Home / Headline

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Retrospeksi Korban Kecelakaan, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak

JAKARTA, PUSARTIMUR.COM – PT Jasa Raharja (Persero) bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengajak masyarakat menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam berlalu lintas. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Retrospeksi Korban Kecelakaan Lalu Lintas Tahun 2026 yang berlangsung di Royal Palm Hotel Conference Center, Jakarta Barat, Kamis (8/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Jasa Raharja yang merupakan bagian dari ekosistem Danantara menyerahkan 50 alat bantu mobilitas kepada para penyintas kecelakaan. Bantuan itu terdiri atas 10 kaki palsu, 20 kursi roda, dan 20 tongkat kruk untuk mendukung mobilitas serta kemandirian para penerima.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Corporate Secretary Jasa Raharja, Sigit Harismun, bersama Kasi Kemitraan Subdit Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri, AKBP Muhammad Bima Gunawan Jauharie, dan Analis Kebijakan Ditkamsel Korlantas Polri, Kombes Pol. Hamka Mappaita.

Sigit mengatakan, kegiatan retrospeksi tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang dampak kecelakaan lalu lintas, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap para penyintas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kecelakaan dapat dicegah.

Menurutnya, setiap kecelakaan membawa dampak besar bagi korban dan keluarganya. Para penyintas harus menjalani proses pemulihan yang panjang, termasuk menghadapi perubahan kondisi fisik dan kehidupan sehari-hari.

“Di balik setiap peristiwa kecelakaan terdapat kehidupan yang berubah, keluarga yang terdampak, dan proses panjang yang harus dilalui para penyintas. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung mobilitas dan kemandirian mereka agar dapat kembali beraktivitas di tengah keluarga dan masyarakat,” ujar Sigit.

Ia menegaskan, bantuan tersebut bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan bagian dari komitmen Jasa Raharja bersama Korlantas Polri untuk mendampingi para korban sekaligus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan.
Sigit juga menekankan bahwa para penyintas tidak boleh dipandang hanya sebagai penerima bantuan. Mereka tetap memiliki kemampuan, semangat, dan kesempatan untuk melanjutkan kehidupan secara mandiri serta berkontribusi di tengah masyarakat.

Baca Juga  Usai Dilantik, Jais Ely Komitmen Bangun Kabupaten SBB

“Karena itu, dukungan yang diberikan harus mampu membuka kembali ruang bagi mereka untuk berkarya dan menjalani kehidupan secara mandiri,” tambahnya.

 

Penyintas Ingatkan Bahaya Berkendara Saat Lelah

Salah seorang penerima bantuan kaki palsu membagikan pengalaman pahit yang dialaminya akibat kecelakaan lalu lintas. Ia mengaku mengalami kecelakaan ketika berkendara dalam kondisi lelah dan mengantuk.

Sebelum kecelakaan terjadi, ia diduga mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat berkendara. Ketika tersadar, terdapat sebuah truk di depannya. Upaya menghindar membuat sepeda motor yang dikendarainya terjatuh dan menyeret tubuhnya hingga menyebabkan cedera berat pada kaki.

Setelah menjalani dua kali operasi dan memperoleh pendampingan, bantuan kaki palsu yang diterimanya kini membantunya kembali berjalan.
Pengalaman tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika kondisi tubuh tidak memungkinkan.

“Terima kasih kepada Jasa Raharja atas bantuan kaki palsu yang diberikan. Dengan bantuan ini, saya dapat kembali berjalan seperti biasa. Utamakan keselamatan, bukan kecepatan. Kalau lelah atau mengantuk, sebaiknya menepi dan beristirahat karena memaksakan perjalanan dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tuturnya.

Sigit menilai kesaksian tersebut menunjukkan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya persoalan mematuhi peraturan, tetapi juga menyangkut keputusan setiap individu yang dapat menentukan keselamatan dirinya maupun pengguna jalan lainnya.

Jasa Raharja Layani 129.443 Korban Kecelakaan

Berdasarkan data Jasa Raharja, sepanjang Januari hingga September 2026, perusahaan tersebut telah memberikan pelayanan kepada 129.443 korban kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah itu, sebanyak 20.836 orang meninggal dunia dan 108.607 orang mengalami luka-luka.

Angka tersebut menunjukkan bahwa rata-rata sekitar 76 orang meninggal dunia dan hampir 400 orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas setiap hari.

Baca Juga  Berkontribusi terhadap Keselamatan dan Mobilitas Masyarakat, Jasa Raharja Raih Penghargaan pada Transportasi Indonesia Awards 2026

Dalam periode yang sama, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan dan biaya perawatan sebesar Rp2,19 triliun. Pelayanan tersebut didukung oleh kerja sama dengan 2.866 rumah sakit mitra.
Sementara itu, santunan bagi korban meninggal dunia rata-rata dapat diterima oleh ahli waris dalam waktu kurang dari 24 jam.

Meski demikian, Sigit menegaskan bahwa kecepatan pelayanan dan penyaluran santunan setelah kecelakaan harus diimbangi dengan langkah pencegahan yang berkelanjutan.

Menurutnya, upaya mencegah kecelakaan merupakan hal penting untuk mengurangi jumlah korban serta meminimalkan dampak yang harus ditanggung keluarga.

Bersama Korlantas Polri dan para pemangku kepentingan, Jasa Raharja telah melaksanakan 6.098 program keselamatan serta melakukan intervensi di 875 titik rawan kecelakaan. Dari titik-titik tersebut, penurunan jumlah korban meninggal dunia tercatat terjadi di 430 lokasi.

“Secepat apa pun santunan diberikan, tidak ada yang dapat menggantikan nyawa atau sepenuhnya menghapus dampak kecelakaan. Karena itu, Jasa Raharja terus memperkuat peran, dari pemberi santunan menjadi pelindung sekaligus mitra dalam upaya pencegahan kecelakaan,” kata Sigit.

Ia menambahkan, keselamatan lalu lintas membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, kepolisian, pelaku usaha transportasi, komunitas, hingga setiap pengguna jalan.

Sigit berharap kegiatan retrospeksi tersebut dapat menjadi momentum untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat saat berkendara, termasuk menghindari kecepatan berlebihan, tidak memaksakan perjalanan ketika lelah atau mengantuk, serta senantiasa mematuhi aturan lalu lintas.

“Mari menjadikan retrospeksi ini sebagai titik balik. Bukan hanya untuk mengenang kejadian yang telah berlalu, tetapi untuk mengubah perilaku di jalan agar semakin sedikit keluarga yang kehilangan dan semakin banyak masyarakat yang selamat sampai tujuan,” tutupnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Headline

Jasa Raharja Perkuat Sinergi Pengamanan Arus Balik Idulfitri 2026 Lewat Pemantauan Bersama di Command Center KM 29

Headline

Pembukaan One Way Nasional Arus Balik Idulfitri 2026 Resmi Dimulai, Jasa Raharja Himbau Masyarakat prioritaskan Keselamatan Pada Arus Balik

DPRD Kota Ambon

Gelar Paripurna, Pj.Walikota Sampaikan 8 Hal Penting

Headline

Indonesia di Era Prabowo–Gibran: Antara Harapan Besar, Tantangan Global, dan Ujian Geopolitik Dunia

Headline

Gubernur Maluku Tunjuk Jems Lewakabessy Jadi Plt Kadis Pendidikan, Dinilai Sarat Kolusi dan Nepotisme

Headline

MELALUI PPS BIDANG INTELIJEN, KAJATI AGOES SP YAKINKAN PROYEK PEMBANGUNAN DI UNPATI DAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN BERJALAN LANCAR.

Headline

Karam di Perairan Teun Nila Serua, 13 orang Penumpang KLM.Cajoma V berhasil di evakuasi Basarnas Ambon

Headline

Gubernur dan Walikota Ambon dan Tokoh Agama se-Maluku Bakal Hadiri Dramatisasi JSHO