Home / Kota Ambon

Rabu, 2 September 2026 - 16:33 WIB

Wali Kota Ambon: DPRD Expo 2026 Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat

oplus_0

oplus_0

AMBON, PT- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menilai pelaksanaan DPRD Expo 2026 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi berbagai program pembangunan yang telah dilakukan sekaligus merancang langkah strategis bagi kemajuan Kota Ambon ke depan.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-451 Kota Ambon pada 7 September 2026. Menurut Bodewin, perayaan hari ulang tahun kota tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus dimanfaatkan untuk melihat kembali berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.

“Setiap kali kita merayakan hari ulang tahun kota, tentu perlu dilakukan evaluasi terhadap berbagai hal yang sudah kita lakukan, sekaligus merencanakan berbagai hal yang akan kita lakukan ke depan untuk kemajuan Kota Ambon,” ujarnya dalam sambutan yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Ambon, Rabu (2/9/2026)

Ia mengatakan, berbagai tantangan yang dihadapi Kota Ambon harus diidentifikasi secara baik agar dapat ditemukan solusi yang tepat. Dengan demikian, pembangunan kota dapat terus berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Salah satu fokus Pemerintah Kota Ambon, kata Bodewin, adalah penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, Kota Ambon memiliki karakteristik berbeda dengan daerah yang memiliki sumber daya alam besar. Karena itu, pengembangan ekonomi harus bertumpu pada potensi masyarakat, khususnya sektor UMKM.

“Ambon bukan Morowali. Ambon bukan daerah dengan sumber daya alam yang besar. Karena itu, kita memilih penguatan ekonomi kerakyatan melalui upaya menciptakan kemandirian masyarakat lewat usaha-usaha yang bisa dilakukan, salah satunya UMKM,” jelasnya.

Baca Juga  Diseminasi Laporan Ekonomi Maluku, BI Sinergi Dorong Kapasitas Sektor Perikanan

Pemkot Ambon, lanjutnya, terus berupaya memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang. Dukungan tersebut dilakukan melalui penyediaan tempat usaha, kemudahan akses pasar, bantuan modal, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan yang dapat menjadi momentum promosi dan peningkatan pendapatan pelaku UMKM.

“Berikan ruang yang nyaman bagi mereka untuk bertumbuh, berikan kemudahan, buka akses pasar, dan ciptakan momentum-momentum penting yang memberikan nilai tambah bagi mereka,” katanya.

Ia menegaskan, keberadaan UMKM menjadi salah satu pondasi penting bagi perekonomian Kota Ambon, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) dan tekanan terhadap dunia usaha.

Karena itu, pemerintah akan terus memberikan ruang kepada pelaku UMKM agar masyarakat memiliki kesempatan untuk berusaha sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi Kota Ambon tetap berada dalam kondisi yang baik.

Selain penguatan UMKM, Bodewin juga menekankan pentingnya literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat Kota Ambon.

Ia menyebut, Pemerintah Kota Ambon mendapatkan penghargaan Financial Literacy Award dari pemerintah pusat. Penghargaan tersebut menjadi bukti adanya komitmen pemerintah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan.

Menurutnya, literasi keuangan penting agar masyarakat maupun pelaku UMKM memahami cara mengelola keuangan dengan baik dan mampu memanfaatkan berbagai akses pembiayaan dari lembaga keuangan.

Ia juga menyoroti pentingnya transformasi tata kelola pemerintahan di era keterbukaan dan perkembangan teknologi.

Pemerintah, kata dia, dituntut memberikan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan responsif. Karena itu, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga  Sempat Hilang Kontak Dilaut Maluku, Yaowarin Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan

“Di era keterbukaan hari ini, pemerintah dituntut untuk memberikan pelayanan yang semakin baik. Pelayanan yang mudah, cepat, dan responsif,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkot Ambon terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk mempermudah masyarakat mendapatkan layanan pemerintahan maupun layanan pendukung lainnya.

Dalam berbagai kegiatan pemerintah, pelaku UMKM juga difasilitasi dengan menghadirkan lembaga terkait, seperti BPOM dan lembaga sertifikasi halal. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu UMKM memenuhi berbagai persyaratan untuk mengembangkan usahanya.

Ia berharap, DPRD Expo 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan pameran, tetapi mampu menjadi ruang interaksi antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat.

Menurutnya, jika seluruh pihak dapat berkontribusi dan membangun kolaborasi, maka berbagai potensi yang dimiliki Kota Ambon dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru.

“Kalau kita lakukan dengan baik, yakin dan percaya, kita bisa merancang kemajuan bagi kota ini. Setelah kita mengevaluasi apa yang mesti kita lakukan, pasti bisa kita bawa Kota Ambon menjadi semakin maju,” tandasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Kota Ambon serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan DPRD Expo 2026.

Ia berharap, kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan menjadi agenda yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi contoh kegiatan kolaboratif yang mampu memperkuat perekonomian dan pembangunan Kota Ambon. (PT)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

Tasso :  Klarifikasi Dugaan Belanja Barang di SD Negeri 15 Ambon

Kota Ambon

Songsong HUT ke-451 Kota Ambon, Pemkot Gelar Lomba Masak Ikan Kuah Kuning dan Papeda

Kota Ambon

Wali Kota Ambon Ajak Warga Jaga Toleransi dan Kondusivitas Kota di Tengah Berbagai Tantangan Keamanan

Kab.Maluku Barat Daya

How to Give Your 2016 Resolutions Staying Power

Kota Ambon

Kenaikan Tarif Fery Hunimua–Waipirit, General Manager ASDP: Keputusan Ada di Pj Gubernur Maluku

Kota Ambon

Pemkot Ambon Dukung Perluasan QRIS untuk Percepat Transformasi Ekonomi Digital

Kota Ambon

Wali Kota Ambon Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat Untuk Hutan Adat Hutumuri dan Hukurila

Kota Ambon

Pemkot Ambon Fasilitasi 193 Pasangan Nikah Massal, Wali Kota Tekankan Pentingnya Status Hukum Perkawinan