Ambon, PT- Pemerintah Kota Ambon dalam memastikan masyarakat mengonsumsi pangan yang sehat dan bebas dari zat berbahaya. Bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan Ambon, pengawasan terhadap jajanan dan takjil di Kota Ambon dilakukan secara rutin dan masif.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menyampaikan bahwa pengawasan ini bertujuan melindungi konsumen dari kandungan berbahaya seperti boraks, formalin, serta zat kimia berbahaya lainnya yang dapat mengancam kesehatan masyarakat.
“Kita ingin memastikan makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat tidak mengandung zat berbahaya seperti boraks dan formalin. Ini bagian dari perlindungan konsumen,” ujar Wattimena, Jumat (27/2/2026).
Dari hasil pengujian sementara, sekitar 135 sampel makanan yang telah diuji dinyatakan aman dan tidak mengandung bahan berbahaya.
Pemerintah Kota Ambon bersama BPOM masih akan menguji sekitar 30 sampel tambahan untuk memastikan seluruh produk yang beredar benar-benar layak konsumsi.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjadikan Ambon sebagai kota yang aman dan nyaman, khususnya dalam hal keamanan pangan.
“Kita berharap semua yang dijual di Kota Ambon terjamin kualitas dan kesehatannya sehingga tidak merugikan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPOM Ambon, Tamran Ismail menjelaskan bahwa hasil pengawasan selama satu minggu terakhir menunjukkan produk takjil yang dijual di Kota Ambon masih memenuhi syarat keamanan pangan.
“Untuk hari ini masih dalam proses pengujian, jadi belum bisa disampaikan hasilnya. Namun, selama satu minggu terakhir, hasilnya alhamdulillah memenuhi syarat. Produk takjil tidak mengandung bahan berbahaya,” jelasnya.
Pengawasan telah dilakukan di sejumlah wilayah di Kota Ambon, termasuk kawasan Kebun Cengkeh, dan kini memasuki minggu kedua dengan intensitas pemeriksaan setiap hari secara rutin dan masif.
Kolaborasi antara BPOM dan Pemerintah Kota Ambon difokuskan pada titik-titik dengan jumlah pedagang yang tinggi.
Sinergi antara Pemerintah Kota Ambon dan BPOM menjadi langkah strategis dalam menjaga keamanan pangan, khususnya selama meningkatnya aktivitas penjualan takjil.
Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pedagang untuk tidak menggunakan bahan berbahaya serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam berbelanja dan mengonsumsi produk kuliner di Ambon.
Dengan pengawasan berkelanjutan, Ambon ditargetkan menjadi kota yang seluruh produk pangannya terjamin kualitas, keamanan, dan kesehatannya. (PT)










