AMBON, PT- Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Ambon terhadap pelaksanaan program inklusi keuangan bagi pelajar.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman anak-anak tentang pentingnya menabung dan mengelola keuangan sejak dini.
Haramain mengatakan, pelaksanaan program di Kota Ambon berjalan cukup baik berkat dukungan pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan, termasuk CIMB Niaga yang turut mendukung kegiatan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, program ini telah menghasilkan pembukaan rekening bagi 335 pelajar.
OJK berharap capaian tersebut tidak berhenti pada pembukaan rekening semata, tetapi dilanjutkan dengan kebiasaan menabung secara rutin.
“Kami mengapresiasi Pemerintah Kota Ambon yang sudah mendukung pelaksanaan program ini sehingga berjalan cukup baik,” ujar Haramain, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, program edukasi dan inklusi keuangan bagi pelajar perlu diperluas agar semakin banyak sekolah, baik tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), maupun sekolah menengah atas (SMA), dapat terlibat.
OJK juga mendorong keterlibatan lembaga jasa keuangan dalam membina sekolah-sekolah di Kota Ambon. Dengan pola pendampingan tersebut, setiap sekolah diharapkan memiliki mitra lembaga keuangan sehingga pelaksanaan program dapat berjalan secara berkelanjutan dan merata.
Haramain berharap tidak ada sekolah yang tertinggal dalam memperoleh akses edukasi keuangan maupun layanan perbankan bagi para siswanya.
Ia menjelaskan, besaran saldo awal rekening pelajar dapat bervariasi, bergantung pada kemampuan dan kebijakan lembaga jasa keuangan yang mendukung program tersebut. Aktivitas menabung pun dapat dilakukan secara berkala, misalnya setiap minggu, dua minggu, atau satu bulan sekali.
Melalui program ini, OJK Maluku berharap para pelajar tidak hanya memiliki rekening tabungan, tetapi juga memahami manfaat menyisihkan uang, mengatur pengeluaran, dan membangun kebiasaan keuangan yang sehat sejak usia sekolah.
Kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, sekolah, dan lembaga jasa keuangan dinilai penting untuk memperluas literasi serta inklusi keuangan di Kota Ambon. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda yang memiliki pengetahuan dan kebiasaan positif dalam mengelola keuangan. (PT)








