Ambon, PT- Pemerintah Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup lanjut usia (lansia) melalui penyelenggaraan Wisuda Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) Ceria yang berlangsung khidmat di Kota Ambon, tahun 2025.
Acara wisuda ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, pimpinan OPD, rohaniawan, tokoh masyarakat, para pengajar, serta para opa dan oma peserta Sekolah Lansia BKL Ceria.
Dalam laporan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Ambon disampaikan bahwa meningkatnya jumlah lansia merupakan indikator keberhasilan pembangunan kesehatan, karena usia harapan hidup masyarakat Kota Ambon terus meningkat. Namun demikian, lansia juga menghadapi berbagai tantangan seperti masalah kesehatan, psikologis, sosial, dan ekonomi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Ambon bersama BKKBN mengembangkan Sekolah Lansia sebagai bentuk pendidikan nonformal yang memberikan pembekalan pengetahuan tentang:Kesehatan fisik dan mental, Keagamaan dan spiritual, Sosial budaya, Peningkatan kemandirian dan produktivitas.
Sekolah Lansia bertujuan menciptakan lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat) agar tetap berdaya guna bagi keluarga dan masyarakat.
Sekolah Lansia BKL Ceria sendiri telah berjalan sejak Juni 2025 dan diikuti oleh 35 peserta lansia, namun hanya 34 orang yang diwisudakan karena satu peserta dinyatakan tidak aktif selama proses pembelajaran.
Wisuda ini menjadi wisuda Sekolah Lansia kedua di Kota Ambon, setelah sebelumnya Sekolah Lansia BKL Nusa Indah menjadi yang pertama, sekaligus sekolah lansia pertama di Provinsi Maluku.

Pada kesempatan tersebut, juga diserahkan penghargaan kepada kader Bina Keluarga Balita (BKB) terbaik tingkat nasional, yakni Ibu Suratmi dari BKB Kelurahan Benteng, atas dedikasinya dalam pengelolaan Taman Asuh Sayang Anak dan Kelas Orang Tua Hebat.
Ia menegaskan, pemerintah hadir mengurus warga sejak dalam kandungan hingga usia lanjut. Lansia, menurutnya, bukan beban, melainkan aset pembangunan yang harus dijaga, diberdayakan, dan dihormati.
“Berikan ruang yang cukup bagi para lansia untuk terus aktif, produktif, dan bahagia di usia senja. Kasih sayang dari anak dan cucu adalah kunci kesehatan dan kebahagiaan mereka,” ujar Wali Kota.
Pemerintah Kota Ambon juga merencanakan penambahan dua Sekolah Lansia baru pada tahun 2026, sebagai bentuk keberlanjutan program peningkatan kualitas hidup lansia. (PT)










