AMBON, PT- Anggota DPRD Provinsi Maluku dari daerah pemilihan Maluku Barat Daya (MBD)–Kepulauan Tanimbar, Anos Yeremias, berkomitmen menindaklanjuti tuntutan mahasiswa MBD terkait keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek strategis Blok Masela.
Respons tersebut disampaikan Anos menyusul aksi unjuk rasa mahasiswa MBD pada Senin (5/10/2026), yang menyoroti persoalan perekrutan tenaga kerja dan kesempatan bagi masyarakat setempat untuk bekerja dalam proyek tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Anos berencana menggelar rapat lintas komisi dengan melibatkan pihak Inpex, organisasi perangkat daerah terkait, serta perwakilan mahasiswa. Pertemuan itu diharapkan dapat membuka informasi secara transparan mengenai mekanisme perekrutan dan memastikan aspirasi masyarakat MBD dibahas secara resmi.
Menurut Anos, tuntutan mahasiswa perlu mendapat perhatian serius agar masyarakat yang berada di sekitar wilayah pengembangan sumber daya alam tersebut memperoleh kesempatan kerja yang layak.
“Apa yang disampaikan mahasiswa akan menjadi bahan pembahasan resmi. Kita pastikan kejelasan bahwa masyarakat MBD juga mendapat bagian kesempatan kerja dari kekayaan alam di wilayahnya,” ujar Anos.
Ia juga mengimbau mahasiswa agar memberikan kesempatan kepada DPRD untuk menjalankan fungsi pengawasan dan menindaklanjuti persoalan tersebut melalui mekanisme kelembagaan.
Anos menegaskan, DPRD Maluku akan mengawal komitmen penyerapan 30 persen tenaga kerja lokal agar dapat direalisasikan sesuai dengan ketentuan dan komitmen yang berlaku.
Menurutnya, kejelasan mengenai kuota, persyaratan, serta proses penerimaan tenaga kerja menjadi hal penting untuk menjawab keresahan masyarakat dan menghindari kesalahpahaman terkait peluang kerja di proyek Blok Masela.
Melalui rapat bersama pihak perusahaan dan instansi terkait, DPRD berharap persoalan tersebut dapat dibahas secara terbuka sehingga masyarakat MBD memperoleh kejelasan mengenai peluang keterlibatan mereka dalam pembangunan proyek gas alam tersebut. (PT)








