AMBON, PT – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, menegaskan bahwa proyek strategis nasional (PSN) Blok Masela harus menjadi momentum kebangkitan sumber daya manusia (SDM) Maluku, bukan sekadar proyek investasi bernilai triliunan rupiah.
Menurut Yeremias, keberhasilan pengembangan Blok Masela tidak hanya diukur dari besarnya investasi maupun kapasitas produksi gas alam, tetapi juga dari sejauh mana proyek tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku melalui penyerapan tenaga kerja lokal yang kompeten.
“Groundbreaking Blok Masela merupakan momentum bersejarah bagi Maluku. Namun, keberhasilan proyek ini harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam membuka lapangan kerja bagi putra-putri daerah,” kata Yeremias.
Ia mengingatkan Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya agar tidak menunggu hingga proyek memasuki tahap konstruksi atau produksi untuk mempersiapkan SDM lokal.
Menurutnya, alasan klasik bahwa tenaga kerja lokal belum siap tidak boleh lagi menjadi pembenaran untuk mendatangkan pekerja dari luar daerah.
Karena itu, Anos mengusulkan pembentukan Satgas Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Lokal Blok Masela yang melibatkan pemerintah daerah, perusahaan pelaksana, perguruan tinggi, SMK, Balai Latihan Kerja (BLK), dunia usaha, serta organisasi profesi.
Satgas tersebut, kata dia, memiliki sejumlah tugas strategis, di antaranya melakukan pendataan pencari kerja lokal, memetakan kebutuhan tenaga kerja sesuai tahapan proyek, menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi berbasis standar industri migas, menyiapkan program beasiswa dan magang bagi generasi muda Maluku, serta membangun sistem rekrutmen yang transparan dengan mengutamakan tenaga kerja lokal yang memenuhi kompetensi.
“Yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar imbauan agar masyarakat bersiap, tetapi roadmap pengembangan SDM yang jelas, terukur, memiliki target waktu, serta didukung anggaran yang memadai,” tegasnya.
Ia menilai Blok Masela merupakan proyek jangka panjang yang akan beroperasi selama puluhan tahun sehingga harus menjadi katalis lahirnya tenaga profesional asal Maluku yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Ia berharap pemerintah daerah menjadikan pembangunan SDM sebagai prioritas utama agar manfaat ekonomi dari proyek tersebut benar-benar dirasakan masyarakat Maluku.
“Jangan sampai masyarakat Maluku hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri, sementara peluang kerja dan manfaat ekonomi lebih banyak dinikmati pihak dari luar daerah. Kesiapan SDM harus dimulai hari ini agar saat Blok Masela berproduksi, putra-putri Maluku sudah siap berdiri di garis terdepan sebagai pelaku utama pembangunan,” pungkasnya. (PT)









