Ambon, PT- Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Sophia Wattimena, menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat sektor jasa keuangan di Provinsi Maluku.
Hal tersebut disampaikan Sophia Wattimena dalam acara pengukuhan Kepala OJK Provinsi Maluku yang baru di Ambon.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh lembaga jasa keuangan, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat adat, media, dan para pemangku kepentingan yang terus mendukung penguatan sektor keuangan di daerah, Selasa (19/5/2026).
Sophia juga menyampaikan selamat kepada Haramain Ramli atas amanah baru sebagai Kepala OJK Provinsi Maluku. Ia berharap kepemimpinan baru tersebut mampu memperkuat peran OJK di daerah dan mendukung pertumbuhan ekonomi Maluku yang inklusif dan berkelanjutan.
“Saya berharap momentum pengukuhan ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya, memperkuat peran OJK di daerah, serta meningkatkan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap perekonomian Maluku,” ujarnya.
Menurut Sophia, tantangan pelaksanaan tugas OJK saat ini semakin kompleks, terutama pasca berlakunya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang memperluas kewenangan OJK. Di sisi lain, ekspektasi masyarakat terhadap kinerja OJK juga semakin tinggi.
Karena itu, ia menilai peran Kepala OJK di daerah menjadi sangat penting, tidak hanya memahami dinamika sektor jasa keuangan, tetapi juga mampu membangun komunikasi, koordinasi, dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah.
“Profesionalisme, integritas, dan kemampuan membangun kolaborasi menjadi kunci agar kehadiran OJK benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” katanya.
Sophia menjelaskan, perekonomian Maluku pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,16 persen. Capaian tersebut dinilai sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan menunjukkan aktivitas ekonomi daerah terus bergerak baik di tengah berbagai tantangan global.
Meski demikian, ia mengingatkan adanya tantangan makroekonomi yang dapat berdampak terhadap daya beli masyarakat. Oleh sebab itu, kantor OJK Provinsi Maluku diharapkan terus mendorong penguatan sektor jasa keuangan agar mampu meningkatkan investasi, memperluas akses keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, Sophia mengungkapkan sektor jasa keuangan di Maluku juga menunjukkan perkembangan positif. Fungsi intermediasi perbankan terus tumbuh, baik dari sisi kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), maupun kinerja industri perbankan secara umum pada triwulan pertama 2026.
Di sektor pasar modal, partisipasi masyarakat juga mengalami peningkatan yang terlihat dari bertambahnya jumlah investor dan nilai transaksi.
“Perkembangan ini menjadi modal penting bagi OJK Provinsi Maluku untuk terus memperkuat pengawasan, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta mendorong sektor jasa keuangan semakin berperan dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan dunia usaha,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Sophia juga mengingatkan seluruh jajaran OJK, khususnya para pimpinan satuan kerja dan kepala OJK daerah, agar selalu bekerja dengan penuh integritas, dedikasi, dan profesionalisme.
Ia menegaskan pimpinan OJK harus menjadi teladan dalam menjalankan tata kelola yang baik, menjaga kepercayaan publik, serta memastikan setiap kebijakan dilakukan secara akuntabel dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Tak lupa, Sophia Wattimena menyampaikan apresiasi kepada Andi Muhammad Yusuf yang sebelumnya memimpin Kantor OJK Provinsi Maluku atas dedikasi dan kontribusinya selama menjalankan tugas.
“Semoga pengukuhan Kepala OJK Provinsi Maluku hari ini menjadi momentum memperkuat kesinambungan pelaksanaan tugas OJK di daerah, mempererat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta meningkatkan kontribusi sektor jasa keuangan bagi kesejahteraan masyarakat Maluku,” tutupnya. (PT)









