan diri melihat langsung kondisi warga Desa Patahue yang terpaksa mengungsi di sejumlah lokasi di Kecamatan Taniwel setelah rumah mereka ludes terbakar.

Baca Juga  Wakil Bupati SBB Pimpin Upacara Hardiknas 2026 di Piru, Peserta Kenakan Pakaian Adat

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para pengungsi sekaligus melihat secara langsung dampak yang dirasakan masyarakat akibat konflik.

Pentury menegaskan, penyelesaian konflik tidak hanya membutuhkan pengamanan dari aparat, tetapi juga dukungan seluruh elemen masyarakat.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan video maupun konten di media sosial yang berpotensi memprovokasi dan memperkeruh suasana.

Menurut Pentury, penyebaran konten provokatif sangat berbahaya karena dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memperbesar konflik dan menciptakan kegaduhan di Kabupaten SBB.

Pentury mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga kedua desa yang bertikai, untuk bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian, dan persaudaraan.

“Mari sama-sama katong jaga dan lestarikan kedamaian dan persaudaraan kita,” ajaknya.

Ia berharap kehadiran langsung TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan DPRD dapat menjadi momentum untuk menghentikan konflik serta membuka kembali ruang komunikasi dan rekonsiliasi antara kedua desa.

Dengan adanya komitmen bersama, masyarakat diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas secara aman dan hubungan persaudaraan antardesa yang selama ini terjalin dapat dipulihkan. (PT)

Share :

Baca Juga

Kab. Seram Bagian Barat

Penasehat Hukum  Rumpuin akan Laporkan Pasutri  Pencekalan Pembangunan

Kab. Seram Bagian Barat

Bupati SBB Sampaikan Pengantar Rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026

Kab. Seram Bagian Barat

Pemkab SBB Salurkan 15 Sapi Kurban pada Idul Adha 2026

Kab. Seram Bagian Barat

Penyerahan Bendera LPTQ; Pj Bupati SBB Resmi Lepas Kafilah MTQ Tingkat Provinsi

Kab. Seram Bagian Barat

PANGDAM XV Pattimura Resmikan Kantor Makodim 1513 SBB

Kab. Seram Bagian Barat

DPRD SBB Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Ranperda Perubahan APBD Tahun 2025

Kab. Seram Bagian Barat

Tuhenay: Saatnya Pemda SBB Menata Ulang Sumber PAD Potensial

Kab. Seram Bagian Barat

Gubernur Maluku Hadiri Pentahbisan Gedung Gereja GPM Getsemani Piru