Ambon, PT- Pada Februari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) di Provinsi Maluku sebesar 5,97 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,30.
Inflasi (y-on-y) tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 6,77 persen dengan IHK sebesar 112,47 dan terendah terjadi di Kabupaten Maluku Tengah sebesar 5,92 persen dengan IHK sebesar 112,38.
Demikian Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaelapia dalam berita rilisnya, Senin (2/3/2026).
Ia mengatakan, Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 10 indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 21,40 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,05 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,77 persen; kelompok kesehatan sebesar 5,32 persen; kelompok pendidikan
sebesar 2,84 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,95 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,52 persen;
kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,94 persen; kelompok transportasi sebesar 0,39 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,32 persen.
Kelompok pengeluaran yang
mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,85 persen.
Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Provinsi Maluku bulan Februari 2026 sebesar 0,58 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,34 persen. (PT)









