Home / Headline

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:31 WIB

Melky: Tempat Wisata Alami di Maluku Belum Dikelola Secara Industri untuk Tingkatkan PAD

AMBON, PT  — Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Drs. Melky Lohy, MT mengatakan, sejumlah tempat wisata alami yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku hingga kini belum dikelola secara industri guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Masih terdapat berbagai kendala yang dihadapi pemerintah daerah, terutama menyangkut efisiensi keuangan daerah,” ujar Melky kepada Metro Maluku di ruang kerjanya, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan efisiensi anggaran tidak hanya dialami Dinas Pariwisata, tetapi juga seluruh perangkat daerah di Provinsi Maluku yang diperhadapkan dengan kondisi fiskal yang sama.

“Kendati ketersediaan anggaran sangat minim, namun hal itu tidak menyurutkan semangat Dinas Pariwisata untuk tetap mengelola potensi pariwisata yang ada,” katanya.

Menurut Melky, tahun ini Dinas Pariwisata tidak melaksanakan event destinasi wisata berskala besar seperti tahun sebelumnya. Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan operasional tiga destinasi wisata di Provinsi Maluku.

Baca Juga  Danrem 151/Binaiya Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, Diawali Upacara Kesaktian Pancasila

Tiga destinasi wisata yang akan dioperasikan tersebut yakni Pantai Hunimua Liang, Gong Perdamaian Dunia, dan Pantai Namalatu di Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

“Anggaran operasional memang sangat krisis, tetapi kami tetap berupaya menjalankannya karena sektor ini merupakan salah satu sumber pendapatan daerah Provinsi Maluku,” ujarnya.

Melky berharap, kondisi keuangan pemerintah daerah ke depan dapat semakin membaik. Terkait kontribusi PAD melalui sektor pariwisata, pihaknya juga telah berdiskusi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maluku.

“Kami membahas arah kebijakan ke depan agar OPD yang memiliki sumber-sumber PAD dapat lebih diperhatikan. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.

Ia menambahkan, destinasi wisata seperti Pantai Namalatu memiliki potensi besar apabila dikelola dengan baik. Misalnya dengan pembangunan fasilitas pendukung seperti kolam renang representatif yang dapat menarik lebih banyak wisatawan.

“Kalau dikelola secara baik dengan pendekatan industri, maka akan menjadi destinasi pariwisata yang sangat potensial. Di Ambon, destinasi yang paling dikenal masyarakat yaitu Pantai Natsepa, Pantai Liang, dan Pantai Namalatu,” ujarnya.

Baca Juga  Awaluddin: Ekosistem Terintegrasi Kunci Jasa Raharja Hadirkan Pelayanan Maksimal kepada Masyarakat

Melky menjelaskan, tingginya animo masyarakat terhadap Pantai Liang disebabkan panorama alamnya yang indah, hamparan pasir putih, laut yang biru, serta kawasan pantai yang luas.

“Biasanya wisatawan memilih Pantai Namalatu karena pertimbangan jarak tempuh. Sementara Pantai Natsepa dan Pantai Liang relatif lebih jauh,” ungkapnya.

Ia menegaskan, apabila destinasi wisata di Maluku dikelola secara maksimal, maka akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah.

“Saya kira Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku memiliki visi membangun pariwisata berbasis kearifan lokal dan pangan lokal. Mudah-mudahan ke depan, dengan dukungan sumber daya alam yang dimiliki, sektor pariwisata dapat menjadi primadona pembangunan di Maluku,” tandasnya optimistis. (PT)

Share :

Baca Juga

Headline

Update Ops SAR Hari Kedua di Sekitar Perairan Pulau Saparua

Headline

KODAERAL IX TERIMA KUNJUNGAN EDUKATIF SISWA SMP KALAM KUDUS AMBON

Headline

KAJATI MALUKU AGOES SP, PIMPIN UPACARA PERDANA HARI LAHIR KEJAKSAAN RI KE-80 TAHUN 2025

Headline

KAJATI MALUKU AGOES SP BESERTA JAJARAN DAN IAD SE-WILAYAH MALUKU, GELAR SYUKURAN HARI BHAKTI ADHYAKSA KE-65

Headline

Dua Hal di Pemerintahan Negeri Saparua Jadi Perhatian Masyarakat

Headline

Koperasi Desa Merah Putih Waimital Lengkap Persyaratan, Tapi Belum Terima Dana dari Pemerintah Pusat

Headline

UPACARA PURNA TUGAS SATGAS PAMTAS RI-PNG MOBILE YONIF 733/MASARIKU

Headline

Jasa Raharja Paparkan Percepatan Jaminan dan Keselamatan Transportasi pada Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Nataru 2025–2026