Ambon, PT- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan dukungan Pemerintah Kota Ambon terhadap perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi digital dan penguatan ekonomi masyarakat di Kota Ambon.
Hal tersebut disampaikan Bodewin saat menghadiri Closing Ceremony Pekan QRIS Nasional (PQN) Provinsi Maluku 2026 yang berlangsung di Jalan Pattimura, Kota Ambon.
Bodewin menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan rangkaian kegiatan PQN 2026. Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memberikan edukasi, sosialisasi, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penggunaan QRIS.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi bagian yang wajib kita lakukan dalam kehidupan kita. Ini akan menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, terutama dengan memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi secara cepat, praktis, dan aman,” ujar Bodewin, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, digitalisasi pembayaran juga memberikan manfaat besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penggunaan QRIS dapat membantu UMKM memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi transaksi, serta mendorong pelaku usaha masuk dan berkembang dalam ekosistem ekonomi digital.
Karena itu, Pemerintah Kota Ambon mendukung penuh perluasan penggunaan QRIS di tengah masyarakat. Bodewin berharap pemanfaatan QRIS tidak hanya berkembang di pusat-pusat kota, tetapi juga menjangkau pasar tradisional, sektor pelayanan publik, serta seluruh pelaku UMKM di Kota Ambon.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk tidak takut menghadapi perkembangan teknologi.
“Jangan takut dengan teknologi. Jadikan teknologi sebagai alat untuk terus berkembang. Jangan hanya berpikir bagaimana menjual produk hari ini, tetapi pikirkan bagaimana produk kita bisa dikenal lebih luas dan berkembang secara digital di masa depan,” katanya.
Bodewin juga memberikan pesan kepada generasi muda Kota Ambon agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan peluang melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menurutnya, kreativitas, inovasi, dan kemampuan digital harus dimanfaatkan generasi muda untuk membuka peluang usaha baru serta meningkatkan daya saing masyarakat di tengah perkembangan ekonomi digital.
Ia menegaskan, semangat yang dibangun melalui Pekan QRIS Nasional tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Seluruh pihak diharapkan dapat mewujudkan manfaat QRIS dalam aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat secara nyata.
“Jangan berhenti pada kegiatan seremonial malam ini. Mari kita lanjutkan dengan hasil nyata dan wujudkan kegunaan QRIS dalam seluruh kegiatan yang kita lakukan di Kota Ambon yang kita cintai ini,” tegasnya.
Pemerintah Kota Ambon, lanjut Bodewin, akan terus membangun sinergi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, pelaku usaha, komunitas, serta seluruh pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan digital.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong Kota Ambon menjadi kota yang semakin maju, inklusif, dan siap menghadapi perkembangan ekonomi digital.
Bodewin juga mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk mulai membiasakan transaksi digital menggunakan QRIS sekaligus mendukung UMKM lokal.
“Mari bertransaksi secara digital dengan QRIS, dukung UMKM lokal yang kita miliki di kota ini, gunakan QRIS untuk kemudahan dan keamanan transaksi, dan mari bersama-sama membangun ekonomi Kota Ambon yang semakin kuat dan berdaya saing,” ajaknya.
Pada kesempatan tersebut, Bodewin turut menyampaikan selamat kepada seluruh peserta, pelaku UMKM, pemenang perlombaan, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam Pekan QRIS Nasional Provinsi Maluku 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, OJK, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat transformasi ekonomi digital di Provinsi Maluku, khususnya Kota Ambon.
“QRIS bukan sekadar alat pembayaran, tetapi bagian dari langkah kita menuju ekonomi yang inklusif, modern, dan berbudaya,” pungkasnya. (PT)








