AMBON, PT- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperkuat program literasi dan inklusi keuangan bagi pelajar melalui pembukaan rekening tabungan serta pengembangan modul ajar literasi keuangan.
Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan perkembangan pembukaan rekening pelajar akan terus dipantau dan diperbarui setiap bulan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan target 5.000 rekening pelajar dapat tercapai hingga akhir tahun 2026.
“Kita akan terus melakukan pemantauan dan meng-update datanya setiap bulan. Harapannya target 5.000 rekening bisa terpenuhi sampai akhir tahun,” ujar Haramain, Jumat (28/8/2026) kepada media ini di Ambon.
Haramain menjelaskan, pembukaan rekening diperkirakan akan meningkat seiring masuknya tahun ajaran baru dan bertambahnya jumlah siswa baru di jenjang SMP maupun SMA.
Momentum penerimaan siswa baru menjadi salah satu kesempatan untuk memperkenalkan layanan perbankan sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak dini.
OJK Maluku juga terus berkoordinasi dengan lembaga jasa keuangan agar pelajar mendapatkan akses terhadap produk tabungan yang sesuai dan mudah digunakan.
Menurut Haramain, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah rekening, tetapi juga membangun pemahaman pelajar mengenai pentingnya mengelola keuangan secara bijak.
Selain program rekening pelajar, OJK Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon mengembangkan Modul Ajar Literasi Keuangan untuk jenjang SMP.
Modul tersebut dirancang sebagai panduan bagi guru dalam memberikan materi mengenai pengelolaan keuangan dan pengenalan produk jasa keuangan kepada siswa.
Haramain berharap modul yang dikembangkan bersama guru mata pelajaran IPS di Kota Ambon tersebut dapat menjadi pionir yang kemudian diterapkan di daerah lainnya.
“Kami berharap modul literasi keuangan ini tidak hanya digunakan di Kota Ambon, tetapi bisa direplikasi dan digunakan oleh dinas pendidikan di kota maupun kabupaten lainnya,” katanya.
Menurut Haramain, OJK Maluku mulai menyiapkan langkah untuk memperluas penggunaan modul tersebut ke wilayah lain di Maluku.
Replikasi akan diarahkan terlebih dahulu ke sejumlah kabupaten, sebelum diperluas ke wilayah kepulauan lainnya.
Langkah ini penting mengingat kondisi geografis Maluku yang terdiri dari banyak pulau membuat edukasi keuangan perlu dilakukan dengan pendekatan yang menyesuaikan karakteristik masing-masing daerah.
OJK berharap dinas pendidikan, sekolah, guru dan lembaga jasa keuangan di kabupaten/kota dapat ikut terlibat dalam proses tersebut.
Haramain menegaskan, pengenalan literasi keuangan sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang.
Pelajar diharapkan tidak hanya mengetahui produk seperti tabungan, tetapi juga memahami cara mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengenali risiko penggunaan produk keuangan.
Dengan adanya modul ajar dan program rekening pelajar, OJK Maluku ingin membangun ekosistem literasi keuangan yang dimulai dari sekolah dan kemudian berkembang ke keluarga serta masyarakat.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi OJK untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di seluruh Provinsi Maluku.
OJK Maluku akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan secara berkala agar program pembukaan rekening pelajar maupun pengembangan modul literasi keuangan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi generasi muda di Maluku. (PT)








