JAKARTA, PT – Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) dan Pengurus Pusat Pemuda Katolik menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Apel Kebangsaan 10 Ribu Kader Pemuda Katolik yang direncanakan berlangsung di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, pada Oktober 2026.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua Umum ISKA Luky A. Yusgiantoro bersama Ketua Umum PP Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma dalam rangka memperkuat konsolidasi organisasi, semangat kebangsaan, serta peran aktif kaum muda dan cendekiawan Katolik dalam pembangunan bangsa.
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan persiapan bersama Ketua Komisariat Daerah Maluku Dominicus Deise Oratmangun, Ketua Panitia Costansius Kolatfeka, Sekretaris Matias Neis Watunglawar, serta jajaran tim persiapan kegiatan di Jakarta.
Perkuat Konsolidasi Kader
Apel Kebangsaan 10 Ribu Kader Pemuda Katolik akan dikemas bersama Seminar Nasional dengan mengangkat isu kebangsaan, kepemudaan, pemberdayaan masyarakat, dan tantangan geopolitik.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk meneguhkan nilai-nilai Pancasila, mempererat persatuan nasional, sekaligus mendorong kader Pemuda Katolik menjadi agen perubahan yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan bangsa.
Ketua Umum ISKA Luky A. Yusgiantoro menegaskan kesiapan kalangan sarjana dan intelektual Katolik untuk memberikan pendampingan konseptual bagi pengembangan kapasitas dan pemberdayaan generasi muda.
Sementara itu, Ketua Umum PP Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma menilai keterlibatan kader dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat tali silaturahmi sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dorong Pemberdayaan Ekonomi dan Ketahanan Energi
Selain agenda kebangsaan, kegiatan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar diarahkan untuk membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan Maluku.
Fokus pendampingan dan konsolidasi antara lain mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat, literasi kebangsaan, penguatan kapasitas kader, serta pemahaman terhadap dinamika geopolitik.
Momentum tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan Tanimbar melalui optimalisasi potensi Blok Masela, penguatan ketahanan energi nasional, dukungan terhadap program SPPG di wilayah 3T, serta mendorong pengesahan Undang-Undang Provinsi Kepulauan.
Libatkan Pemerintah dan Dunia Usaha
Apel Kebangsaan 10 Ribu Kader Pemuda Katolik direncanakan melibatkan kader Pemuda Katolik dari berbagai wilayah di Maluku dan terbuka bagi kader dari provinsi lain di Indonesia.
Panitia juga akan membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku, pemerintah kabupaten/kota, SKK Migas, perbankan, sektor swasta, Bank Maluku, serta INPEX.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi konkret terhadap berbagai persoalan kemasyarakatan dan kebangsaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan ekonomi masyarakat Maluku, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Konsolidasi Menuju Oktober 2026
Panitia saat ini terus melakukan konsolidasi dan pematangan agenda untuk memastikan pelaksanaan Apel Kebangsaan 10 Ribu Kader Pemuda Katolik pada Oktober 2026 berjalan optimal.
Agenda tersebut juga tengah dikaitkan dengan rencana kunjungan perdana Presiden Republik Indonesia ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Dengan mengusung semangat kebangsaan dan kolaborasi lintas elemen, Apel Akbar 10 Ribu Kader Pemuda Katolik diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kontribusi generasi muda Katolik dalam pembangunan daerah, khususnya Maluku, sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. (PT)








