Home / DPRD Maluku

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:46 WIB

DPRD Maluku Soroti Lemahnya Pendampingan Pengawasan Proyek, Lohy : Dokumen Harus Lengkap Sebelum Kunjungan Lapangan

Oplus_131072

Oplus_131072

Ambon, PT – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Alan Lohy menyoroti pentingnya perbaikan mekanisme pengawasan proyek pembangunan di berbagai daerah.

Menurutnya, setiap kegiatan pengawasan lapangan harus didukung dengan dokumen teknis yang lengkap agar anggota dewan dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh.

Dalam penyampaiannya, ia mengungkapkan bahwa pada sejumlah kunjungan pengawasan sebelumnya, tim DPRD kesulitan menilai progres pekerjaan karena tidak memperoleh data pendukung seperti peta lokasi, titik pekerjaan, panjang ruas, hingga detail anggaran yang digunakan.

“Kami berharap pada pengawasan berikutnya seluruh dokumen pekerjaan sudah disiapkan. Dengan begitu kami bisa mengetahui secara jelas lokasi pekerjaan, volume, progres, hingga kondisi riil di lapangan,” ujarnya dalam rapat komisi III DPRD Maluku bersama BPJN Provinsi Maluku dan Aliansi Garuda Sakti, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga  Komisi IV DPRD Maluku Jadwalkan Pengawasan Pendidikan hingga 1 Maret 2026

Ia menjelaskan, dokumentasi berupa foto saja tidak cukup untuk menggambarkan kondisi proyek. Tanpa penjelasan teknis mengenai lokasi, panjang pekerjaan, maupun jenis pekerjaan yang dilaksanakan, DPRD mengalami kesulitan dalam menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

Selain itu, ia juga menilai pendampingan dari pihak terkait, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun kontraktor pelaksana, sangat penting selama kunjungan lapangan. Kehadiran mereka dinilai dapat memberikan penjelasan teknis apabila ditemukan persoalan di lokasi proyek.

Menurutnya, pengalaman pengawasan di beberapa kabupaten menunjukkan bahwa persiapan yang matang akan membuat proses evaluasi lebih efektif. Sebaliknya, minimnya data dan informasi menyebabkan anggota DPRD tidak memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi pekerjaan yang diawasi.

Baca Juga  Hadapi Lonjakan Penumpang Nataru Pelni Maluku Pastikan 12 Armada Siap Layani Rute Ambon

Ia juga mengingatkan agar setiap kontraktor atau perwakilan yang mendampingi pengawasan benar-benar memahami pekerjaan yang sedang dilaksanakan sehingga mampu menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan DPRD di lapangan.

“Jangan sampai yang mendampingi justru tidak memahami pekerjaan yang sedang berlangsung. Hal seperti ini harus menjadi evaluasi bersama agar fungsi pengawasan berjalan optimal,” tegasnya.

Sebagai masukan ke depan, Ia mengusulkan agar setiap agenda pengawasan lapangan diawali dengan penyampaian dokumen lengkap, termasuk peta lokasi, gambar teknis, progres pekerjaan, serta rincian anggaran. Dengan demikian, hasil pengawasan dapat menjadi dasar evaluasi yang lebih objektif dan akurat bagi peningkatan kualitas pembangunan di Provinsi Maluku. (PT)

Share :

Baca Juga

DPRD Maluku

Ketua Komisi III DPRD Maluku Soroti Ketidakhadiran Kadis PUPR Malteng dan MBD dalam Rapat Sinkronisasi Kebijakan

DPRD Maluku

PT. Batu Licin Tak Punya Izin Reklamasi, DPRD Maluku Desak Penghentian Aktivitas Tambang di Kei Besar

DPRD Maluku

DPRD Maluku Matangkan Ranperda Insentif Investasi, Pansus Tampung Masukan 18 OPD dan Stakeholder

DPRD Maluku

DPRD Maluku: TPP ASN Bukan Hak Melekat, Pembayaran Disesuaikan Kemampuan Keuangan Daerah

DPRD Maluku

DPRD Maluku Desak Evaluasi Kenaikan Tarif Tiket Kapal Cepat Tulehu – Masohi

DPRD Maluku

Ketua DPRD Maluku Desak Presiden Tinjau Ulang Kebijakan Pengangkatan P3K

DPRD Maluku

DPRD Maluku Sahkan Ranperda Perubahan APBD 2025, Fokus pada Pengawasan Anggaran

DPRD Maluku

DPRD Maluku Minta BKD Buka Data Penempatan ASN dan PPPK Pendidikan Secara Transparan