AMBON, PT- Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Yan Zamora Noach, meminta proses rekrutmen tenaga kerja untuk proyek LNG Abadi Blok Masela dievaluasi dan dibahas secara terbuka dengan melibatkan DPRD, pemerintah daerah, serta pihak terkait.
Permintaan tersebut disampaikan Yan saat bertemu dengan massa aksi Gema MBD di ruang rapat paripurna DPRD Maluku, Senin (5/10/2026).
Ia mengatakan, Komisi IV sebelumnya telah meminta penjelasan mengenai mekanisme penerimaan tenaga kerja untuk proyek strategis tersebut dan menemukan persoalan dalam sejumlah persyaratan rekrutmen.
“Komisi IV sudah meminta penjelasan terkait proses penerimaan tenaga kerja. Di situ kita menemukan ada persoalan dalam persyaratan rekrutmen,” ujar Yan.
Menurutnya, DPRD Maluku telah meminta Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Maluku mengevaluasi proses perekrutan. Jika ditemukan ketentuan yang tidak sesuai, dinas terkait diminta mengambil langkah, termasuk memberikan teguran kepada vendor yang bertanggung jawab atas penerimaan tenaga kerja.
Yan juga menegaskan bahwa ketentuan dan kesepakatan dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan proyek Blok Masela.
“Kalau ada ketentuan yang sudah disepakati dalam AMDAL, itu juga harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan proyek,” katanya.
Selain mengevaluasi mekanisme rekrutmen, Yan menyebut DPRD Maluku melalui Panitia Khusus (Pansus) Investasi tengah mendorong penyusunan regulasi yang dapat menjadi payung hukum bagi perlindungan dan penguatan kesempatan kerja masyarakat lokal.
Menurutnya, regulasi tersebut diperlukan agar keterlibatan tenaga kerja lokal dalam berbagai proyek investasi di Maluku memiliki landasan hukum yang lebih kuat.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa upaya memperbesar kesempatan kerja bagi masyarakat lokal harus diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Membuka akses pekerjaan saja dinilai belum cukup apabila calon pekerja belum memenuhi standar kompetensi dan sertifikasi yang ditetapkan perusahaan.
Yan mencontohkan kebutuhan sekitar 24 operator alat berat di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) sekitar dua bulan lalu. Dari kebutuhan itu, sebanyak 14 calon tenaga kerja dikirim melalui koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Maluku.
Namun, para calon pekerja tersebut belum memenuhi kualifikasi dan sertifikasi yang dipersyaratkan.
Kondisi ini, kata Yan, menunjukkan pentingnya mempersiapkan tenaga kerja lokal sejak dini agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan industri.
“Kesempatan kerja harus dibuka, tetapi masyarakat juga harus dipersiapkan agar mampu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan,” tegasnya.
Karena itu, Yan mendorong pemerintah daerah agar tidak hanya berfokus mengawal kuota atau porsi tenaga kerja lokal dalam proyek investasi berskala besar. Pemerintah juga perlu memperkuat program pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan keterampilan masyarakat sebelum kebutuhan tenaga kerja muncul.
Menurutnya, kesiapan SDM harus menjadi bagian penting dari strategi daerah dalam menyambut pengembangan LNG Abadi Blok Masela maupun proyek investasi lainnya di Maluku.
Dengan persiapan yang terencana, masyarakat lokal diharapkan tidak hanya memperoleh akses untuk melamar pekerjaan, tetapi juga memiliki kompetensi sesuai standar industri.
Yan menegaskan, keterlibatan masyarakat Maluku dalam proyek strategis nasional perlu ditopang oleh mekanisme rekrutmen yang transparan, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta kesiapan tenaga kerja lokal untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. (PT)








