Ambon, PT- Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku, Risard Rahakbauw (RR), mengungkapkan bahwa kegiatan reses yang dilakukan di daerah pemilihan menjadi momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Menurutnya, selama masa reses, pihaknya turun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat guna memahami berbagai kebutuhan mendesak, terutama terkait kondisi ekstrem yang kerap terjadi di wilayah Maluku.
“Selama reses, kita langsung berhadapan dengan masyarakat dan melihat kondisi ekstrem yang mereka alami. Banyak peristiwa seperti longsor yang menjadi perhatian utama, sehingga ini menjadi skala prioritas kita,” ujarnya kepada media di Gedung DPRD Provinsi Maluku, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah persoalan seperti bencana longsor dan kondisi alam yang tidak menentu menjadi perhatian utama Komisi III. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami juga telah mempersiapkan sarana kebutuhan dasar seperti air bersih dan fasilitas lainnya,” tambahnya.
Ia berharap, seluruh wilayah daerah pemilihan Maluku Enam dapat menyambut Hari Raya Idulfitri dalam suasana aman dan kondusif.
“Kita berharap kondisi ini tetap terjaga agar masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan tenang, aman, dan stabil, terutama setelah berbagai program sosial yang telah dilaksanakan di wilayah Kepulauan Kei, Maluku Tenggara,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ketahanan sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.
“Kita harus menjaga harmonisasi sosial dan tidak terpengaruh isu-isu yang tidak benar. Ini penting untuk mencegah terjadinya konflik, khususnya di wilayah yang pernah mengalami peristiwa sosial,” tegasnya.
Berdasarkan hasil reses, terdapat sejumlah kebutuhan masyarakat yang menjadi prioritas, di antaranya: Pembangunan jalan tani, Talud dan drainase, Bantuan sembako.
“Semua usulan ini akan kami kumpulkan untuk didalami dan ditindaklanjuti dalam tahapan berikutnya,” katanya.
Selain infrastruktur dasar, transportasi juga menjadi perhatian utama mengingat kondisi geografis Maluku yang terdiri dari banyak pulau, seperti Maluku Tenggara hingga Kepulauan Aru.
“Kebutuhan transportasi, baik darat maupun laut, akan menjadi agenda utama ke depan dan diharapkan bisa direalisasikan untuk masyarakat,” pungkasnya. (PT)









