Home / Kota Ambon

Selasa, 30 September 2025 - 17:27 WIB

Wali Kota Ambon Tegaskan Komitmen Wujudkan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana

oplus_0

oplus_0

Ambon, PT- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan komitmen Pemerintah Kota untuk mewujudkan seluruh desa dan kelurahan di Ambon sebagai Desa Tangguh Bencana.

Hal ini dilakukan sebagai upaya strategis untuk mengurangi risiko bencana dan melindungi masyarakat dari ancaman gempa bumi, tsunami, banjir, maupun tanah longsor.

Menurut catatan Pemerintah Kota Ambon, sejak tahun 2012 pernah dibentuk 21 Desa/Kelurahan Tangguh Bencana. Namun, program tersebut dinilai belum berjalan efektif karena lebih bersifat seremonial dan tidak menyentuh aspek ketahanan masyarakat secara nyata.

“Tahun 2023, lewat dukungan Bank Dunia, kami mulai membentuk kembali desa tangguh bencana. Enam desa/kelurahan sudah masuk program, yaitu Batu Merah, Nania, Rijali, dan beberapa lainnya. Di sana dipasang rambu-rambu evakuasi, jalur evakuasi, serta dibentuk forum pengurangan risiko bencana,” ungkap Wali Kota dalam Talkshow Ambon- Maluku Tangguh Bencana, yang berlangsung di Hotel Swissbell Ambon, Selasa 30 September 2025.

Baca Juga  Jadwal Lengkap Sidang ke-39 Sinode GPM 2025

Selain program berbasis desa, Pemkot Ambon bekerja sama dengan BMKG, Universitas Pattimura, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, dan mitra akademisi dari Jepang. Program ini bertujuan menyusun kajian komprehensif terkait:

Peta risiko gempa dan tsunami di Kota Ambon.

Kajian struktur rumah warga yang tahan gempa.

Penyusunan rencana kontinjensi untuk gempa, tsunami, banjir, dan longsor.

“Kita punya sejarah tsunami tahun 1674 dengan ketinggian gelombang mencapai 90–110 meter. Itu jadi catatan serius bagi Ambon. Karena itu, program mitigasi ini sangat penting agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana datang,” tegasnya.

Wali Kota menjelaskan, syarat membentuk Desa/Kelurahan Tangguh Bencana sebenarnya tidak sulit, namun butuh komitmen. Persyaratannya antara lain:

Baca Juga  Perkuat Komitmen untuk Kesejahteraan Masyarakat, Ketua PKK Ambon Kukuhkan Tim Pembina Posyandu Kecamatan Sirimau

1. Membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana di tingkat desa/negeri/kelurahan.

2. Menyediakan infrastruktur mitigasi seperti rambu-rambu peringatan, jalur evakuasi, dan titik kumpul.

3. Melaksanakan pelatihan dan simulasi bencana bagi aparat desa dan masyarakat.

4. Membentuk kelompok relawan yang siap menggerakkan warga ketika bencana terjadi.

5. Memanfaatkan pranata adat seperti marinyo untuk menyampaikan informasi darurat kepada masyarakat.

“Intinya, desa tidak hanya punya label tangguh bencana, tapi benar-benar siap. Aparaturnya terlatih, masyarakatnya sadar, dan infrastrukturnya ada. Tujuannya jelas: jangan sampai ada korban jiwa ketika bencana terjadi,” tandasnya.

Pemerintah Kota Ambon menegaskan bahwa mitigasi bencana bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga kesadaran masyarakat.

Edukasi melalui simulasi, pemasangan rambu evakuasi, hingga pelatihan relawan menjadi kunci untuk menciptakan masyarakat yang tangguh menghadapi bencana. (PT)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

Dukung Penyiapan Generasi Emas Indonesia 2045, TP PKK Kota Ambon Gelar FAKOTA

Kota Ambon

Perayaan Tri Suci Waisak 2026, Wakil Walikota Ambon: Terus Perkuat Persaudaraan dalam Semangat Toleransi Beragama

Economy

Dorong Wirausaha Berbasis Sumber Daya Lokal, Pemkot Buka Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Miskin Ekstrem

Kota Ambon

Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat, TP- PKK Kota Ambon Gelar Rapat Koordinasi 

Kota Ambon

Wali Kota Ambon Lakukan Penanaman Pohon Trembesi, Perkuat Komitmen Penghijauan Kota

Kota Ambon

Pemkot Dorong Realisasi Program 3 Juta Rumah Murah untuk MBR

Kota Ambon

Safari Ramadan di RW 19 Batu Merah, Wali Kota Ajak  Warga Jaga Keamanan dan Kebersihan Kota Ambon

Headline

Gubernur Lantik Tiga Penjabat Daerah di Maluku