Timika PT- Salah satu warga kampung Tiwaka,Distrik Mimika Timur Tengah Antonius Taonawiyu mengeluhkan kurangnya tenaga guru pengajar pada Sekolah Dasar di kampungnya Tiwaka yang saat ini hanya berjumlah 4 orang dan dinilai tidak dapat memaksimalkan proses belajar mengajar pada sekolah yang jumlah muridnya berkisar 200 murid lebih tersebut.
“Saya sebagai sekertaris kampung yang jadi saksi,kami hanya punya Kepsek yang ASN dan 3 tenaga honorer,dan kondisi begini kira-kira apa yang harus dilakukan oleh pihak Dinas pendidikan” Ungkap Antonius melalui sambungan telephone seluler kepada Pusar Timur belum lama ini.
Antonius juga berharap adanya kebijakan dan perhatian pihak Pemda Mimika atas kondisi dimaksud,sehingga turut mencerdaskan anak bangsa di kampung Tiwaka kabupaten Mimika
“Mohon ada pemerataan tenaga guru,kasian juga mereka urus 6 kelas oleh 3 guru karena kadang Kepsek sibuk administrasi dan kebutuhan sekolah lainya sehingga kami minta ada perhatian dari Pemda untuk SD di kampung kami dan bagian pesisir ini” Ujarnya
Sementara Itu Hendrik,salah satu tenaga guru berstatus guru konorer pada SD YPPK Tiwaka mengakui kondisi kekurangan guru tersebut, dan berharap adanya perhatian Pemda melalui kebijakan Dinas terkait
“Betul kami hanya 4 guru yaitu Kepsek ASN dan kami 3 orang lain adalah tenaga honorer, sehingga apakah ada kebijakan dari Pemda untuk kondisi begini atau tidak dengan murid 200 lebih di sekolah ini,” Harapnya
Antonius Taonawiyu yang juga merupakan Sekertaris kampung tersebut menambahkan,terkait proses pengembangan pembangunan kampung Tiwaka hingga kini secara umum belum dirasakan langkah kongkrit yang dilakukan oleh pemerintahan baru saat ini,sehingga besar harapan agar hal ini dapat diperhatikan
“Yang ada disini hanya dari Dana kampung,dari Pemda belum ada sejak pemerintahan baru ini,dan selama ini sering musrembang tapi kelanjutannya belum ada kurang tau juga mengapa” Tuturnya. ( PT )










