Home / DPRD Kota Ambon

Rabu, 5 November 2025 - 09:56 WIB

Pormes: Kawasan Tanpa Rokok Harus Sediakan Ruang Merokok Khusus

oplus_0

oplus_0

Ambon, Pusartimur.com — Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) DPRD Kota Ambon, Zeth Pormes, menegaskan bahwa penerapan kawasan tanpa rokok di Kota Ambon harus tetap memperhatikan hak asasi setiap warga, baik perokok maupun non-perokok.

Menurutnya, filosofi utama dari kebijakan kawasan tanpa rokok bukan untuk menghapus aktivitas merokok sepenuhnya, tetapi untuk mengatur ruang publik agar lebih tertib dan sehat.

“Kawasan tanpa rokok bukan berarti tidak boleh merokok sama sekali. Pemerintah juga wajib menyiapkan fasilitas khusus atau smoking area bagi perokok. Itu bagian dari penghormatan terhadap hak asasi,” ujar Zeth Pormes dalam kegiatan uji publik Ranperda Kawasan Tanpa Rokok, di Ambon (Rabu, 5/11/2025).

Dalam rancangan yang dibahas oleh Pansus, kawasan tanpa rokok diatur pada Bab II Pasal 4, yang memuat klasifikasi area publik yang termasuk dalam KTR.

Zeth menjelaskan, kawasan tersebut mencakup berbagai tempat umum, fasilitas publik, serta area yang banyak digunakan masyarakat.

Baca Juga  DPRD dan Pemkot Ambon Sahkan Perubahan APBD 2026, Wali Kota Tekankan Optimalisasi Pendapatan Daerah

“Dalam pasal 4 itu sudah tergambar jelas, misalnya kawasan tanpa rokok meliputi fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, perkantoran, transportasi umum, tempat wisata, dan tempat hiburan umum,” jelasnya.

Untuk sektor pendidikan, penerapan kawasan tanpa rokok akan fokus pada jenjang SD dan SMP di bawah kewenangan Pemerintah Kota Ambon.

“Kalau SMA kan sudah menjadi kewenangan provinsi, jadi kita fokus di SD dan SMP dulu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Zeth Pormes menyampaikan bahwa penetapan lokasi spesifik kawasan tanpa rokok nantinya akan diatur lebih lanjut melalui Peraturan Wali Kota (Perwali).

“Kalau soal titik-titik lokasinya nanti diatur lewat Perwali. Di sana akan dijabarkan secara teknis lokasi mana saja yang ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok,” ungkapnya.

Selain membahas lokasi, Pansus KTR juga menyoroti pentingnya sanksi yang tegas bagi pelanggar aturan kawasan tanpa rokok.

Zeth menyebut, Satpol PP mengusulkan agar dalam Ranperda ini dimasukkan ruang penyelidikan dan sanksi pidana bagi pelanggaran berat.

Baca Juga  Rekomendasi Strategis dalam Rancangan Peraturan Daerah Penyelenggaraan Perhubungan Kota Ambon

“Masukan dari Satpol PP cukup bagus, mereka minta agar di pasal 15 atau pasal 26 bisa dibuka ruang penyelidikan dan sanksi pidana bagi pelanggar Perda. Nanti kita akan bahas lagi apakah itu bisa secara kewenangan diatur dalam Perda,” ujar Zeth.

Menurutnya, penerapan sanksi yang tegas akan mendorong kesadaran hukum dan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga ketertiban kota.

“Kalau hanya sanksi ringan, masyarakat biasanya tidak terlalu peduli. Tapi kalau ada efek jera, maka kesadaran hukum akan tumbuh dan ketertiban bisa meningkat,” tegasnya.

Penerapan Kawasan Tanpa Rokok diharapkan tidak hanya menekan angka perokok di tempat umum, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sadar kesehatan masyarakat Ambon.

Zeth menegaskan,  Perda ini nantinya bukan untuk melarang, melainkan mendidik masyarakat agar lebih disiplin dan peduli terhadap lingkungan sehat.

“Kita ingin masyarakat lebih tertib dan sadar hukum. Dengan Perda ini, Ambon bisa menjadi kota yang lebih sehat, nyaman, dan beradab,” pungkasnya. (PT)

Share :

Baca Juga

DPRD Kota Ambon

Perjuangan Warga RT 01/001 Hative Kecil untuk Talud: Respon Positif dari DPRD Ambon

DPRD Kota Ambon

Da Costa Minta Evaluasi Kamtibmas di Waiheru

DPRD Kota Ambon

DPRD Kota Ambon Setujui Ranperda RPJMD 2025–2029, 9 Fraksi Sampaikan Catatan Penting

DPRD Kota Ambon

DPRD Expo 2026 Kota Ambon Resmi Digelar, Dorong UMKM dan Kolaborasi Wujudkan Ambon Bersih

DPRD Kota Ambon

Tamaela :  Konsulat Belanda di Ambon, Anugerah dan Peluang Baru untuk Kerja Sama Strategis

DPRD Kota Ambon

Tamaela: Kota Ambon Optimis Pertahankan Juara

DPRD Kota Ambon

Risakotta Angkat Bicara Soal Penyegelan Kantor BPKAD Saat Pelayanan

DPRD Kota Ambon

Optimalisasi Retribusi Sampah di Kota Ambon, Far – Far :  Solusi Berkelanjutan untuk PAD