Home / Kota Ambon

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:28 WIB

25.383 KPM di Ambon Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Total 761,49 Ton

Ambon, PT- Sebanyak 25.383 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan beras selama 3 bulan dengan total 761,49 Ton.

Hal ini merupakan bagian yang dilaksanakan oleh Perum Bulog bersama Pemerintah Kota Ambon untuk meluncurkan penyaluran bantuan pangan beras alokasi Juli–September 2026.

Kegiatan tersebut bertempat di halaman Gudang Bulog Galala Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Rabu (12/8), yang ditandai dengan pelepasan Armada pengangkut bantuan pangan kepada masyarakat.

Peluncuran penyaluran bantuan pangan tersebut berlangsung di Desa Halong, Kota Ambon, dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Bulog Maluku, Rudy Senawi Tahir, mengatakan setiap KPM memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram setiap bulan selama tiga bulan. Dengan demikian, setiap penerima mendapatkan total 30 kilogram beras untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026.

“Untuk wilayah Kota Ambon, alokasi bantuan pangan periode Juli, Agustus, dan September 2026 diberikan kepada sebanyak 25.383 keluarga penerima manfaat. Masing-masing penerima mendapatkan 10 kilogram beras setiap bulan,” kata Rudy dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, berbeda dengan penyaluran sebelumnya yang juga disertai minyak goreng, pada periode kali ini bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 30 kilogram untuk setiap penerima selama tiga bulan.

Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon, dinas terkait, Kapolres, Dandim, Forkopimda, serta seluruh mitra Bulog yang mendukung proses distribusi bantuan pangan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak sangat penting karena Bulog memiliki keterbatasan personel. Untuk wilayah Maluku dan Maluku Utara, jumlah personel Bulog hanya sekitar 70 orang yang harus mengawal tugas ketahanan pangan di dua provinsi.

Selain penyaluran bantuan pangan, Rudy mengungkapkan perkembangan positif pengadaan gabah dan beras Bulog sepanjang 2026.

Hingga Juli 2026, atau selama tujuh bulan, pengadaan gabah dan beras Bulog di Maluku dan Maluku Utara telah meningkat lebih dari 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ini merupakan hasil kerja bersama antara Bulog, pemerintah daerah, jajaran pertanian, TNI, Polri, PPL, dan Babinsa,” ujarnya.

Baca Juga  Mendikdasmen: Inisiatif Jasa Raharja dan Korlantas Polri dalam Pendidikan Lalu Lintas

Bulog, lanjut Rudy, menargetkan pengadaan gabah dan beras hingga Desember 2026 dapat terus ditingkatkan, bahkan mencapai 20 kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Rudy memastikan beras yang disalurkan kepada masyarakat telah melalui pemeriksaan bersama pihak terkait. Pemeriksaan meliputi kualitas, berat, serta kondisi beras untuk memastikan bantuan yang diterima masyarakat sesuai dengan ketentuan.

Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan penyaluran bantuan pangan tidak boleh dipandang sekadar sebagai kegiatan membagikan beras kepada masyarakat.

Menurutnya, bantuan pangan merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar, sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“Ini bukan semata-mata soal menyalurkan beras pada hari ini. Apa yang dilakukan hari ini merupakan wujud dan bentuk perhatian pemerintah, dalam hal ini negara, serta upaya nyata pemerintah untuk memastikan seluruh masyarakat dapat memenuhi paling tidak kebutuhan dasar mereka dengan baik,” katanya.

Ia menegaskan pangan merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan pangan sekaligus menjaga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi kerja sama Perum Bulog, Badan Pangan Nasional, Pemerintah Kota Ambon dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, Pemkot Ambon secara rutin melakukan koordinasi untuk memastikan ketersediaan pangan, mengendalikan inflasi, dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia meminta pemerintah desa, negeri, dan kelurahan turut membantu memastikan bantuan pangan disalurkan dengan baik dan tepat sasaran.

“Bantuan pangan ini harus kita lihat sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Kalau masyarakat perutnya kenyang, tentu mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ujarnya.

Bodewin menekankan bahwa keberhasilan penyaluran bantuan pangan tidak hanya diukur dari kualitas beras yang diberikan, tetapi juga dari kecukupan jumlah bantuan.

“Kita tidak hanya berbicara mengenai kualitas, tetapi juga kuantitas. Kualitas berarti memastikan mutu bantuan yang diberikan tetap baik, sementara kuantitas berarti memastikan jumlahnya mencukupi. Beras yang mutunya bagus tetapi jumlahnya kurang juga tidak akan menyelesaikan persoalan,” tegasnya.

Baca Juga  Dianggap Provokatif dan Menyudutkan Walikota, Pemkot Akan LP Korlap Seruan Aksi 

Ia mengakui pelaksanaan program dengan jumlah penerima manfaat yang besar membutuhkan kerja keras dan koordinasi lintas sektor.

Karena itu, apabila terdapat kekurangan atau persoalan dalam proses penyaluran, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah kota agar dapat ditindaklanjuti bersama.

Kepada para penerima manfaat, Bodewin meminta agar bantuan beras yang diterima dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Ia berharap bantuan tersebut benar-benar digunakan sebagaimana peruntukannya dan tidak disalahgunakan.

“Manfaatkan bantuan ini untuk kepentingan keluarga, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga di rumah,” pesannya.

Ia juga menjelaskan,  penerima bantuan sosial ditetapkan berdasarkan data masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 sampai dengan desil 4.

Pemerintah saat ini terus melakukan pemutakhiran dan digitalisasi data bantuan sosial agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran.

Menurutnya, proses pendataan harus didukung seluruh pihak agar pemerintah dapat memastikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan memperoleh bantuan.

“Jangan sampai mereka yang secara ekonomi sudah mampu justru mendapatkan bantuan pangan atau bantuan sosial, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak mendapatkannya,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan, peluncuran bantuan pangan harus dimaknai sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak, terutama jajaran Perum Bulog sebagai penyalur, dapat menjalankan tugas dengan baik sehingga bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pangan secara simbolis kepada 10 orang penerima manfaat.

Pemkot Ambon memastikan akan terus mendukung program bantuan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan, daya beli, serta stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kota Ambon. (PT)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

Gubernur Maluku Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Toleransi

Kota Ambon

Meningkatkan Sinergi PKK, Posyandu, dan Dekranasda Maluku untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kota Ambon

Sapulette Minta Sengketa Mata Rumah Parentah Negeri Soya Diselesaikan Dua Pekan

Kota Ambon

Sky-Bar Swiss-Belhotel Sajikan Moluccas Signature Lunch

Kota Ambon

Hadiri Sidang Klasis PAT, Sapulette Sampaikan Gumulan Bersama

Economy

Gaspersz Dorong Pengalihan Pengelolaan Pendapatan Persampahan ke DLHP untuk Optimalkan PAD

Kota Ambon

Pemkot Ambon Luncurkan SLABER, Sistem Digital Pelaporan Publikasi Media yang Efisien dan Transparan

Kota Ambon

Audisi LASQI 2026 Kota Ambon Dibuka, Perebutkan “Golden Ticket” Menuju Nusantara Fest