Home / Economy

Senin, 4 Mei 2026 - 18:44 WIB

Inflasi Provinsi Maluku Tetap Terjaga dalam Rentang Sasaran

Oplus_131072

Oplus_131072

Ambon, PT- Pada April 2026,Provinsi Maluku kembali mengalami deflasi dengan capaian sebesar 0,17% (mtm),meski tidak sedalam deflasi pada bulan sebelumnya yang mencapai 0,75%(mtm).

Demikian PLT Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Dhita Aditya Nugraha kepada media di Ambon, Senin (4/5/2026).

Secara spasial, deflasi terutama bersumber dari Kabupaten Maluku Tengah yang mencatat deflasi sebesar 1,96%(mtm).

Namun demikian,deflasi yang lebih dalam tertahan oleh realisasi inflasi di Kota Ambon dan Kota Tual yang masing-masing sebesar 0,92%(mtm)dan 0,64%(mtm).

Secara tahunan,inflasi Provinsi Maluku tercatat sebesar 3,13%(yoy),atau berada dalam rentang sasaran target inflasi nasional sebesar 2,5±1% (yoy).

Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 3,40%(yoy), meski masih berada diatas tingkat inflasi nasional yang sebesar 2,42%(yoy).

Capaian deflasi bulan ini utamanya bersumber dari Kelompok Makanan,Minuman dan Tembakau dan Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil deflasi(mtm)masing masing sebesar 0,61%dan 0,05%.

Baca Juga  Program Apreasiasi Wajib Pajak Patuh, Berpeluang Dapat Emas

Deflasi pada kelompok ini terutama disumbang oleh penurunan harga komoditas perikanan antara lain Ikan Selar,lkan Layang,dan lkan Cakalang dengan andil deflasi(mtm) masing-masing sebesar 0,19%,0,17%,dan 0,17%.

Penurunan harga komoditas perikanan tersebut didukung oleh kondisi meteorologi maritim dan cuaca yang relatif kondusif sehingga mendorong peningkatan produksi perikanan.

Sementara itu,realisasi deflasi yang lebih dalam juga dipengaruhi oleh Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya,dipengaruhi oleh harga emas yang mengalami penurunan di pasar internasional.

Namun demikian,deflasi yang lebih dalam tertahan oleh inflasi pada Kelompok Transportasi yang dipengaruhi oleh kenaikan harga avtur yang berlaku sejak 1 April 2026 sehingga berdampak pada penyesuaian tarif angkutan udara.

Baca Juga  Ketua TP-PKK Promal Buka Kegiatan Edukasi Keuangan OJK

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)terus mengoptimalkan pelaksanaan berbagai program pengendalian inflasi,antara lain melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan  Pangan Sejahtera(GPIPS).

Ke depan,upaya pengendalian inflasi komoditas pangan akan terus disinergikan secara berkelanjutan bersama TPID sepanjang tahun 2026,dengan mengacu pada penguatan empat pilar utama pengendalian inflasi(4K),yaitu Ketersediaan Pasokan,Keterjangkauan Harga,Kelancaran Distribusi,dan Komunikasi Efektif.

Langkah pengendalian tersebut mencakup pelaksanaan berbagai Gerakan Pangan Murah pada tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota;peningkatan target penyerapan beras petani menjadi 5.000 ton di tengah peningkatan luas tambah tanam padi yang mencapai 84,47%per April 2026;panen bawang merah di Kota Tual dalam rangka peningkatan produksi pangan lokal;panen jagung seluas 3 hektar di Kabupaten Maluku Tengah;serta pemantauan secara berkala terkait stok dan harga barang kebutuhan pokok pada tingkat distributor. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Libatkan Komunitas Ojol, Korlantas Polri dan Jasa Raharja Dorong Peran Aktif Pengemudi dalam Menekan Risiko Kecelakaan

Economy

1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina

Economy

PENDAFTARAN MUDIK GRATIS 2025 BERSAMA INJOURNEY AIRPORTS DIPERPANJANG

Economy

Inflasi Maluku Maret 2025 Meningkat Usai Berakhirnya Diskon Listrik

Economy

Secara YoY, Januari 2025  Maluku Alami Inflasi 0,76 Persen

Economy

Terpilih Duta Muda BPJS Nasional, Agent of Change JKN

Economy

Dukung Target Zero ODOL 2027, Jasa Raharja Hadir pada Sosialisasi dan Normalisasi Kendaraan ODOL di Jawa Timur

Economy

SERUNAI 2025: Bank Indonesia Maluku Siapkan Rp1,59 Triliun Uang Rupiah Sambut Natal dan Tahun Baru