Home / Headline

Selasa, 11 Maret 2025 - 06:20 WIB

LEWERISSA TEGASKAN TIDAK ADA PROMOSI JABATAN BERDASARKAN UNSUR SUKA DAN TIDAK SUKA

Ambon, Pusartimur.com – Menjaring aspirasi dari masyarakat seputar pelaksanaan kepemimpinannya dalam lima tahun kedepan, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, mengikuti Dialog Interaktif dengan topik : “Satu Jam bersama Gubernur Maluku”, yang diselenggarakan oleh RRI Ambon di Studio Program 1, pada Senin (10/3/2025).

Pada kesempatan itu Lewerissa menegaskan bahwa tata kelola birokrasi menjadi hal penting dan berada pada poin pertama sapta cita, mengidentifikasi masalah birokrasi yang ada, serta diperhadapkan dengan jumlah ASN sebanyak kurang lebih 11.500 orang, adalah potensi yang besar, namun apa arti jumlah yang besar ini jika tidak mampu mengelola atau menatanya sehingga bisa memberi kontribusi positif untuk kemajuan Maluku.

“Oleh karena itu kita sudah berkali-kali menyampaikan bahwa kesempatan pengisian jabatan, promosi, dan mutasi itu atas pertimbangan murni kompetensi, kemampuan kapasitas, dan karakter yang baik, jadi tidak ada lagi promosi jabatan di Provinsi Maluku yang dilakukan karena faktor suka atau tidak suka, karena dipastikan itu tidak akan terjadi di pemerintahannya lima tahun kedepan, agar kita dapat menjadi tim kerja yang memandang Maluku dari visi dan misi yang sama,” jelasnya kepada salah satu penanya yang bergabung dalam Dialog Interaktif.

Baca Juga  KAJATI MALUKU RAIH PENGHARGAAN SEBAGAI TOKOH PENGGERAK SINERGITAS SISTEM PERADILAN PIDANA

Terkait efisiensi anggaran adalah kesempatan bagi kami di Maluku untuk merancang program yang relevan terkait dengan kepentingan masyarakat, dimana dipermudah dengan hidup di era digitalisasi, yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Itu yang akan dilakukan dan tidak melihat sebagai hambatan, justru ini adalah kesempatan untuk merumuskan kegiatan dan program yang relevan dan penting untuk masyarakat dan meningkatkan pengawasan secara internal, agar setiap kebijakan internal yang dibelanjakan harus dipergunakan dengan bertanggung jawab,” tegas Lewerissa.

Menjawab pertanyaan salah satu pendengar radio mengenai Investasi, Gubernur menjelaskan bahwa dirinya membuka karpet merah untuk Healty Investmen atau inevastasi yang sehat, yang patuh terhadap semua peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta membuka kesempatan kepada putra putri daerah untuk bekerja, yang akan berdampak terhadap turunnya jumlah pengangguran dan angka kemiskinan.

Baca Juga  SMPN 13 Ambon Gelar Pagelaran Seni dan Budaya, Wujud Apresiasi atas Prestasi Siswa

Menyinggung proyek Lumbung Ikan Nasional dan Ambon New Port, Lewerissa menegaskan bahwa nomenklatur tersebut secara perlahan akan diubah.

“LIN berarti berbicara terkait industrialisasi sektor perikanan dan hilirisasi sektor perikanan, seperti diketahui potensi sumber daya perikanan dan kelautan di Laut Banda, Seram dan Arafura mensuplai 37% kebtuhan ikan nasional, dan kita bisa menjadi daerah yang tidak hanya menjual ikan dalam bentuk mentah, tetapi juga diharapkan ada pabrik pengalengan ikan, abon ikan dan sebagainya terkait hasil perikanana dan kelautan,” jelas Gubernur.

Beberapa waktu yang lalu, Lewerissa menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menandatangani Salah satu proyek strategis nasional yang ditandatangani yaitu Maluku Integrated Port atau Pelabuhan Terpadu Maluku, dan diharapkan agar proyek ini benar-benar teralisasi. (PT)

Share :

Baca Juga

Headline

Jasa Raharja Paparkan Skema Terintegrasi pada Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran 2026 Kementerian Perhubungan

Headline

Enam Guru SMPN 7 Malteng Masuk Masa Purnabakti

Headline

GUBERNUR BUKA ACARA DRAMATISASI JALAN SALIB HIDUP OIKUMENE 2025

Headline

Jasa Raharja Apresiasi Polda hingga Polres melalui IRSMS Award di Syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 

Headline

Dinas Pertanian Maluku Diduga Kelola Anggaran BOS dan TPG Tanpa Koordinasi dengan Dinas Pendidikan

Headline

Paramotor Fasi Daerah Maluku Sukses Flypass di Langit Ambon

Headline

Danlanud Pattimura Buka MPLS Sekolah Angkasa Tahun Ajaran 2025-2026

Headline

Dua Hal di Pemerintahan Negeri Saparua Jadi Perhatian Masyarakat