Home / Hukum dan Kriminal

Sabtu, 19 September 2026 - 13:25 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana BOS dan Pemotongan PIP di SD Inpres 11 Waisama Disorot

BURU SELATAN, Pusartimur.com – Dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta dugaan pemotongan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SD Inpres 11 Waisama, Desa Waeteba, Kecamatan Waisama, Kabupaten Buru Selatan, menjadi sorotan publik.

Selain persoalan Dana BOS dan PIP, muncul pula pertanyaan mengenai penggunaan bantuan yang disebut berasal dari salah satu anggota DPR RI daerah pemilihan Maluku dari Fraksi PDI Perjuangan, Mercy Barends, yang menurut informasi diterima pihak sekolah. Hingga kini, penggunaan bantuan tersebut disebut belum diketahui secara jelas oleh sejumlah pihak.

Informasi mengenai dugaan tersebut diperoleh Pusartimur.com dari sejumlah sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Atas informasi tersebut, Pusartimur.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala SD Inpres 11 Waisama, Sitti, S.Pd.Gr, melalui pesan WhatsApp.

Pesan konfirmasi yang dikirim beberapa kali disebut telah terkirim dan terbaca oleh yang bersangkutan. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh tanggapan maupun klarifikasi dari Kepala SD Inpres 11 Waisama terkait sejumlah dugaan tersebut.

Baca Juga  AUDITOR INTERNAL KEJAKSAAN TINGGI MALUKU, MENJADI AHLI DI PERSIDANGAN KASUS TIPIKOR ADD/DD NEGERI WAHAI

Salah satu sumber mengungkapkan, pengelolaan Dana BOS di sekolah tersebut diduga tidak transparan. Bahkan, sumber menyebut tidak mengetahui adanya tim pengelola Dana BOS yang dibentuk secara jelas untuk menjalankan pengelolaan anggaran sekolah.

“Tidak pernah ada transparansi terkait pengelolaan Dana BOS. Bukti fisik penggunaan anggaran juga tidak pernah terlihat,” ujar sumber kepada Pusartimur.com.

Sumber juga mempersoalkan dugaan pengelolaan dana PIP yang diperuntukkan bagi siswa penerima manfaat.

Menurut sumber, pencairan dana PIP diduga dilakukan oleh Kepala Sekolah, kemudian terdapat pemotongan terhadap dana yang diterima siswa. Sumber menyebut pemotongan tersebut dilakukan tanpa didahului rapat bersama orang tua atau wali murid untuk memperoleh persetujuan.

Baca Juga  Watubun Tegaskan Proses Hukum Kematian Veronika Rahanyanat Harus Tetap Berjalan

“Penarikan dilakukan oleh kepala sekolah, kemudian ada pemotongan per siswa. Tidak ada rapat dengan orang tua atau wali murid untuk meminta persetujuan,” kata sumber.

Selain Dana BOS dan PIP, sumber juga mempertanyakan bantuan yang disebut berasal dari anggota DPR RI Dapil Maluku, Mercy Barends.

Menurut informasi yang diterima Pusartimur.com, bantuan tersebut diterima oleh pihak sekolah, namun hingga kini belum diketahui secara jelas bentuk, nilai, maupun peruntukan bantuan tersebut.

Kondisi ini memunculkan desakan agar pengelolaan seluruh dana yang berkaitan dengan kepentingan sekolah dan peserta didik dapat dibuka secara transparan, termasuk Dana BOS, dana PIP, maupun bantuan lainnya.

Publik juga meminta pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan, Inspektorat, maupun aparat pengawasan lainnya, melakukan verifikasi apabila terdapat laporan resmi mengenai dugaan penyimpangan tersebut. (PT)

Share :

Baca Juga

Hukum dan Kriminal

Begal Motor Disertai Kekerasan terhadap Perempuan di Lateri Ambon Dilaporkan ke Polsek Baguala

Hukum dan Kriminal

LAGI, KEJAKSAAN BERHASIL MEREHABILITASI KORBAN NARKOTIKA, KALI INI SEORANG PNS DAN SECURITY DI KOTA AMBON

Hukum dan Kriminal

PERKUAT SINERGI PENEGAKAN HUKUM, KAJATI MALUKU TERIMA KUNJUNGAN SILATURAHMI KAPOLDA MALUKU BESERTA JAJARAN

Hukum dan Kriminal

PERDANA KUNJUNGI KOTA TUAL, KAJATI RESMIKAN GEDUNG KANTOR, RUMAH DINAS DAN MESS

Economy

Proses Pengesahan Raperda MBT di Kota Ambon Masih Berlanjut

Hukum dan Kriminal

PENUNTUT UMUM CABJARI WONRELI TERIMA TAHAP II BERKAS PERKARA KORUPSI ADD/DD DESA WONRELI DARI POLRES MALUKU BARAT DAYA

Hukum dan Kriminal

Fatwa MA Tegaskan Eksekusi Kembali ke PTUN, Pemkot Ambon Diminta Segera Fasilitasi Voting

Hukum dan Kriminal

Dugaan Korupsi Dana BOS SMAN 3 SBB, Singerin: Saya Tidak Kasih Ampun Kalau Ada yang ‘Pencuri’ Uang Negara