AMBON, PT – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Maluku resmi menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) tahap 2 bagi calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota se-Maluku untuk masa bakti 2026–2031.
Kegiatan yang berlangsung di Ambon pada Senin (4/5/2026) ini menjadi tahapan penting dalam proses seleksi lanjutan guna menyaring figur-figur terbaik di internal partai.
Dari sekitar 100 nama yang mengikuti tahap awal, sebanyak 71 kandidat dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya. Hal ini menunjukkan ketatnya mekanisme kaderisasi yang diterapkan PKB dalam menentukan calon pemimpin di tingkat daerah.
Ketua DPW PKB Maluku, Basri Damis, mengatakan bahwa hasil tersebut merupakan bagian dari proses seleksi yang dilakukan bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
“Hari ini, berdasarkan hasil pemaparan serta pembahasan dari DPP PKB, lahirlah 71 peserta yang siap mengikuti proses seleksi. Ini menandakan kaderisasi dan kepemimpinan PKB di Maluku berjalan sangat baik,” ujarnya.
Basri menegaskan, UKK bukan sekadar proses administratif, tetapi bagian dari strategi politik jangka panjang untuk melahirkan pemimpin yang memiliki kapasitas, integritas, dan kedekatan dengan masyarakat.
Menurutnya, proses ini juga sejalan dengan visi Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, yang mendorong politik yang membumi dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.
“UKK ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang kuat, mampu memecahkan persoalan ekonomi, politik, dan berbagai masalah lainnya,” tegas Basri.
Selain itu, evaluasi hasil Pemilu 2024 menjadi perhatian dalam UKK kali ini. Dari total 39 daerah pemilihan (dapil) kabupaten/kota, PKB baru berhasil mengisi 31 kursi. Sementara di tingkat provinsi, PKB hanya meraih 4 dari 7 kursi yang tersedia.
“Masih ada pekerjaan rumah, yakni 8 dapil kabupaten/kota dan 3 dapil provinsi yang belum terisi. Ke depan, kita harus menetapkan target politik yang jelas agar dapil tersebut dapat kita isi, termasuk meningkatkan perolehan kursi di DPR RI,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI dari DPP PKB, Ratna Juwita, menegaskan bahwa seluruh peserta UKK merupakan kader terbaik yang memiliki komitmen kuat terhadap partai.
Ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum PKB agar seluruh peserta mengikuti proses dengan penuh tanggung jawab dan menjaga soliditas partai.
“Siapa pun yang mengikuti UKK ini adalah kader terbaik, militan, dan berkomitmen. Proses ini memang tidak mudah, tetapi akan membuat PKB tampil berbeda dibanding partai lain,” ujarnya.
Ratna juga menekankan pentingnya menjaga persatuan, terutama dalam menghadapi hasil akhir seleksi. Seluruh peserta, kata dia, telah menyepakati kontrak politik untuk mendukung siapa pun yang nantinya ditetapkan sebagai pemenang.
“Siapa pun yang ditetapkan DPP sebagai pemenang harus didukung bersama. Semua pihak harus tetap solid dan bersama-sama membesarkan DPC di daerah masing-masing tanpa perpecahan,” pungkasnya. (PT)










